
Mika sudah siap-siap mau pergi kekantor, Dia sekarang sudah tinggal di mansionnya Pak Bondan atas Permintaannya Devan karena Devan tidak mau kalau Inge merasa bosan di sana walaupun ada mamanya yang mungkin selalu menemaninya.
Awalnya Mika menolak tetapi Dia juga berpikir kalau tidak tinggal di sana mau tinggal di mana lagi, kontrakan yang dulu di sewakan oleh Inge sudah habis masa sewanya dan pada akhirnya dia menerima tawaran Devan untuk tinggal bersama Inge di mansionnya papanya Devan.
Saat pertama kali Mika ke sana, dia di buat takjub melihat rumah sebesar itu, dia mengeluarkan air liurnya yang membuat Bondan dan Nita tertawa terbahak-bahak melihatnya.
Bondan dan Nita sangat senang kalau mereka berdua tinggal disana karena rumah itu bakalan rame karena kekocakan mereka berdua.
Mika sudah tampil cantik dengan pakaian kantornya, hari ini dia berencana akan menjalankan rencananya untuk menaklukan hati Dion dengan cara yang berbeda. Dia keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan, disana sudah terlihat Pak Bondan dan Bu Nita.
"Tante Inge mana? kok gak sarapan bareng kita ?" tanya Mika lalu duduk di kursinya.
"Pagi-pagi sekali tadi dia sudah di jemput sama Devan, Katanya Inge kepengen makan bubur favoritnya, kamu kok telat ke kantornya hari ini ?" Tanya Nita balik karena ini memang sudah jam sembilan pagi.
"Hari ini aku udah izin telat tante," jawabnya, Nita tidak bertanya-tanya lagi, mereka pun mulai sarapan.
"Tante .. Om..Aku pamit ke kantor dulu ya," ucap Mika setelah selesai sarapan.
"Mika ! kamu ke kantornya naik apa ?" tanya Bondan.
"Biasa Om , naik angkot dan kalau lagi macet ya naik ojek," jawabnya
"Hari ini kamu bareng sama Om saja, Om juga mau ke Arah kantor kamu kok, ada perlu di daerah sana," ajak Bondan
"Beneran Om..Alhamdulillah, terima kasih ya Allah telah memberi rahmatmu kepadaku hari ini, aku tidak perlu mengeluarkan ongkos angkot ataupun ojek, uangnya bisa buat tabungan nikah sama Om ganteng," ujarnya sambil sujud syukur di lantai.
Bondan dan Nita tertawa melihat tingkah lebay Mika, itu yang mereka suka dari Mika. Mika orangnya terlalu polos dan spontan ketika menghadapi sesuatu, dia juga orangnya kocak sama seperti Inge calon menantu mereka.
"Ayok Om.." Ajaknya sambil menuju ke arah mobil Bondan lalu ketika pak supir hendak membukakan pintu mobil untuk Bondan Mika menahannya.
"Biar saya saja pak, Hari ini spesial buat Om yang baik hati biar Princes Mika yang membukakan pintu buatnya," ujar Mika dengan tingkah kocaknya. Bondan dan Nita kembali tertawa dan pak supir pun ikut tertawa melihat tingkah Mika itu.
" Silahkan masuk Om Bondan yang baik hati," ucapnya lalu Bondan segera masuk ke mobil.
"Om bisa geser dikit gak, aku mau naik nih," ujar Mika
__ADS_1
" Kan bisa lewat sana ? " ucap Bondan
"Males Om, lewat sana jauh mendingan lewat sini aja lebih dekat he..he..," ujarnya, Bondan menjatuhkan rahangnya, baru saja dia hendak memuji Mika karena sudah membukakan pintu mobil untuknya sudah di suruh-suruh aja sama anak itu.Akan tetapi Bondan bukannya kesal malah mengikuti kemauan Mika . Nita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulah Mika.
Seru juga melihat Mika mengerjai mas Bondan, mana ada orang yang numpang malah nyuruh-nyuruh yang punya mobil kayak gitu, dasar anak nakal,, Batin Nita sambil tersenyum
Mobil pun akhirnya melaju menuju arah kantor Perdana Coperation, saat setengah perjalanan Bondan mulai bertanya kepada Mika.
