
"Atau apa ?" tanya Al
" Atau hilang tanpa jejak, saya tidak mau mengalami nasib seperti yang lainnya yang menantang atau mengusik mereka, saya lebih baik resain saja jadi Asistenya Bos," ujar Sam yang membuat Al naik pitam.
"Jadi kamu mau menentangku Sam ?"Bentaknya.
"Saya tidak berani Bos, tapi saya masih sayang sama Istri dan anak saya yang masih kecil Bos, saya tidak mau mereka terkena imbasnya karena kebodohan saya ini," ujar Sam membuat Al semakin marah.
"Oke..saya tidak butuh Asisten seperti kamu, saya bisa melakukannya sendiri tanpa kamu Sam, sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah menginjakkan kaki mu di sini lagi," ujar Al membuat Sam terperanjat, dia tidak menyangka Al akan berkata seperti itu padahal dia tadi hanya mengancam agar Al tidak melanjutkan rencananya itu karena semua itu akan merugikannya sendiri.
Sam pun akhirnya pergi dari sana dengan wajah sedihnya, Sam sudah lama mengikuti Al sehingga dia merasa berat meninggalkan Bos nya itu dalam keadaan terpuruk seperti itu sekarang.
Tapi apalah daya Sam, dia hanyalah seorang Asisten yang bisa kapan saja di pecat oleh Bosnya itu.
Sepeninggalnya Sam, Al membanting apa saja yang ada di depannya, dia menyesal telah menyuruh Sam buat pergi dari sana, padahal Sam adalah Asisten yang setia dan perhatian sekali padanya.
"Aaaaaa..." teriaknya
"Gue harus mencari sendiri orang-orang yang mau bekerja sama dengan gue untuk menjatuhkan Mr DP dari kejayaannya , gue gak rela dia semena-mena sama gue, Gue harus bisa membuat perusahaannya bangkrut sampai ke akar-akarnya." ucap Al dengan serigainya.
🌹🌹🌹
Inge sedang melamun di Batu besar air terjun seperti biasanya, Air mata masih membasahi ke dua matanya yang indah itu. Dia belum bisa menerima kalau nasib cintanya akan berakhir seperti ini, Dia sangat kangen dengan sosok Devan yang selalu bisa membuatnya nyaman dan membuatnya bahagia di saat berada di dekatnya.
Semakin Inge ingin melupakan semua kenangan bersama Devan, rasa rindunya semakin besar kepada Devan.
"Dedemit di mana kamu, aku ingin segera bertemu dengan mu agar bisa menunaikan janjiku untuk menjadi pengantin mu, Semoga kamu cepat datang agar Kak Devan tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatiku lagi karena kami gak akan bisa bersatu di sebabkan di dalam tubuh kami mengalir darah yang sama," ujar Inge masih menangis.
Dari balik semak, sepasang Netra memantau Inge dengan Air mata mengalir juga di pipinya.
__ADS_1
"Inge..maafin gue, di saat lo sedih seperti ini gue gak bisa menjadi sandaran Lo, gue harus menahan diri agar rencana Kak Devan berjalan Lancar." guman sosok itu yang ternyata adalah Mika.
Saat Mika Hendak pergi dari sana sebuah tangan membekap mulutnya dan menbawanya menjauh dari sana.
"Emmmppmmm" Mika berusaha berontak, tapi tangan kekar itu tidak melepasnya melainkan membawanya ke sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.
Setelah memasukkannya ke dalam mobil baru orang itu melepaskan bekapannya. Mika kaget melihat orang itu yang ternyata Dion, Dion masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat yang jauh dari sana.
Di sebuah bukit dengan pemandangan hamparan pohon teh yang hijau, Dion menghentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya dan mulai naik ke bukit itu. Mika heran dengan apa yang di lakukan Dion, dia pun juga turun dan mengikuti Dion naik ke bukit itu.
"Om Ganteng , kapan Om sampai di sini ?" tanya Mika, Dion tidak menjawab,Wajah Dion terlihat seperti menahan marah.
"Om Ganteng..." Belum sempat Mika berkata -kata lagi Dion berbalik dan segera mencium bibir mungil Mika dan ********** kasar sehingga Mika tidak bisa bernafas, Mika mengigit bibir Dion agar dia melepaskan ciuman panasnya itu.
Benar saja Dion melepaskan pangutannya itu dengan bibirnya yang sedikit berdarah kerena gigitan Mika.
Mika sangat marah kepada Dion, dia berbalik hendak pergi dari sana, tapi Dion memeluknya dari belakang sehingga membuat langkah Mika terhenti.
Deggg...
Jantung Mika berpacu mendengar ucapan Dion yang seperti orang tak bertenaga itu. Perlahan Dion melepaskan pelukannya ketika dia memastikan kemarahan Mika sudah mereda.
Dion perlahan membalikkan tubuh Mika menghadap ke arahnya.
"Mika Aku gak tau sejak kapan perasaan ini datang, aku pun gak tau perasaan apa ini, yang pastinya aku sangat marah saat melihatmu dekat dengan Pria lain." ucap Dion, Mika masih mematung , dia seakan tak bisa berkata apa-apa mendengar ungkapan hati Dion itu.
"Mika aku cemburu saat Andi meminumkan air ke mulutmu, ingin rasanya aku membantingnya saat itu juga, aku marah dan aku langsung menuju kemari hanya untuk bertemu dengan mu dan menjagamu dari pria lain,"
"Kalau itu yang di namakan cinta,, Ya Aku cinta pada mu Mika..I Love U Mika..." teriaknya menghadap ke arah hamparan pohon teh yang berjejer itu.
__ADS_1
Tesss..
Air mata Mika jatuh di pipinya mendengar ucapan Dion yang sangat menyentuh hatinya itu, kata-kata itu yang selama ini dia tunggu-tunggu akhirnya keluar juga dari mulut Dion, sekarang dia mendengarnya dengan Jelas di saksikan Alam semesta yang membuatnya semakin terharu saja.
Dion Kembali berbalik ke arah Mika, Dion yang melihat Mika menangis jadi khawatir.
"Hei..kenapa kamu menangis, kamu gak suka aku mgomong seperti itu ? " tanya Dion, Mika menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa ? " tanya Dion, bukannya menjawab Mika malah berjalan menuju tempat Dion tadi berdiri menghadap hamparan pohon teh itu.
"Om Ganteng...I Love U Full... Sarang Heo... Aku Cinta Kamu...sebesar gunung itu.." teriaknya Mika sambil menunjuk ke arah gunung yang jauh di sana.
Dion cemberut, Mika berbalik dan melihat perubahan wajah Dion.
"Om Ganteng kenapa ? Apa ada yang salah ?" tanya Mika heran dengan perubaham wajah Dion itu.
"Aku gak suka kalau kamu cinta sama aku sebesar gunung itu, karena kalau gunung itu di keruk berarti cintamu akan habis juga sepertinya," ucap Dion merajuk
"Ha...ha..ha..," seketika tawa Mika pecah, ternyata Dion punya sisi lain yang Mika dan lainnya gak tau, Sifat manjanya tiba-tiba muncul begitu saja di hadapan Mika. Mika segera membawa Dion kedalam pelukanya.
"Cup..cup..cup..jangan ngambek lagi, kamu maunya cintaku sebesar apa buat kamu ?" tanya Mika
"Aku maunya Cintamu padaku sebesar cinta ku padamu," ujar Dion
"Berarti lebih kecil dari gunung itu dong,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like...Coment dan Vote ya ...
__ADS_1
Yang banyak dong...😊😊😊