
"Seriusan Lo mau nikah Xin ," bisik Liora
"Iya, Memangnya wajah gue kurang meyakinkan ya ,"
"Bukan begitu sih, tapi Lo kan baru saja masuk kuliah, gimana kalau entar Lo hamil pasti enggak bisa melanjutkan kuliah lagi kan," ujar Liora
"Itu dia yang menjadi pikiran gue sekarang, tapi apa boleh buat Mas Zain terus memaksa gue untuk menikah sama dia, katanya walaupun nanti gue sudah Hamil gue juga masih bisa Kuliah kok, kan Kampus ini punya dia ," ujar Xindy
"Iya sih, tapi kan risih tau gak Lo bawa Balon kemana-mana, Takutnya meledak ," canda Liora
"Ya Kali baru hamil Langsung gede ha..ha..," mereka bertiga tertawa.
Tak lama Dosen pun masuk, Mereka pun akhirnya belajar dengan penuh semangat.
*
*
Xindy sudah sampai di Mansion, tapi Langkahnya terhenti ketika dia mendengar seorang wanita menyebut namanya sambil menangis.
"Nge..aku gak tau lagi harus gimana, Xindy pasti benci banget sama aku, di matanya aku ini Ibu yang tidak menyanyanginya yang tega meninggalkannya saat dia masih kecil ,"
Deg...
Jantung Xindy berdetak kencang mendengar ucapan Wanita itu.
"Apa dia Ibu yang sudah meninggalkan aku dulu, tapi wajahnya tidak mirip seperti yang ada di Foto." guman Xindy
Perlahan Xindy berjalan menhampiri Mereka, dan berhenti sesaat untuk menenangkan hatinya.
"Xindy..! Ucap Inge
Wanita yang tidak lain adalah Susan itu menoleh ke arah tatapan Mata Inge dan dia kaget melihat Xindy sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Tante..apa yang aku dengar itu benar ?" tanya Xindy dengan nada bergetar.
"Xindy...maafin Mama..
"Stop...aku tidak mau mendengar penjelasan Anda, bagi aku Mama sudah lama Mati," ujar Xindy Lalu berlari meninggalkan Mansion itu.
__ADS_1
"Xindy...!
Sarah hendak mengejar Xindy namun di tahan oleh Inge.
"Mbak Susan, tidak usah di kejar. Perasaan Xindy saat ini masih sangat Kacau, walau pun Mbak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dia tidak akan pernah percaya," ujar Inge
"Tapi Nge aku gak mau Xindy kenapa-napa, Dia pasti sangat membenci aku sekarang dan tidak mau lagi bertemu dengan aku Nge hik..hik..,"
"Sabar Mbak, semua ada waktunya, beri Xindy Waktu untuk memikirkan semuanya, Aku tau Xindy mbak suatu saat dia pasti bisa menerima kenyataan kalau mbak itu adalah Ibunya," ujar Inge
"Aku takut..aku takut saat itu tidak pernah ada Nge, aku takut setelah mengetahui semua ini Dia semakin membenciku,"
"Kita serahkan semuanya sama sang Pencipta ya Mbak, aku Janji aku akan mencoba memberi pengertian sama Xindy tentang semua ini ," Inge menghela nafasnya kasar.
"Kenyataan ini mungkin sulit di terima oleh Xindy namun semua itu adalah kenyataannya, masa lalu tidak bisa di rubah tapi kita masih bisa mengubah masa depan dan semua itu butuh kesabaran dan pengorbanan yang ekstra, jadi Mbak harus sabar, perbanyak doa agar tuhan membuat Xindy sadar dan bisa menerima mbak kembali di kehidupannya," ujar Inge
Susan sudah kelihatan lebih sedikit tenang, dia kemudian mohon pamit kepada Inge.
Sementara Xindy masih berada di atas Taksi yang melaju.
"Mbak ini sebenarnya mau kemana sih, kasian loh mbak Uangnya kalau Mbak tidak punya tujuan yang jelas, Argonya jalan terus loh Mbak," ujar Supir taksi itu yang sudah pusing karena mereka asik berputa-putar dari tadi tanpa tujuan.
Xindy masih juga mematung dan menyueki Supir itu.
