
"Kemana aja sih lo, gue sudah Jamuran tau gak nungguin lo di sini," ujar Xindy kesal
"Maaf Bos Cantik, tadi sewaktu gue ke sini ada yang nyuruh bikinin kopi, yach gue bikinin dulu kopinya dari pada gue kena amukan mereka," ujar Radit
"Ada apa sih Bos Cantik pengen ketemu gue, kangen ya...?
"Kangen pala Lo, nih buat lo dan teman-teman lainnya," ujar Xindy sambil menyerahkan kresek yang ada di tangannya.
"Apa ini Bos Cantik ?
"Lo lihat saja sendiri,"
"Wiiihhh..Bos Cantik ngerampok mini market ya, banyak amat makanannya ?
Pletaakkkk...
Awww..
"Kok pala ku di jitak sih ?
"Makanya pala Lo itu jangan isinya maksiat aja, sekali-kali mikir buat amal gitu,"
"Oooo jadi Bos cantik beli semua ini buat amal ?
"Serah apa kata lo deh, yang penting itu semua buat lo, jangan lupa lo bagi-bagi tuh sama yang lain nanti di rumah," ujar Xindy lalu beranjak pergi
"Bos cantik mau kemana ? Xindy menatap tajam ke arah Radit. Radit membekap mulutnya karena ngeri dengan tatapan Xindy itu.
Xindy segera pergi ke parkiran dan mengambil motornya kemudian dia melajukannya menuju ke arah pasar.
"Lebik baik gue belanjanya di pasar saja lebih murah dan lebih Fresh," ucapnya
Setelah membeli beberapa bahan makanan, Xindy kemudian kembali ke kantornya.
"Kok gue laper banget ya..apa gue suruh saja si Indah untuk buatin gue Mie Instan buat nganjel perut gue ini, tapi gak deh nanti dia malah narok macam-macam lagi ke Mie nya, lebih baik gue seduh sendiri saja," ucap Zain lalu keluar dari ruangannya menuju ke Pantry.
"Mau kemana Pak ?" tanya Leni
"Mau ke Pantry ,"
"Mau makan ya Pak, biar saya bikinin ya ," tawar Leni yang memang tau kalau jam segini Zain sering lapar.
"Gak usah kamu kerjain saja yang saya suruh tadi, se jam lagi harus selesai,"
"Baik pak," Leni kembali mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
Zain melangkahkan kaki nya menuju Pantry dan membuka lemari penyimpanan makanannya. Saat dia membukanya dia kaget karena semua makanan Instant nya Raib di telan bumi.
"Loh Makanan gue kemana ?"
"Leni...!!!!
Leni kaget mendengar teriakan Zain, dia kemudian segera berlari menuju Pantry.
"Ada apa Pak Zain ?
"Kemana semua makanan saya , kenapa semuanya hilang ?
"Saya gak tau Pak, saya kan baru datang tadi," ujar Leni
"Atau jangan-jangan ulah si Gembel itu pak," ujar Leni
"Gembel..? Gembel siapa ?
"Itu tu Gadis yang tadi makan sambil lesehan di tiang sana, tadi sih dia pergi sambil menenteng sebuah Kresek,"
"Indah..!!! Lo mau cari gara-gara sama gue rupanya, oke gue ladenin apa mau lo," guman Zain
"Dia pergi kemana sekarang ?" tanya Zain
"Gak tau pak, mungkin kabur kali. Gini ya Pak, masak tadi dia nyelakain saya, nih lihat tangan saya pak sampai merah gini kerena ulah dia, dia sebenarnya siapa sih pak, kenapa dia bisa berada di sini," tanya Leni
"Loh kok bisa ?, di lantai ini kan gak di perlukan OG pak, kan Pak Zain sendiri yang gak mau kalau ada OG di sini," ujar Leni
"Gak usah nanya lagi, saya sudah pusing sama dia jangan kamu tambah bikin pusing lagi sama ocehan kamu, lebih baik kamu cari makanan buat saya, saya sangat lapar," suruh Zain
Ting...
