
Hayo lo, lo sih punya mulut gak bisa di jaga, awas kena amukan Devan lo," ujar Andi menakut-nakuti Elang
"Kita duluan ya," ujar Devan yang sudah berada di dalam mobilnya.
"Loh gue gimana ?" tanya Andi
"Lo ikut mobil Elang," ujar Devan
"Gue se mobil sama Mika aja ya," ucap Andi yang membuat Dion memelototkan matanya ke arah Andi.
"Iya..iya..gue ikut mobil Elang saja, Mika hati-hati ya, nanti kalau dia macam-macam lo hubungi gue aja," ujar Andi
Dion menatap tajam ke arah andi seolah-olah mau menerkamnya.
"Peace.." Ucap Andi segera naik ke dalam mobilnya Elang.
Tinggallah Bondan dan Nita yang menunggu Jemputan.
"Dasar anak-anak muda, giliran sudah punya pasangan melupakan yang tua," ujar Nita
"Sabar Ma, kita juga dulunya begitu juga kan malahan lebih parah kita lagi he..he..," ucap Bondan sambil cengengesan
"Iya juga ya," ucap Nita
Setelah menunggu beberapa lama Akhirnya mobilnya sampai juga dan kemudian mereka pun naik ke mobil dan pak sopir melajukan mobilnya menuju Ke Jakarta.
Sementara Di sebuah Mansion seorang Gadis terbaring di ranjangnya dengan wajahnya yang di perban. terlihat juga seorang pemuda duduk di sampingnya, mereka adalah Angel dan Albert yang sedang menunggu Dokter yang akan membuka perban di wajah Angel.
"Al apa wajah gue akan secantik gadis di Foto itu ?" tanya Angel
"Iya..saya yakin kalau oplas kamu sukses karena saya percaya sama kemampuan Ferdi," ucap Albert
Tak lama kemudian Ferdi datang dengan tas di tangannya..
"Hallo Bro..apa kabar lo ?" ucap Albert menyapa Ferdi teman lamanya itu
"Seperti yang lo lihat, gue baik-baik saja, sepertinya lo agak kurusan deh Al," ujar Ferdi
"Iya nih, semenjak perusahaan gue hampir bangkrut gue banyak pikiran yang membuat gue jadi kurusan begini," ucap Albert yang membuat tawa Ferdi lepas.
"Makanya lo cari Istri Al, biar ada yang ngurusin elo, jangan jadi bujang lapuk terus," canda Ferdi
"Lo tau sendiri kan, gue gak butuh Istri, kalau gue lagi pengen gue jajan aja, lagian sekarang apa sih yang gak bisa di lakukan kalau kita banyak uang," ujar Al Terkekeh.
"Dasar lo ya..gak pernah berubah, nanti kalau lo sudah tua baru lo ngerasain gimana sedihnya hidup sendirian tanpa keturunan," ujar Ferdi
__ADS_1
"Udah lo jangan banyak bacot, lo urusin tuh adek gue," ujar Albert
Ferdi menghampiri Angel, dia mulai membuka tasnya dan mengeluarkan peralatannya.
"Kamu sudah siap ?" tanya Ferdi
"Iya.." Jawab Angel, Perlahan Ferdi mulai membuka perban di wajah Angel, satu demi satu perban telah terbuka, saat semua perban sudah tidak ada lagi di wajah Angel Albert pun tersenyum puas melihat hasik Oplas yang sempurna itu.
"Selamat Datang Catrien di dunia Albert..." ucap Albert sumbringah
Angel mengambil cermin dan melihat bayangannya di Cermin, dia merasa takjub ternyata Wajah ini yang dulunya membuat Devan tergila-gila.
"Mulai sekarang nama Lo adakah Catrien alias Keketnya Devan," ujar Albert
"Devan tunggu gue..gue akan datang sebagai orang yang lo cintai, dan gue akan misahin lo dengan gadis kampung itu," ujar Angel
"Lo jangan Lupa ya kalau lo juga harus bantuin gue," ujar Albert, Angel mengerutkan keningnya .
