Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 35


__ADS_3

"Yach cepat amat habisnya, padahal gue masih lapar ," ujar Tedi meminum minumannya.


"Mbak.." Tedi memanggil seorang pelayan, pelayan wanita itu pun menghampirinya.


"Berapa semuannya Mbak ?" tanya Tedi


"Total semuanya 520 Ribu mas," ujar Pelayan itu, Tedi kaget mendengarnya tapi dia tetap tenang dan merongoh sakunya.


"Aduh gimana nih Mbak sepertinya dompet saya ketinggalan nih?"Tedi mulai berakting


"Maksud mas apa, Kalau gak bisa bayar bilang saja jangan banyak alasan," ujar Pelayan itu.


"Saya tidak beralasan Mbak, Dompet saya memang ketinggalan.


Seorang laki-laki berbadan bongsor dan berkumis berjalan ke arah Mereka.


"Ada apa sih ini ribut-ribut, pelanggan bisa terganggu dengan keributan ini," ujar pria yang merupakan manager Restorant itu.


"Ini pak, Mas ini tidak bisa membayar makanannya," ujar Pelayan itu


"Apa benar itu ?" tanya Manager itu


Di saat itulah Xindy masuk ke Restorant itu dan Mulai berakting.


"Mas Tedi..ternyata mas Di sini Rupanya, aku dan anak-anak kita kelaparan di Rumah kamu malah enak-enakan makan di Restorant mewah ini, tega kamu mas," Tedi kaget mendengar ucapan Xindy itu namun dia hanya mengikuti saja permainan Xindy.


"Pak ..pasti dia tidak bisa membayarnya kan, sudah pak bawa saja dia ke kantor polisi ," ujar Xindy yang membuat Tedi lebih kaget lagi .


Xindy mengode ke arah Tedi agar mengikuti alur dramanya.


"Dek jangan kejam seperti itu kamu sama aku, aku janji akan berubah, tapi gimana bisa kita hidup seperti ini , aku pengangguran dan tidak ada yang mau mempekerjakan Lulusan SD seperti aku," ujar Tedi sambil bersimpuh di kaki Xindy. semua mata pengunjung melihat ke arah mereka, Xindy melihat Manager itu merasa tersentuh dengan adegan yang mereka lalukan.


"Sebaiknya kita selesaikan ini di Ruangan saya, saya tidak mau karena keributan ini akan membuat semua pelanggan pergi dari sini ,Kalian ikut saya ," ujarnya


Manager Restorant itu berjalan menuju Ke Ruangannya dengan di Ikuti oleh Xindy dan Tedi serta pelayan itu di belakangnya.


"Sekarang kamu jelasin berapa semua total makanan yang dia makan tadi," ujar Manager itu pada pelayan tadi.


"Totalnya 520 ribu pak ,"


"Apa...kamu makan sebanyak itu mas, sungguh terlalu, aku gak punya uang untuk membayar makan kamu lagi mas, lebih baik kita pisah saja kalau seperti ini." ujar Xindy

__ADS_1


"Dek maafkan mas, kasihan anak-anak kita yang masih kecil-kecil kalau kamu minta pisah, pak Tolong saya pak, tolong Pekerjakan saya di sini , saya bisa melakukan apa saja asalkan saya tidak jadi pisah dengan istri saya," Tedi bersimpuh di kaki Manager itu.


"Baik lah, saya akan mempekerjakan kamu sebagai Security di sini, kebetulan Kami lagi kekurangan penjaga keamanan di sini, dan gaji pertama kamu harus melunasi makanan yang kamu makan tadi ya ," ujar Manager itu.


"Serius pak..Makasih banyak pak, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan bapak, Dek mulai sekarang aku akan berubah demi kalian,"


"Nah Gitu dong, peluk istrinya Dong," ujar Manager itu.


Xindy membulatkan matanya mendengar ucapan Manager itu dan Tedi juga kaget mendengarnya. Tedi mau-mau saja pelukan sama Xindy tapi kalau Xindy nanti memukulnya gimana, bisa babak belur dianya.


