
"Apaan sih kak Edo ini, Narsis banget siapa juga yang terpesona sama kak Edo," ujar Nia ngeles
"Terus kamu kenapa benggong gitu ?
"Aku cuma heran, kak Edo beda dari biasanya,"
"Itu karena aku lagi jatuh cinta,"
"Sama siapa?
"Ada deh..mau tau aja," ujar Edo yang membuat Nia cemberut, bukan itu jawaban yang dia ingin dengar dari mulut Edo, Edo tertawa karena sudah mengerjai Nia.
Nia akhirnya punya Ide, Nia senyam-senyum sendiri sambil melihat ponselnya.
"Kenapa kamu senyam-senyum sendiri sambil lihat ponselmu,"
"Aku lagi jatuh Cinta,"
"Sama Siapa?
"Ada deh, kepo aja..." Nia membalikkan kata-kata Edo dan beranjak bangun dan berlari menjauhi Edo, Edo bangun dan mengejar Nia. Adegan kejar-kejaran pun terjadi di kantin itu sampai Edo berhasil meraih tangan Nia dan menariknya sehingga Nia terjerembat ke tubuh Edo dan akhirnya Nia sekarang berada di pelukan Edo.
Sorak riuh mahasiswa yang ada di kantin itu terdengar. Edo dan Nia baru menyadari kalau di sana bukan hanya ada mereka saja, mereka langsung melepas pelukannya.
"Kalau lagi jatuh cinta dunia seakan milik berdua, yang lainnya dianggap pajangan saja," goda Elang, Wajah Nia merah menahan malu.
"Kalian sudah seperti pasangan Devan dan Inge aja," ucap Andi yang lagi asik menikmati makanannya.
Nia tersentak, dia baru mengingat kembali kalau Inge dari tadi belum juga kembali.
"Kalian ada liat Inge gak ? tadi dia hendak menyerahkan tugas-tugas mahasiswa ke ruangan Pak Alvi tapi sampai sekarang dia belum balik-balik juga, aku jadi khawatir sama Dia soalnya dari tadi aku hubungi telponnya nyambung tapi gak di angkat, kalian ada lihat dia gak sih, apa dia sekarang bersama kak Devan," ujar Nia panjang lebar, Sudut matanya mulai basah.
Melihat itu Edo langsung merangkul bahunya dan membawanya duduk di kursi yang ada di sana. Tak satupun dari mereka yang bersuara, wajah mereka kelihatan cemas. Nia merasa ada yang tidak beres dengan exspresi yang mereka tunjukan.
"Kenapa kalian diam, apa terjadi sesuatu sama Inge ?" tanya Nia
"Inge lagi marahan sama Devan," Akhirnya Andi membuka suara
"Apa...kenapa bisa begitu ?
"Inge kedapatan sedang berpelukan dengan Dosen baru itu di dalam ruangannya oleh Devan," ucap Elang
__ADS_1
"Gak mungkin..gak mungkin Inge ngelakuin itu, ini pasti salah faham," ujarnya
"Kami juga berpikiran begitu, tapi Devan sudah keburu marah dan Inge lagi mengejarnya untuk menjelaskan semuanya pada Devan," ucap Edo
"Dia di mana sekarang, aku mau menemuinya," tanya Nia
"Kita juga tidak tau di mana Inge dan Devan sekarang, yang pastinya Devan marah besar pada Inge."
