Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 60


__ADS_3

Di Pantry Zain sudah duduk santai di kursinya menunggu Xindy selesai memasak namun Jo malah membantu Xindy memasak.


Melihat Jo begitu akhirnya Zain juga ikutan membantunya sehingga bukan membantu tapi mereka malah ngerecokinnya.


"Sudah gue aja yang ambil,"


"Gue aja ," ujar Zain


"Gue duluan yang ngambil wleek..," ucap Jo sambil memeletkan lidahnya.


"Siniin gak, biar gue yang ngasih ke Indah,"


"Enak saja lo, gue capek-capek ngambil malah lo yang mau kasih, enak banget hidup lo ," ucap Jo


"Biar gue..


"Gue..


Praang....


Piring itu pecah berantakan di lantai, Xindy kaget dan cepat menghindar akan tetapi pecahan piring itu sempat mengenai kakinya sehingga terluka dan berdarah.


"Awww...


Pekik Xindy sambil memegang kakinya.


"Indah..kamu gak apa-apa ?" tanya mereka bareng


"Gak apa-apa kata kalian, kalian ini sebenarnya kenapa sih, aku perhatiin dari tadi pagi sikap kalian aneh banget," ucap Xindy


"Lo sih tadi gak ngijinin gue ngasih piring itu buat Indah ," ucap Zain


"Lah kok gue, kan lo yang main rebut aja piring di tangan gue, jadi kena Indah kan ,"


"Stoop !!!!!


Teriak Xindy lalu berjalan menuju lemari gantung dan mengambil kotak P3k di sana .


"Indah biar aku saja yang ngobatin ya ," ucap Jo


"Gak usah biar gue saja ," ujar Zain


"Gak usah..aku bisa sendiri ," ucap Xindy lalu berjalan ke arah sebuah Kursi dan duduk di sana kemudian mengobati lukanya sendiri.


"Masakan sudah jadi, kalian taruh saja di piring sendiri aku mau ketoilet dulu," ucap Xindy


"Tapi...

__ADS_1


"Kenapa kalian mau ikut juga, awas kalian kalau ngikutin aku, aku pisahin kepala sama tubuh kalian," ucap Xindy lalu berjalan tertatih-tatih menuju ke Toilet.


"Serem amat sih si Indah kalau ngancam begitu amat, tapi aku suka ," ucap Jo


"Lo baru tau kalau Indah itu serem, gue dong sudah tau seluk beluknya si Indah ," ujar Zain bangga


"Apa...maksud lo lo sudah lihat lekuk tubuhnya Indah , waah..parah lo Bro..lo ngintip di mana ? gue ikut dong ," Ujar Jo


Pletaaak...


Awww...


Jo meringis kesakitan terkena jitakan Zain


"Lo ngapain sih main jitak-jitak aja, ini kepala tau bukan batok kelapa ,"


"lagian lo sih, pikiran lo tu memang sangat mesum ya," ujar Zain


"Terus apa tadi Seluk beluk ?


"Maksud gue itu gue sudah tau wataknya Indah gitu ,"


"Ooo bilang dong, gak usah pakek seluk beluk juga kali, kan pikiran gue jadi ngeres dengarnya he..he..


"Udah Ah dari pada gue ngomobng panjang lebar sama lo lebih baik gue makan aja dulu," ujar Zain


"Lebay lo Jo ,"


Mereka pun akhirnya menaruh sendiri makanan di piring masing-masing lalu memakannya.


Xindy berjalan tertatih-tatih keluar dari toilet itu, Leni melihat Xindy dan dia tertawa senang, dia pikir Zain yang membuat kaki Xindy seperti itu.


"Ha..ha..rasain lo Ndah, jangan semuanya cowok lo embat, jadi gini kan akibatnya," ucap Leni, Xindy menghentikan Langkahnya.


"Maksud lo apa ?


"Jangan pura-pura begok deh lo, lo sama pak Zain mau sama pak Jo juga mau, sebenarnya lo itu wanita baik-baik bukan sih, tapi kalau gue lihat nih ya lo itu wanita murahan." ucap Leni


"Leni...!!!!


