Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 98


__ADS_3

"Sayang...kamu udah main rahasia-rahasiaan sama aku ya, kamu sudah gak percaya lagi ya sama aku ?" ujar Devan merajuk


"Gak kok sayang ini adalah masalahnya Nia, nanti deh kalau ada waktu aku ceritain sama kamu, udah dulu ya aku tutup telponnya dulu, sebentar lagi kelas mau di mulai,"


"Sun dulu dong." Pinta Devan


"Genit ah," ucap Inge


" kalau enggak aku tambah merajuk nih," ucap Devan lagi.


" Ya udah deh, ummach.."


"Ini dari jarak jauh, nanti aku tagih yang langsung ya," ucap Devan sambil tertawa lalu memutuskan sambungan telponnya.


"Sepertinya aku harus ngumpet nih nanti," ucap Inge dengan pipinya yang sudah merona lalu dia menuju ke ruang kelasnya.


Sampai di sana Inge melihat Nia sudah berubah lagi penampilannya menjadi kembali cupu seperti dulu lagi. Inge segera menghampirinya.


"Gaya lo sudah perfect walaupun lo masih dandan sih," ucap Inge.


"Abisnya aku sudah kebiasaan sih , sekarang aku gak PD kalau tidak make Up sehari saja," ujarnya


"Ini sih masih kelihatan Cantik, walaupun lo pakai kacamata dan rambut di kepang gini," ujar Inge.


"Ayo kita ke toilet," ajak Inge


"Mau ngapain ?"


"Mau belanja...ya mau hapus make up lo lah, ya kali kita ke sana mau belanja," ujar Inge yang membuat Nia tertawa.


"Ada-ada aja kamu Nge," ucap Nia masih tertawa


"Tapi kan sebentar lagi dosen masuk," tambahnya


"Makanya cepetan dong, kalau lo ngomong terus bisa-bisa kita gak sempat ngikutin mata kuliah hari ini," ujarnya sambil menarik tangan Nia menuju ke toilet.


Sampai di toilet Inge segera menghapus Make Upnya Nia.


"Nia.. tadi gue gak lihat Bisma deh kayaknya, tumben tu anak gak masuk," ucap Inge


"Iya..ya..aku juga gak tau kenapa dia gak masuk hari ini, nanti coba kita tanya Sama Luna saja" ujarnya

__ADS_1


"Selesai, ayo buruan kita balik ke kelas, jangan -jangan Dosennya udah masuk lagi," ajak Inge kembali menarik tangan Nia.


Perasaan dari tadi aku di tarik-tarik terus deh sama Inge udah kayak arisan aja main tarik-tarik,, Batin Nia sambil tersenyum.


Mereka sudah sampai di kelas, ternyata Dosennya gak masuk hari ini.


"Sebenarnya Dosennya siapa sih hari ini ?" tanya Inge


"Pak Alvi Nge." jawab Nia


"Pantesan saja dia gak masuk, orang dia tadi pergi buru-buru setelah ketemu gue di taman kampus, kalau tau kek gini sih tadi gue turutin aja mau nya kak Devan untuk menemuinya di taman belakang kampus." ujar Inge kecewa


"Kamu gak takut ketahuan sama yang lain kalau kamu dan Kak Devan berdua-duaan, mereka taunya kan kalian marahan," ucap Nia mengingatkan.


"Itu dia masalahnya kenapa gue menolak ajakannya itu, di kampus ini kan pohon dan dinding juga bisa punya mata, bisa gagal rencana gue kalau ketahuan," ujar Inge


"Udah yuk kita ke kantin aja, siapa tau target lo ada di sana ," ajak Inge


"Tapi aku gugup banget Nge, aku belum siap kalau apa yang di katakan oleh Nuri ternyata benar." ucap Nia lemah


"Ini satu-satunya cara agar kita tau mana yang tulus dan mana yang bohongan suka sama lo," ujar Inge


"Semangat dong, semangat bermain Drama sobat," ujar Inge kemudian dia melangkah menuju kantin kamps dan diikuti oleh Nia di belakangnya.


