
Gue gak nyangka Lang, dia menusuk gue dari belakang," Ucap Devan
"Emangnya dia siapa sih ? kok Devan sampai lemas gitu, Devan tidak menjawab, dia terlalu shock menerima kenyataan kalau abang angkatnya itu yang merencanakan semuanya.
"Dia itu Albert, Abang angkatnya Devan," ucap Elang
"Lo kok bisa tau sih Lang," tanya Andi
"Gue pernah bertemu sekali dengannya dan di kenalin sama Devan waktu gue liburan ke Inggris waktu itu." Jelas Elang
"Ooo pantesan Devan lemas gitu, ternyata orang terdekatnya yang nusuk dia dari belakang," ucap Edo
"Yang sabar bro, beruntung lo taunya sekarang, kalau sudah kelamaan lo bisa tambah shock," ucap Edo
"Gue gak percaya semua ini, gue harus komfir lagi ke Sarah," gumannya lalu menelpon Sarah.
Drrrt...drrrtt...
Sarah mengangkat telpon dari Devan.
"Iya Van, lo sudah lihat foto yang gue kirim kan," tanya Sarah
"Lo gak salah Sar, apa mungkin lo salah orang gitu ?" tanya Devan masih tak percaya
"Yang gue lihat sih, si Alvian itu ketemuannya sama dia, dan gue sudah menyelidiki siapa dia sebenarnya, dan ternyata dia itu sepupunya Angel," ujar sarah
Jedaaarrr...
Makin kaget lah Devan mendengar ucapan Sarah itu. Devan menggepalkan tangannya dan meninju dinding ruangan itu sehingga tangannya berdarah.
"Ternyata dia dekatin gue selama di Inggris punya maksud Lain, tapi gue gak khawatir karena dia tidak tau identitas gue yang sebenarnya," guman Devan.
"Van, sebaiknya lo obatin luka lo agar tidak infeksi," ujar Edo lalu mengambil kotak p3k di lemari dapur Base camp itu kemudian memberikannya kepada Devan.
"Sakit hati gue melebihi sakit di tangan gue, biarkan saja begini," ucap Devan lalu pergi dari sana, Mereka mau mengikutinya akan tetapi Devan melarang mereka mengikutinya, mereka pun mangut saja dengan apa yang di suruh Devan, Saat sudah merasa sendirian , Devan mengambil Ponselnya lalu menelpon Dion.
__ADS_1
"Hallo Dion, Tarik semua Investasi kita di perusahaannya Albert yang ada di Inggris," ujar Devan langsung memutuskan sambungan telponnya.
Dion Binggung dengan apa yang di suruh oleh Devan itu.
" Main putusin aja sih ni anak telponnya, Bukannya dulu dia sendiri yang ngotot menyuruh gue menginvestasikan sejumlah saham di perusahaan yang hampir bangkrut itu ya, tapi kenapa sekarang dia malah menyuruh gue menariknya kembali, sungguh aneh," ucap Dion, Dia segera melaksanakan perintah Bos nya yang plin plan itu serapi mungkin sehingga gak ada celah buat Albert menuntut mereka.
Di Mansion mewah Albert sedang duduk-duduk santai di tepi kolam renangnya di temani beberapa orang gadis berpakaian Renang sambil menikmati kopi dan cemilan di pinggir kolam renang tersebut.
Sebuah chat masuk ke ponselnya, Dia lalu mengambil ponselnya dan melihat chat itu, wajahnya berubah yang tadinya ceria menjadi merah padam.
"Brengsek, ada apa dengan perusahaan itu, kenapa mereka menarik sahamnya dari perusahaan gue," ucapnya lalu membanting ponselnya sehingga membuat gadis-gadis itu ketakutan melihat kemarahan Albert itu.
"Sam...!" Al memanggil asistennya Samuel, Samuel segera berlari menuju ke arahnya.
"Coba kamu hubungi perusahaan Perdana Corperation itu dan tanyakan apa maksud semua ini," Suruh Al kepada asistennya itu.
Al lalu menuju ke kamarnya kemudian segera memakai pakaiannya. Saat dia keluar, di depan pintu sudah ada Sam yang menunggunya.
"Apa kata mereka ?"tanya Al
"Mereka bilang itu sudah keputusan perusahaan," ujar Sam.
