Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 95


__ADS_3

Untung Inge percaya sama aku, kalau gak bakal ketahuan nih rencana Devan,, Batin Nita


"Eh ini apa ya ?" tanya Nita yang melihat bungkusan yang tergeletak di atas Gazebo itu.


"Oh iya tante, ini tadi aku mampir di toko kue buat beli ini buat Inge dan semuanya," ucapnya sambil menyerahkan bungkusan itu. Inge langsung menyambarnya.


Saat bungkusan itu terbuka, Inge sangat senang karena melihat isinya adalah kue kesukaannya.


"Wah ini kan kue kesukaanku, kamu memang sahabat terbaik Nia," ujar Inge berbinar


" Giliran makanan saja kamu bilang aku sahabat terbaik,"


"Gak kok Nia sayang, kamu memang is the best deh di hati aku setelah kak Devan," ucap Inge lalu memeluk Nia


"Mama gak Is the best nih ?" ucap Nita cemburu


"Kalau mama is the bestnya di atas kak Devan dong," ujar Inge sambil memeluk mama Nita juga.


"Sayang kamu menomor duakan aku ?" tanya Devan yang dari tadi sudah gak sabar kembali ke sana, akhirnya dia memutuskan buat kembali ke taman belakang itu.


"He..he..maaf sayang Is the bestnya menurut urutan umur," ucapnya cengengesan.


Moga aja kak Devan gak merajuk, kalau merajuk bisa berabe,, Batin Inge


"Iya juga ya sayang, aku ngalah deh demi yang lebih tua," ucap Devan


"Kamu ngatain mama tua ya Van, Awas kamu ya dasar anak nakal," ucap Nita sambil menjewer telinga Devan.


"Aduuh..duh..ma, sakit..Ampun..," ucap Devan meringis kesakitan. Nita melepaskan jewerannya.


"Lagian kamu ngapain balik ke sini, kami lagi ngobrol urusan perempuan, yang cowok di larang nimbrung," ujarnya


" Devan kangen sama Inge ma, lagian kenapa sih mama dan Nia ngambil Inge dari Devan, Devan kan gak sanggup jauh-jauh dari Inge ma," ucap Devan manja.


Nia sampai kaget melihat tingkah Devan yang manja sekali kepada mamanya itu, Inge tersenyum melihat Nia melongo.


"Ini belum seberapa Nia, lo pasti lebih kaget lagi kalau lo melihat banyak sifat kan Devan yang berbanding terbalik dengan apa yang kita tahu selama ini," ujar Inge


"Eh sepertinya ada yang aneh deh, tapi apa ya ?" ujar Nia seperti teringat sesuatu tapi masih samar-samar.


"Oh iya...bukannya kalian lagi marahan ya ," ujarnya


"Apa ? Siapa yang marahan Nia ?" tanya Nita kaget


"Ini tante Inge sama kak mmmmp..." Inhe membekap mulut Nia sehingga Nia tidak bisa lanjutin ucapannya.

__ADS_1


"Gak kok ma, aku lagi marahan sama Mika karena dia ngerjain aku tadi pagi," ucap Inge sambil mengode kearah Devan.


"Iya ma, tadi Inge juga cerita sama Devan, kalau dia sempat marahan sama Mika, tapi sekarang mereka sudah baikan kok, ya kan sayang ?, Inge menganggukkan kepalanya.


"Ooo kirain, ya sudah mama tinggal dulu ya. Mama mau masak dulu buat makan siang kita," ujarnya kemudian Nita kembali masuk ke Mansionnya.


Huff...


"Syukurlah mama gak curiga," ucap Inge masih membekap Mulut Nia. Nia menggigit tangan Inge.


Aww..


Jerit Inge ketika Nia menggigit tangannya itu.


"Sayang kamu tidak apa-apa?" bukannya menjawab pertanyaan Devan tapi dia malah memarahi Nia.


"Lo kanibal ya, main gigit-gigit aja tangan gue,"


"Habisnya aku gak bisa nafas tau gak ? Aku hampir pingsan tadi," ucapnya masih mengatur nafasnya.