"Lah lo jalannya kayak putri keraton aja sih, pantesan sudah ketinggalan jauh di belakang," ucap Inge lalu kembali ke arah Nia.


Sampai di Kantin, suasana masih sepi karena memang sebahagian Mahasiswa masih mengikuti pelajarannya, Disana hanya terlihat beberapa orang saja.


"Kita duduk di tempat biasa aja biar lebih gampang kelihatan kalau kak Edo datang," ujar Inge. Nia mengikutinya saja dan duduk membelakangi pintu masuk.


Waktu istirahat telah tiba, Nia semakin deg-degan dan kelihatan gugup. Bukannya takut menghadapi Edo tapi dia tidak sanggup kalau apa yang dia inginkan tidak sesuai dengan apa yang akan terjadi.


Dari arah pintu masuk terlihat trio sengklek itu mendekati ke arah meja yang dipojokan tempat Inge dan Nia duduk.


Edo langsung duduk di samping Nia dan tidak berkomentar apa-apa setelah melihat penampilan Nia yang berubah culun seperti semula.


"Wah..Nia penampilan Lo kok kembali sih, Tapi tetap cantik kok," ucap Elang


Heem...


Dehem Edo yang membuat Elang cengengesan.

__ADS_1


"Maaf tuan bucin, lagian sih lo gak nembak-nembak Nia, Nanti gue yang nembak dia baru tau rasa lo," ujar Elang


Edo hanya diam saja, tak mengubris ucapan Elang. Edo tidak lepas pandangannya ke arah Nia sehingga membuat Nia grogi.


"Ka qk Edo kenapa kakak mandangin aku seperti itu sih," ucap Nia malu.


"Aku tau kenapa kamu merubah penampilanmu itu," ucap Edo yang membuat Nia ternganga.


"Apa maksud kak Edo ?" tanya Nia gugup


"Kamu masih meragukan perasaanku padamu kan, asal kamu tau bagaimanapun kamu, mau culun kah kamu atau mau cantik kah kamu tapi hati ini gak akan berubah sama kamu Nia," ucap Edo


Degg...


Jantung Nia seakan melompat, ingin dia berteriak senang karena Edo tidak memandang penampilannya dan keraguannya terhadap ketulusan Edo hilang seketika.


Maafkan aku Nia, aku sudah membuatmu ragu akan perasaanku ini. Aku bukan tidak menyatakan cintaku secara lisan padamu akan tetapi aku menunggu waktu yang tepat untuk itu,, batin Edo.


"Kak Edo so sweet banget.." ucap Inge sambil menopang pipinya menggunakan kedua tangannya di meja. Nia tersipu malu dengan ungkapan hati Edo itu.


"Maafkan aku kak Edo, aku sempat meragukanmu karena seseorang sudah membuatku ragu padamu kak," ujar Nia


"Siapa itu ? " Tanya Edo


"Kakak gak usah tau, aku gak mau berbuat macam-macam sama dia , yang terpenting sekarang perasaan ragu ku padamu sudah terjawab dan untuk kedepannya aku tidak akan pernah meragukanmu lagi." ujar Nia tulus.


"Gue kayak melihat adegan di film-korea deh, pengen peluk orang Nih," ujar Elang sambil menghadapkan diri ke arah Andi.


"Mau apa Lo kunyuk...?" Ucap Andi ketika melihat gelagat Elang...


" Mau peluk," ujarnya


"Emangnya gue Dora main peluk-peluk aja, gue juga milih-milih kali kalau meluk Orang, gue ogah di peluk sama lo, mending di peluk sama Inge ," ujarnya


"Hati-hati lo kalau ngomong, ntar pawangnya marah loh lo begitu sama dia," ujar Elang


"Kan mereka lagi marahan, siapa tau Inge bisa jadi milik gue kalau Devan pitusin Dia,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘

__ADS_1


Read...Like...Coment...Vote...


Thank's 🙏🙏🙏 Love U All❤❤❤


__ADS_2