"Lo tau gak ada hubungan apa Inge sama Dosen baru itu ?" tanya Elang
"Aku sih gak tau pasti, tapi Inge pernah cerita kalau pak Alvi pernah menolong dia dan mamanya kak Devan saat di jambret di Mall, dan tadi Inge cuma mau ngaterin tugas anak-anak ke ruangannya pak Alvi saja kok, aku gak percaya kalau Inge yang memeluk pak Alvi duluan," ujar Nia
"Tapi tadi kita bertiga juga melihatnya kalau Inge berada di atasnya Dosen baru itu, bukan hanya Devan saja yang melihatnya," ucap Elang
"Ini pasti ada yang gak beres, sepertinya ada yang menjebak mereka, tapi siapa ya yang ngelakuin itu ?" ucapnya
"Mela...ya Mela, tadi sebelum Devan ke ruangan Dosen baru itu, Mela yang memancing-mancing agar Devan pergi kesana," ujar Edo
"Iya..gue juga curiga sama dia," ujar Andi
" Sekarang itu jadi tugas lo Ndi, lo harus selidiki Mela," ujar Elang
"Iya Dong..kan lo gak ada kerjaan, lagian kita udah lakuin apa yang lo suruh," ucap Edo
"Mana Ada, tugas lo kan udah kelar. Lagian Nia udah ceritain semua tentang Inge dan Dosen baru itu," ucap Andi
"Tapi gue masih ada satu tugas lagi yang belum gue lakuin," ucap Edo sambil melirik le arah Nia
"Apa itu ?" tanya Elang penasaran
"Lo kepo aja urusan orang, lo urus aja tugas lo yang belum kelar itu," ucap Edo
"Nia kamu mau makan apa biar Kang Edo pesanin," tanya Edo ke Nia
"Idiih lebay lo Do, Kang ? kang apa Kang somay ha..ha..," tawa mereka pun pecah mendengar ucapan Elang.
"Sirik aja kalian, udah Nia yuk kita pindah tempat, di sini banyak pengganggu," ucap Edo beranjak dari duduknya sambil mengandeng tangan Nia.
Sebelum mereka pindah tempat, dari arah pintu masuk kantin terlihat Inge berjalan memasuki kantin dengan wajah yang lesu dan tak bersemangat. Nia yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Inge ! kamu kemana Aja ? aku telponin kamu tapi kamu gak ngangkat." ujar Nia khawatir, Inge langsung berhambur kepelukan Nia sambil menangis, Nia membalas pelukannya dan akhirnya membawa Inge duduk di kursi yang berada di sana.
__ADS_1
"Sudah jangan nangis lagi, Mereka sudah cerita sama aku. kok bisa sih kamu sampai meluk pak Alvi ?"
"Tadi waktu gue masuk keruangan Pak Alvi tiba-tiba lantai yang gue pijak jadi licin sehingga gue terpeleset dan menimpa pak Alvi, Dan saat itu kak Devan datang ," ceritanya
"Nia...gue harus gimana ? Kak Devan tidak mau mendengar penjelasan gue," ucapnya sambil terus menangis.
"Terus Devannya mana ?" tanya Edo
"Gue juga gak tau, saat tadi gue ngejar dia gue kehilangan jejaknya," jawab Inge
"Gue gak tau harus gimana lagi, gue takut kak Devan jadi benci sama gue," ujar inge lagi
"Sudah dong jangan nagis lagi, kita akan berusaha bantu kamu kok Nge, aku yakin kalau Kak Devan tau yang sebenarnya dia akan maafin kamu kok," ucap Nia menenangkan Inge.
"Semoga...
Dari balik dinding, Mela yang mendengar obrolan mereka tersenyum puas, ternyata kesalah fahaman Devan dan Inge masih berlanjut.
Rasain lo gadis kampung, itu akibatnya karna lo sudah jeblosin Angel ke penjara, sebentar lagi nasib lo akan sama dengan Angel yang di cuekin sama Devan,, Batin Mela sambil menyerigai lalu pergi dari sana.
Inge tadi memang melihat Mela mengukutinya, sehingga dia sengaja bersikap lebay dan meyakinkan agar Mela tidak curiga padanya.
Setelah Mela pergi dari sana, Inge mengajak Nia untuk kembali ke ruangan kelasnya.
Sampai di sana, Bisma yang melihat Mata Inge sedikit sembab langsung menhampirinya.
"Inge..lo kenapa ? Lo kelihatan seperti habis nangis, siapa yang buat lo kayak gini ?" tanya Bisma
"Gue gak kenapa-kenapa kok Bisma, tadi gue hanya kelilipan dan sekarang sudah gak apa-apa kok,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Mana semangatnya Readers..💪💪💪
Jangan lupa Like...coment...dan Vote ya
Biar karya miss N makin bersinar..
Makasih 🙏🙏🙏Love U ❤❤❤
__ADS_1