"Lo harus cari tau siapa Mr DP melalui si Devan," ujat Albert
"Kalau itu sih gampang, tapi lo harus ngasih tau semua informasi mengenai wanita yang wajahnya gue pakai ini agar nanti Devan gak curiga sama gue," ujar Angel
"Itu gampang," ucap Albert
Ferdi akhirnya pamit dan tinggallah Angel dan Albert yang sibuk dengan pikiran masing-masing.
Inge Sudah menyiapkan sarapan buat dirinya Dan Devan, Mereka sepakat untuk tinggal di apartement Devan saja karena Devan tidak mau mama dan Papanya selalu mengganggu mereka.
Awalnya Nita dan Bondan tidak menyetujui kalau mereka harus tinggal pisah dengan Inge, tapi karena Devan mau kembali kerja di kantornya makanya mereka mengizinkan Devan Dan Inge tinggal di Apartementnya dengan Syarat mereka harus sering-sering mengunjungi Bondan dan Nita di setiap Weekend.
Inge kembali ke kamarnya dan melihat suaminya masih terlelap karena semalam Devan menemani Inge nonton Drakor kesukaannya.
"Sayang...ayo bangun..," ujar Inge, Devan hanya mengeliat saja.
"Sayang...bangun dong ," Devan masih memejamkan matanya
"Sayang.." Devan menarik tangan Inge dan membawanya ke dalam pelukannya
"Sayang lepasin Dong.." ucap Inge
"Jangan gerak-gerak nanti ada yang bangun.Begini aja sebentar, isi daya dulu," ujar Devan
Inge kemudian membalas pelukan Devan itu, Sudah lima belas menit Mereka berpelukan tapi Devan belum melepaskan Inge juga.
"Sayang...!" Panggil Inge
__ADS_1
"Mmmm"
"Bangun yuk ," ajak inge
"Ini udah bangun sayang," ujar Devan
"Mana, kamu masih tidur kok," ujar Inge, Devan mengambil tangan Inge dan mengarahkannya ke tempat Si Jeki.
"Sayang...iiih mesum deh," ujar Inge lalu bangkit dari tubuh Devan, Devan tertawa melihat wajah Istrinya yang merona akibat ulahnya itu.
"Aku tunggu di bawah ya," ujar Inge hendak pergi
"Sayang mandiin Dong ," ujar Devan
"Gak mau..nanti kamu gak bisa nahan diri," ujar Inge lalu pergi dari kamar itu.
" Lucu banget sih Istriku itu, semoga dia nanti pas Suci gak main kabut-kaburan gitu, bisa repot jadinya," ujar Devan lalu menuju ke kamar mandi.
Devan sudah siap dengan kemeja putih dan celana bahannya, Rencananya hari ini dia mau ke Perusahaan Perdana Corperation untuk melamar pekerjaan.
Saat Devan turun ke bawah, Inge terlihat senyum-senyum sendiri menatap ke arah Devan.
"Kamu kenapa senyum-senyum begitu sayang ?" tanya Devan
"Kamu tampan kalau pakai baju begitu, kelihatan lebih dewasa gitu," ujar Inge
"Masak sih sayang," ujarnya lalu mengecup pucuk kepala Inge
"Aku belum pernah loh lihat kamu berpakaian kantor seperti ini, yach walaupun hanya kemeja dan celana bahan saja tanpa Jas, kamu sudah sangat berkarisma sayang," ujar Inge
"Kamu bisa aja sayang bikin aku seneng, kamu memang mood Buster aku," ujar Devan hendak mencium bibir Inge, Inge menutup bibir Devan dengan tangannya.
"Sarapan dulu yuk," ajak Inge, Devan menuruti saja kemauan Inge itu
Inge mengambil nasi dan lauk dan menaruhnya ke piring Devan dan meletakkannya di depan suaminya itu
"Sayang..suapin dong," ucap Devan manja
"Manja amat sih suamiku ini, makan sendiri aja kenapa," ujar Inge
"Gak mau,, aku maunya di suapin," ujar Devan ngambek seperti anak-anak yang butuh kasih sayang.
"Ya udah...sini aku suapin," ujar Inge kemudian mengambil makanan Devan dan menyuapinya.
"Mau lagi.." ucap Devan manja...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya ya..buat CS aku yang di ikut lombakan, tinggal 16 hari lagi loh sebelum pengumumannya..buruan mampir ya..🙏🙏🙏