"Kita Ke Perdana Corperation," ucap Xindy singkat
"Nah gitu dong Mbak dari tadi, jadi kan saya enggak muter-muter terus," supir taksi itu melajukan mobilnya menuju ke Perusahaan Perdana Corperation.
Mereka akhirnya sampai juga di sana, Xindy langsung turun dan berlari masuk ke lobi Perusahaan itu yang membuat supir taksi itu kaget dan langsung mengejarnya sambil berteriak-teriak memanggil Xindy namun Xindy tidak memperdulikannya.
"Mbak..mbak..jangan kabur..bayar taksinya dulu," teriak Supir itu.
Sampai di depan Lobi Supir itu hendak masuk ke sana namun di hadang oleh Security yang menjaga pintu itu.
"Maaf Pak, saya lagi mengejar penumpang taksi saya yang main kabur-kabur saja tanpa membayar, dia tadi masuk ke sini ," ujar Supir itu
"Apa maksud bapak gadis yang barusan masuk ?" tanya Security itu.
"Iya Pak yang Itu, cewek cantik yang pakai baju coklat tadi,"
__ADS_1
"Ooo kalau itu pacarnya Bos kita Pak, bapak tunggu di sini saja, biar saya yang memintanya, semuanya berapa pak ?"
"Totalnya 523 ribu pak,"
"Baiklah saya ke sana dulu, bapak jangan kemana-mana ya ," ujar Security itu lalu pergi ke Lantai 20 di mana ruangan Meeting berada.
Sementara Xindy Langsung menuju ke Lantai 21 di mana ruangan Zain berada akan tetapi Tidak ada seorang pun di sana, dia kemudian menelpon Jo dan menanyakan di mana Zain berada sekarang, Jo memberitahukannya kalau Zain sedang Meeting dengan semua manager di kantornya
Xindy tidak membuang waktu lagi, dadanya seakan hampir meledak menahan perasaan yang berkecamuk itu.
Xindy membuka pintu ruangan Meeting itu dengan kasar sehingga semua mata melihat ke arahnya, Zain yang sedang menjelaskan tentang Kurva Perusahaan di depan layar Proyektor itu kaget melihat Xindy datang kesana dengan penampilan acak-acakan dan air mata mengalir di pipinya.
Zain mulai berjalan ke arah Xindy namun Xindy Langsung berlari dan memeluk Zain. Semua terperangah karena yang mereka tahu Xindy hanyalah mantan OG di kantor itu.
Tanpa malu-malu Zain membalas pelukan Xindy dan membiarkannya menumpahkan seluruh perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.
Zain memberi Kode kepada semuanya agar mereka meninggalkan ruangan itu. Semuanya segera melakukan perintah Zain tanpa banyak bertanya walaupun sebenarnya banyak pertanyaan bersarang di kepala mereka namun mereka tidak berani bersuara dan merasa takut terkena amukan Zain.
Security tadi kaget melihat semua Orang keluar dari Ruangan Meeting dan berdiri berjejer di sana tanpa suara.
"Bapak-bapak kenapa keluar, apa ada sesuatu yang terjadi ," tanya Security itu
"Bapak Sendiri mau kemana ?" tanya Seorang Manager .
"Saya mau bertemu dengan Pak Zain, Mbak Xindy naik taksi belum bayar, supir taksinya lagi menunggu di bawah," ujar Secirity itu
"Loh apa hubungannya mantan OG itu sama Pak Zain ?"
Sebelum Security itu menjawab Terlihat Jo sedang menuju ke arah ruang Meeting tersebut sehingga membuatnya tidak jadi menjawabnya, Jo merasa aneh melihat pemandangan yang langka tersebut dan langsung menghampiri mereka.
"Ada apa ini, kenapa semuanya berdiri di Luar ?" tanya Jo
"Kami di suruh sama Pak Zain Keluar, Soalnya ada Mantan OG yang pernah bekerja di Lantai 21 datang sambil menangis tadi," ujar Manager pemasaran.
"Xindy maksudnya ?" tanya Jo
"Iya," jawab yang lain
"Hati-hati ya kalian kalau ngomong, Asal kalian tau Xindy itu Bukan OG tapi calon Istri dari pak Zain ," ujar Jo
__ADS_1
"Haaah...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...