Teriak Inge yang baru saja keluar dari ruangan Zain, Leni kaget karena Inge mendengar ucapannya tadi


"Jangan sekali-kali mulut busuk mu itu menghina calon menantu saya ya, mulai sekarang kamu saya pecat dan kamu segera angkat kaki dari sini," ujar Inge marah.


"Maafkan saya Bu, jangan pecat saya, saya mengaku salah bu, saya ini adalah tulang punggung keluarga bu kalau ibu pecat saya siapa yang membiayai keluarga saya nanti bu ," ucap Leni berurai air mata.


"Saya tidak mau tau, Mulai sekarang saya tidak mau melihat wajah kamu di Kantor ini lagi, cepat kemasi barang-barang kamu," ujar Inge

__ADS_1


"Ma..Jangan begitu Ma, kasihan mbak Leni kalau Mama memecat dia, siapa nanti yang memberi nafkah keluarganya, Ma Indah mohon Ma jangan pecat mbak Leni ya Please ," mohon Xindy


Inge melihat ke arah Xindy, ketulusan hati Xindy sangat menyentuhnya.


Hufff..


"Baiklah saya tidak akan memecat kamu asalkan kamu berjanji tidak akan mengusik Indah lagi, kalau sampai kamu ketahuan mencari gara-gara sama Indah kamu tau sendiri akibatnya."


Gleek..


Leni menelan salivanya, dia tidak pernah melihat Bu Inge marah seperti itu sebelumnya.


"Baik Bu, terima kasih banyak Bu," ucapnya


"Jangan berterima kasih sama saya, kamu berterima kasih lah sama Indah karena dia yang meminta saya agar tidak memecat kamu," ujar Inge.


"Indah..maafin sikap saya yang tidak pantas sama kamu, saya berjanji tidak akan mengusik kamu lagi, terima kasih banyak ya Indah, saya berhutang budi sama kamu," ucap Leni sambil mennyalami dan hendak mencium tangan Indah.


"Jangan seperti ini Mbak, saya hanya mau Mbak Leni sadar, saya tau kalau Mbak Leni suka sama mas Zain tapi Mas Zain itu milik saya Mbak, jadi saya harap mbak Leni mencari pengganti Mas Zain di hati Mbak Leni ya," ucap Xindy Lembut


"Indah aku sangat Iri sama kamu, kamu sangat baik hati dan gak pernah membalas apa yang aku lakukan terhadapmu, aku bersyukur bisa di pertemukan dengan gadis sebaik kamu Ndah , pak Zain pasti sangat beruntung di cintai oleh gadis seperti kamu," ucap Leni


"Iya Mbak Leni jangan nangis lagi dong, jelek tau, jadi kangen sama mbak Leni yang cerewet.." ujar Xindy


"kamu bisa aja Ndah, mulai sekarang kita teman kan ?" tanya Leni


"So pasti...selama ini juga gitu kan, Yach walaupun mbak Leni kadang-kadang nyebelin sih he..he..," ucap Indah


"Maafin aku ya Ndah ,"


"Loh kok minta maaf lagi sih, kan tadi udah, nunggu lebaran baru maaf-maafan lagi ," ucap Xindy


Ha..ha..ha..Indah kamu bisa aja ya Sayang, Oh ya Mama pulang dulu ya sayang, Mama Titip Zain sama kamu ," ucap Inge sambil memeluk Xindy.


Leni ternganga melihat sikap Bu Inge pada Indah tidak seperti Atasan sama Seorang OG tapi lebih mirip orang tua ke Anaknya.


"Ndah..gue heran deh, sebenarnya kamu itu siapa sih, kenapa Bu Inge sampai begitu sayang sama kamu," tanya Leni


"Kan saya sudah bilang Mbak, saya itu calon Istrinya Pak Bos, Mbak leni sih gak percaya," ucap Xindy


"Jadi beneran kalau kamu calon Istri pak Bos, aku kira kamu hanya ngaku-ngaku saja," ujar Leni


"Yeay..itu sih embak kali he..he..,"


Mereka pun akhirnya tertawa..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2