"Mika,, kamu lulusan apa kuliahnya ?" tanya Bondan
"Ha..ha..Om bercanda ya, aku mana ada kuliah Om, aku cuma lulusan SMA kok," Mika tertawa mendengar pertanyaan Bondan, sekali lagi Bondan menjatuhkan rahangnya.
"Kenapa kamu bisa jadi asisten Boss ? apa lagi perusahaan itu adalah perusahaan nomor satu di Jakarta,"
" Gak tau juga om, mungkin udah rejeki Mika kali," ujarnya santai
"Kamu gak ada rencana kuliah ?"
"Sebenarnya pengen Sih Om, tapi kendalanya di biaya, ini juga aku bersyukur bisa kerja di perusahaan itu, yah walaupun kerjaannya gak jelas sih," ucapnya.
"Emang asinten itu kerjaanya jagain meja ya om ?" Bondan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Mika.
"Maksud kamu ?
"Jadi gini,, Aku setiap hari hanya duduk di depan Ruangannya bos aku nih ya, gak boleh masuk ke ruangannya, dan yang lebih aneh aku gak boleh dekat-dekat dengan Bos aku itu," jelas Mika.
"Kenapa seperti itu, Bos kamu siapa sih ?"
"Om ganteng.."
"Om ganteng ? siapa dia ? perasaan gak ada bos disana namanya Om ganteng," ucap Bondan heran
"Eh iya,, sebenarnya nama bos mika itu Pak Dion," ujarnya
"Ooo jadi Dion toh," Bondan baru mengerti kenapa kerjaan Mika hanya duduk-duduk saja di kantornya, Dia tau kalau Dion tidak pernah mau mempunyai Asisten, Dion selalu terbiasa mengerjakan semuanya sendiri. Bondan berpikir ini pasti ada campur tangan Devan anaknya.
__ADS_1
"Mika kamu bisa naik motor gak ?" tanya Bondan mengalihkan pembicaraan
" Bisa Om ,, kalau di boncengi he..he.." ujarnya cengengesan
" Itu berarti kamu tidak bisa bawanya," ucap Bondan sambil tertawa.
Mobil itu berhenti tepat di depan kantor Perdana Corperation, Mika pun keluar dari mobil itu, semua yang lewat di sana melihat ke arahnya. ada yang mencibir dan ada pula yang iri sama dia yang diantar dengan mobil mewah itu.
"Eh lihat tu asistennya Bos, baru sebulan bekerja sudah di antar aja sama mobil mewah, jangan-jangan Dia jadi simpanan om-om lagi," Cibir mereka. Mika tidak memperdulikan cibiran mereka, selama dia tidak melakukannya itu tidak masalah baginya.
Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju kantin Kantor. Mika berpikir ngapain hanya duduk-duduk saja di depan ruangan bos lebih baik dia ngadem saja di kantin sambil ngopi.
Sedangkan Dion sudah uring-uringan di dalam ruangannya, dari tadi dia menunggu Mika datang kekantor akan tetapi Mika tidak muncul-muncul juga di sana, biasanya Mika sudah membuatkan kopi untuknya dan menaruh sarapan di mejanya, tapi hari ini jangankan kopi dan sarapan, orangnya saja gak ada di tempatnya.
Dion mau menghubunginya akan tetapi dia merasa gengsi karena selama ini Dion yang tidak mau dekat-dekat sama Mika.
Kemana sih tu anak, gak tau apa kalau gue sudah terbiasa minum kopi yang dia bikin, kalau gak ngopi sehari saja buatan dia rasanya ada yang hilang ,, Batin Dion.
Dion akhirnya membuang gengsinya dan segera menelpon Mika, Mika yang lagi ngopi di kantin melihat kalau Bos nya itu menelpon, Mika segera mengangkatnya.
"Hallo Mika..lo di mana ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Hai..hai...para Readers setiaku
miss N mohon bantuan dukungannya ya pada Novel kedua miss N yang berjudul :
* Jangan Salahkan Aku...Memilih Dia *
Karena novel ini lagi dalam proses menuju kontrak, diterima atau enggaknya tergantung Reader semua.
Jadi miss N mohon baca dan dukung karya miss N tersebut ya...
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏Love U All❤❤❤