Pintu Lift terbuka, terlihat Xindy dengan santainya keluar dari sana dengan menenteng bahan makanan di tangannya.
"Itu dia Gembelnya Pak ?, pecat saja dia pak..Gembel kayak dia tidak pantas bekerja di sini," ujar Leni yang membuat Kening Xindy berkerut.
Tapi bukan Xindy namanya kalau mudah terpancing dengan omongannya Leni, dia terus berjalan dengan santai menuju ke arah mereka.
"Lo bawa kemana makanan gue hah ?
"Makanan..makanan apa ?
"Makanan yang ada di lemari itu," tunjuk Zain
"Itu sih bukan makanan pak Bos, itu R..A..C..U..N," ucap Xindy sambil menekankan kata-katanya sambil melihat ke arah Leni.
__ADS_1
"Lo ngatain gue Racun ?" ujar Leni gak terima
"Emangnya lo ngerasa ?" jawab Xindy
"Tuh kan Pak lihat kelakuan dia yang bar-bar itu, sudah pak pecat saja dia dari sini," ujar Leni
"Yakin Pak Bos mau pecat saya ..?" ujar Xindy sambil tersenyum menyerigai, Zain jadi bergidik melihatnya, dia melihat ada ancaman di dalam ucapan Xindy itu.
"Leni..jaga ucapan mu, lebih baik kamu pergi dan kerjakan tugas kamu," ujar Zain yang membuat Leni menjatuhkan rahangnya, dia tidak menyangka kalau Zain akan berubah secepat itu karena baru saja dia melihat kalau Zain tidak menyukai Indah .
Leni kemudian keluar dari sana dengan wajah kesalnya.
"Huh kenapa sih pak Zain malah belain dia, kenapa gak pecat saja si gembel itu, ini sungguh membingungkan," guman Leni
Sementara di Pantry Xindy dengan santainya membuka Kulkas lalu segera menata beberapa bahan makanan yang di belinya tadi ke dalamnya.
"Lo belum jawab lo bawa kemana semua makanan gue ?"
"Sudah aku kasihin sama orang, lagian Pak Bos ini makanannya gitu amat, gimana gak cepat darah tinggi kalau begitu," ujar Xindy
"Lo...!Gue capek ngomong sama lo," ucap Zain lalu duduk di sebuah Kursi dan merebahkan wajahnya di meja yang ada di sana.
"Pak Bos kenapa lemas gitu ?" tanya Xindy
"Laper gue, biasanya jam segini gue makan Mie Instan atau cemilan tapi semuanya sudah lo buang," ujar Zain
"Bukan di buang Pak Bos tapi di sedekahkan," ujar Xindy
"Terserah deh apa kata lo, yang penting sekarang bagaimana caranya gue bisa kerja kalau perut gue laper gini," keluh Zain
"Tenang pak Bos Saya ada solusinya, pak Bos tunggu sebentar ya," ucap Xindy lalu mengambil beberapa bahan makanan kemudian segera mengolahnya menjadi masakan.
Wangi harum masakan Xindy membuat Zain mendongakkan kepalanya sambil menghirup dalam-dalam.
Kruukk..kruukk
Suara perutnya kembali menggema, Terlihat Xindy datang dengan dua piring makanan di tangannya lalu dia menaruhnya di depan Zain.
"Makanan apaan ini ?" tanya Zain setelah melihat bentuk makanan itu yang gak banget menurutnya.
"Eh Pak Bos jangan lihat bentuknya dong, ayo cobain pasti ketagihan," suruh Xindy sambil menyuapkan makanan itu ke mulutnya sendiri.
Zain bergidik melihat Xindy memakannya, Kerena sudah terlalu lapar Zain mencoba menyendokkan makanan itu dan memasukkannya perlahan-lahan ke mulutnya, ketika makanan itu sampai kedalam mulutnya Mata Zain membola dan segera mengunyahnya.
Zain terus memakannya dengan lahap yang membuat Xindy tersenyum melihatnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
DENDAM SANG PEWARIS menunggu kalian ya Reasders...😊😊