"Pak gak enak pelukan di sini nanti di rumah saja kita pelukannya, lagian suami saya pemalu orangnya ," ujar Xindy


"Mas Saya pulang dulu ya, kamu baek-baek kerjanya jangan sampai mengecewakan pak Manager, awas kalau nakal," ujar Xindy lalu pergi dari sana.


Di saat dia sudah berada di luar ruangan itu Xindy mengelus dadanya.


Untung Pak Manager itu orangnya melow dan mudah percaya kalau tidak kita bisa di penjara sama dia ,, batin Xindy


Xindy segera menuju ke arah empat temannya lagi yang masih belum dapat pekerjaan itu.


"Wah enak bener si Tedi sudah makan enak terus dapat kerjaan lagi, memang ya Bos Cantik ini jenius ," ujar Emon.


"Sekarang giliran kalian, ayo jalan," ajak Xindy


" Bos Cantik kita gimana nih, apa yang Bos cantik rencanakan buat kita berempat ?" tanya Radit.


"Gak ada ," jawab Xindy


"Yach kok gitu sih ?" ujar Emon kecewa.


"Pikiran Gue Buntu, kalau gue melakukan hal yang sama seperti tadi akan terlalu beresiko, untung saja manager tadi baik kalau tidak gue dan Tedi akan berujung di penjara tadi," ujar Xindy


"Terus kita gimana dong ?" tanya Anjara


"Kita istirahat dulu di sini sambil gue mikir," ujar Xindy


Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan Halte Bus.Xindy dan teman-temannya heran karena mobil itu tepat berhenti di depan mereka.


Seorang Pria turun dari mobil itu, Xindy merasa kalau dia mengenal pria tersebut.


"Sepertinya gue kenal sama ni orang tapi di mana ya gue pernah melihatnya," guman Xindy.

__ADS_1


"Hai.. Nak Xindy kan ?" tanya Pria tersebut, Xindy masih binggung kenapa pria itu mengetahui namanya.


"Bukan, Bos Cantik namanya Indah Bukan Xindy ," ujar Emon, Xindy mengode ke arah Emon agar berhenti bicara.


"Bapak siapa ya? tanya Xindy


"Masak kamu lupa sama saya, saya Om Joko yang beli rumah kamu di kampung setahun yang lalu ," ujar Joko


"Om Joko..pantesan saja wajah Om sangat Familiar di mata saya, Om sudah pulang dari Luar negeri ya, oh ya Om saya tidak tinggal lagi di rumahnya Om, jadi Om boleh menempati Rumah itu sekarang," ujar Xindy


"Maaf nak Xindy..sebenarnya surat-surat rumah itu masih atas nama ayah kamu, waktu itu Om hanya menuruti kemauan Zain saja," Xindy mengerutkan Keningnya.


"Zain ?


"Eh maksud saya Rico ," ucapan Joko menampar Xindy, kenangan manis bersama Rico kembali terbayang di kepalanya.


Tess....


Air mata Xindy menetes di pipinya.Teman-teman Xindy merasa panik melihat Xindy menangis


"Bos kenapa..bos cantik kok nangis." tanya Anjar


"Pak, bapak yang membuat Bos kita nangis ya, " ujar Radit hendak memukul Joko.


"Radit... Stoop..."Radit menghentikan aksinya.


"Om Joko jangan sebut nama itu lagi di hadapan aku, aku terlalu kecewa padanya, dia pergi meninggalkan aku tanpa kabar berita, hati ku sudah mati untuknya, lebih baik Om pergi dan ambil rumah itu karena aku tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya Rico, ayo teman-teman kita pergi," ajak Xindy pergi dari sana.Tapi belum beberapa langkah Xindy berjalan suara Joko menghentikannya.


"Tunggu...


Xindy tidak menoleh dan terus saja berjalan.


"Rico masih sangat mencintai kamu Xindy,"


Degg...


Xindy berhenti lalu berbalik.


"Apa Om bilang, apa ini yang namanya Cinta, pergi tanpa ada kabar, menyiksa aku selama setahun ini, membuat aku merasa sendiri dan kesepian. Apa itu namanya Cinta Hah..!


Air mata Xindy semakin deras mengalir di pipinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2