Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 78


__ADS_3

Hallo Mika..lo di mana ? tanya Dion


"Gue di kantin kampus lagi ngopi," jawabnya jutek


"Enak ya lo ngopi-ngopi di situ, Ayo cepat kemari bikinin kopi buat gue," suruhnya


"Males..kan di sana ada Ipan, suruh Ipan saja buat bikinin kopi buat pak Dion,"


Mika kenapa aneh gini sih, kenapa sekarang dia panggil gue pak Dion biasanya kan dia panggil gue om ganteng ?,, Batin Dion


Udah berani ya lo, lo mau gue pecat hah ?" Dion sengaja mengancam Mika agar Mika segera datang ke sana.


"Pecat aja, lagian gue sudah bosan kerjaannya cuma duduk-duduk doang," ucapnya cuek


Dion menjatuhkan rahangnya ketika mendengar jawaban Mika, Dia tidak menyangka Mika akan secepat itu berubah padanya. Dion semakin uring-uringan, saat ini dia tidak bisa berpikir jernih dan akhirnya dia pun melangkah menuju kantin kantor.


Dion melihat Mika dengan santainya menyeruput kopi di pojokan kantin itu. Dion segera menghampirinya dan menarik tangan Mika agar mengikuti langkahnya menuju ruangan Dion.


" Lepasin gak..sakit tau," teriak Mika sehingga semua mata melihat ke arah mereka. Dion tidak mengubrisnya dan malah makin mempercepat langkahnya sehingga Mika harus berlari-lari kecil mengikuti langkahnya itu.


Banyak karyawan yang membicarakan kejadian yang mereka lihat tadi. Vera yang sedang berjalan menuju kantin mendengarnya.


"Kejadian apa ?" tanya Vera kepada beberapa karyawati yang lagi duduk di sana, mereka sedang menggosipkan tentang hubungan Dion dan Mika.


"Bu Vera gak tau ya, tadi itu Pak Dion menyeret Mika masuk ke dalam Ruangannya, kita-kita juga gak tau apa yang mereka lakukan di dalam ruangan itu, atau jangan-jangan mereka.." karyawati itu tidak melanjutkan ucapannya yang membuat Vera penasaran.


"Jangan- jangan apa ?"


"Bu Vera ini polos atau pura-pura Polos sih, kalau laki-laki dan permpuan berada di dalam satu ruangan dan di ruangan itu hanya mereka berdua kira-kira apa yang mereka lakukan," ujar trman karyawati tadi


"Diam kalian, gak mungkin Pak Dion seperti itu. selama ini Pak Dion tidak pernah macam-macam," ujar Vera, wajahnya sudah memerah antara marah dan cemburu.

__ADS_1


" Itu kan sebelum Mika kerja di sini, Mika itu kan centil,, mungkin saja kan pak Dion sudah kepincut dengan rayuannya."


"Iya gue juga lihat tadi pagi dia di antar sama mobil mewah, mungkin pak Dion cemburu dan mungkin jugs gara-gara itu tadi pak Dion kelihatan marah padanya," ujar teman satunya. Vera makin tak terbendung marahnya, akhirnya dia menhrmoaskan tubuhnta di sebuah kursi yang ada di sana, netranya melihat sebuah tas berada di sana.


Ini kan tas nya Mika, aku tunggu saja dia di sini,, batinnya


Sementara Dion yang sudah sampai di ruangannya langsung menghempaskan tubuh Mika ke sofa yang ada di dalam ruangan itu.


"Mau lo apa sih hah ?" bentak Dion


"Mau gue lo pekerjakan gue dengan sebenarnya, bukan hanya duduk-duduk saja di luar sana," jawab Mika masih jutek


"Oke..oke..kalau itu yang lo mau, gue akan turutin. Mulai besok, paginya lo harus kerumah gue untuk mempersiapkan kebutuhan gue seperti pakaian dan bikinin kopi dan sarapan buat gue, di kantor lo harus mencatat semua jadwal gue dan mempersiapkan apa yang di perlukan sewaktu ada rapat. Siangnya lo harus bikinin gue makan siang dan lo tidak boleh pulang apabila gue lembur, lo harus temenin gue di kantor, lo baru boleh pulang ke rumah disaat gue sudah tidur, dan begitulah tugas rutin lo," Cerocos Dion tanpa rem.