"Maaf gue lupa ngelepasnya..he..he.., lo gak apa-apa kan ?" tanya Inge


"Gimana sih tadi marah sekarang udah cengengesan lagi, dasar wanita," guman Devan


"Sayang kamu bilang apa ?" tanya Inge karena dia mendengar sekilas apa yang Devan katakan


"Sebenarnya apa sih yang kalian rahasiain sama aku ?" tanya Nia


" Ini semua gara-gara kak Devan nih, jadi ketahuan kan kalau kita marahnya bohongan," ucap Inge kesal sama Devan


"Loh kok Aku sih sayang," ucap Devan


"Eh tunggu..tunggu, apa kalian bilang tadi ? kalian marahannya bohongan, maksudnya apa sih ?" tanya Nia Binggung


"Tuh kan, terpaksa deh kita harus ceritain sama Nia, kalau gak rencana kita bisa gagal," ucap Inge.


" Rencana ? rencana apa sih," tanya Nia makin binggung sama pasangan tersebut.


"Jadi gini Nia, Aku sama Kak Devan marahannya cuma settingan aja kok, kami ingin mengungkap rencana Alvian dan Mela," cerita Inge


"Emangnya apa yang mereka rencanakan ?" tanya Nia


"Kami gak tau jelasnya, yang pasti mereka mau kalau aku dan kak Devan berpisah, nah karena itu kami mengikuti alur rencana mereka agar mereka senang terlebih dahulu, saat mereka sudah berada di atas angin baru deh kami hempaskan lagi ke bumi," ucapnya


"Kamu memang licik sayang, aku makin cinta sama kamu, kamu itu cerdas," ucap Devan

__ADS_1


"Iya dong sayang, pacar siapa dulu dong, he..he.." ucapnya yang membuat Devan ingin memeluknya.


"Stoop..jangan mesra-mesraan di depan aku ya, gak tau apa kalau aku lagi galau," ucap Nia memisahkan mereka yang sudah berpelukan.


"Iri aja lo, emang lo galau kenapa ?" tanya Devan


"Apa lagi kalau bukan karena kang mas Edonya ha..ha.." ucap Inge


"Kenapa lagi sama si kunyuk itu ?" tanya Devan


"Loh kok jadi bahas aku sih, kita kan tadi lagi bahas kalian," ujar Nia


"Iya..ya..ini gara-gara kamu nih sayang, lebih baik kamu masuk sana biar aku saja yang ceritain sama Nia, siapa tau dia juga bisa bantu kita buat mengungkapkan dalang di balik mereka," suruh Inge ke Devan.


"Iya deh, tapi janji ya nanti hadiahnya," ujar Devan mengedipkan mata genitnya kearah Inge lalu pergi dari sana.


"Iya..iya..," Inge memutar matanya malas. Nia hanya tersenyum melihat tingkah pasangan itu.


"Terus gimana lagi Nge ?" tanya Nia antusias


"Tadi sampek mana, jadi lupa kan," ujar Inge


"Dasar kamu Nge, masih muda udah pelupa aja," ucap Nia


"Gimana ya..abisnya hati dan pikiran aku semua sudah di penuhi sama Kak Devan seorang," ucapnya sambil senyam-senyum


"Dasar lebay..." ucap Nia kemudian mereka berdua tertawa.


"Tadi sampek mana sih ? gue beneran lupa loh," ujar Inge


"Tadi kamu bilang kalau pak Alvi dan Mela sekongkol buat misahin kalian," ujar Nia


"Oh iya..gue baru ingat," ujarnya


"Yeay itu kan udah aku ngomong tadi baru kamu ingat," ucap Nia


"Iya he..he.." sahutnya cengengesan


"Jadi gak sih di lanjutin ceritanya nih ?" tanya Nia kesal dari tadi Inge bercanda terus.


"Iya..iya..Kita curiga kalau mereka hanya suruhan seseorang saja, karena apa untungnya buat mereka buat misahin kami kalau bukan orang yang lain yang menyuruh mereka."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘

__ADS_1


Read...Like...Coment...Vote...


Thank's 🙏🙏🙏 Love U All❤❤❤


__ADS_2