Sampai di sana, Al segera menuju Resepsionis dengan terburu-buru.
"Mbak, saya ingin bertemu dengan Pak Dion Direktur utama perusahaan ini, bilang saya dengan Albert sweden," ucapnya
"Maaf pak Albert, Pak Dionnya lagi meeting, mungkin sebentar lagi selesai, Pak Albert bisa menunggunya di sana," ucap Resepsionis itu sambil menunjuk ke arah ruang tunggu yang berada di lobby.
Albert menurut saja karena memang dia tidak membuat janji terlebih dahulu untuk bertemu dengan Direktur perusahaan itu. Dia tidak mau membuat keributan di sana hanya dengan memaksakan agar segera bertemu dengan Dion, yang ada malah Dion tidak mau mendengar lagi apa yang Dia ingin sampaikan.
Al dan Sam sudah menunggu selama dua jam di sana, tapi tak lama kemudian Resepsionis tadi memberitahukan kepada mereka agar langsung menuju ke Ruangan Dion.
Al segera menuju ke sana dan Sam juga ikut dengannya. Sampai di ruangan Dion, Dia mengetuk pintu ruangan itu dengan pelan.
"Masuk," ucap Dion
__ADS_1
Pintu terbuka dan masuklah Al dan Sam ke ruangan itu.
"Pak Albert, silahkan masuk," ucap Dion, Dion tau tujuan Albert datang ke sana adalah mau menanyai soal penarikan saham yang dilakukan perusahaannya itu.
"Pak Albert ada perlu apa bertemu dengan saya," tanya Dion.
"Saya rasa pak Dion sudah mengetahui kenapa saya mendatangin kantor ini, saya mohon penjelasan dari pihak perusahaan ini kenapa tiba-tiba saja menarik Saham dari Perusahaan saya," ucap Albert
"Maaf sebelumnya pak Albert, saya juga sebenarnya tidak tau apa yang terjadi, tapi pemilik Perusahaan ini yang meminta kepada saya agar mencabut semua saham kami di perusahaan anda," jelasnya
"Tapi kenapa pak Dion, Apa alasannya perusahaan ini melakukan semua itu, tolong jelaskan agar pihak perusahaan kami bisa mengatasi apa yang tidak memuaskan dari kinerja kami," ucap Albert masih memohon
"Maaf sekali lagi pak Albert, saya rasa kami tidak ada kewajiban untuk mengutarakan alasan apapun dengan apa yang kami lakukan karena tidak ada perjanjian yang mengharuskan itu, Jadi saya rasa pertemuan ini sudah selesai dan Pak Albert boleh keluar dari ruangan ini," ucap Dion yang sudah jengah melihat Albert memohon-mhon terus.
"Pak Dion, beri kami satu kesempatan lagi agar bisa memberikan apa yang perusahaan ini inginkan, dan saya mohon jangan menarik Saham anda di perusahaan kami," ucap Albert
"Pak Albert, saya hanya bawahan, itu semua sudah keputusan pemilik perusahaan ini dan saya tidak bisa berbuat Apa-apa,"
"Kalau begitu saya ingin bertemu dengan Mr DP, saya akan membujuknya sendiri, tolong katakan di mana dia sekarang," ucap Albert, Dion mengerutkan keningnya mendengar ucapan Albert
"Sepertinya anda sudah melewati batas Pak Albert, saya peringatkan jangan sekali-kali anda mencari tau di mana Mr DP berada sekarang karena itu akan bisa membuat anda celaka," ujar Dion mulai dingin yang membuat Albert bergidik ngeri melihat ekspresi dari Dion itu.
"Maafkan saya pak Dion, saya sudah salah, mungkin ini salah saya sendiri yang membuat perusahaan ini melakukan itu, baiklah kalau begitu pak Dion, kami permisi dulu,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..hai.. Readers setiaku...
Sudah mampir di Novel ke dua miss N belom, kalau belom yuk segera mampir, di jamin deh bisa ngaduk-ngaduk perasaan kamu...
Mampir ya di
👇👇👇
🌹Jangan Salahkan Aku...Memilih Dia
__ADS_1
Atau bisa klik profil miss N di sana ada semua karya-karya miss N, jangan sampai gak mampir loh...
Kalau gak mampir gak Up lagi nih...Bercanda..😁😁😁