Mika melongo, dia pikir tugas seorang asisten tidak seberat itu.


Ini sih kerja Rodi namanya, gak salah tu gue harus ngelakuin itu setiap harinya, tapi gak apa-apa deh hitung-hitung belajar mengurus suami he..he..,, Batinnya


"Oke Deal,, gue lebih baik banyak kerja dari pada gue duduk-duduk aja di sini," ujarnya mantap padahal hatinya udah cenat cenut memikirkan apakah dia akan sanggup mengerjakan pekerjaan sebanyak itu setiap harinya.


"Gak mau,, kan gue mulai kerjanya besok, hari ini aku mau Refresing agar punya tenaga ekstra untuk menghadapi pekerjaan besok." ucapnya sambil bangkit hendak keluar dari ruangan itu tapi Dion menahannya.


"Ada apa lagi sih pak ?


"Lo mau kemana ? ini masih jam kerja," ujar Dion mencekal tangan Mika


"Gue sudah bilang tadi, gue mau refresing, jadi pak Dion yang terhormat izinin Gue buat pergi ya," ucapnya sambil melepaskan tangannya dari Dion


Dion melongo mendengar ucapan Mika, dia tidak menyangka Mika akan berubah drastis seperti itu. Sementara Mika tertawa lepas ketika sudah berada di luar ruangan Dion, dia berhasil membuat Dion uring-uringan kemudian Mika segera pergi dari sana menuju ke kantin untuk mengambil tas nya karena sewaktu tadi Dion menariknya Dia tak sempat mengambil tasnya itu.


Saat Mika sampai di kantin di tempat duduknya tadi sudah duduk Vera dengan wajahnya yang masih memerah menahan marah.

__ADS_1


"Eh Ada Bu Vera, maaf Bu saya mau ambil tas saya," ucapnya Sopan, Vera bangun lalu menampar Mika.


"Plaakkk...


"Awww...


"Bu Vera kenapa nanpar aku, emang apa salah aku ?" tanya Mika binggung


"Dasar cewek murahan, apa yang kamu lakukan di dalam ruangan Dion hah..berani-beraninya kamu menggoda Dion," bentak Vera, semua mata memandang ke arah mereka.


"Maksud Bu Vera apa ?" tanya Mika masih tidak mengerti apa yang terjadi


"Jangan sok polos kamu, kamu pikir saya tidak tau apa yang kamu lakukan, gadis seperti kamu mana munkin keterima kerja di sini kalau tidak dengan menggoda Bos sampai-sampai Big Bos pun merekomendasikan kamu buat kerja di sini, ujar Vera masih dengan nada marahnya.


"Maaf bu Vera, aku tudak mengerti apa maksud bu Vera, lagian aku tidak tau siapa Big Bos yang Bu Vera maksud, jangankan menggodanya kenal aja enggak, jadi Bu Vera jaga ucapan Ibu,"


"Jangan sok suci kamu, saya tau gadis seperti kamu bisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang kamu mau, sudah cukup Big Bos saja yang kamu rayu jangan lagi Dion yang akan kamu jadikan korban selanjutnya," ujar Vera


"Emang kenapa kalau aku merayu Om Ganteng, kan gak ada hubungannya sama Ibu, om Ganteng bukan siapa-siapanya bu Vera kan ?" Ucapan Mika membuat Vera bungkam, memang benar kalau dia bukan siapa-siapanya Dion, akan tetapi dia itu mencintai Dion.


"Bukan urusan kamu saya ada hubungan sama Dion atau enggak, yang jelas kamu tidak boleh merayunya." Ucapan Vera sedikit melunak.


"Kenapa tidak boleh, apa alasannya..om ganteng saja tidak keberatan, aku mau merayu dia atau mau ngapa-ngapain sama dia bukan urusan bu vera."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Mohon dukungannya ya di Novel miss N yang berjudul:


*Jangan Salahkan Aku...MemilihDia *

__ADS_1


Agar novel miss N yang satu ini juga lulus kontrak juga.


Makasih🙏🙏🙏Love U All❤❤❤


__ADS_2