
"Eh jangan salah, kalau siang memang biasa saja tapi kalau sudah malam akan terlihat luar biasanya ," ujar Xindy lalu dia berlari menuju ke bawah Pohon itu.
"Keren sih tempatnya, tapi kenapa harus di sini, di tempat lain kan juga banyak bukit-bukit," ujar Bintang
"Nanti Lo juga tahu Tang apa keistimewaan Tempat ini," ujar Zain
"Oke...sekarang kita bahas dekornya dulu nanti baru kita beli perlengkapan yang di butuhkan," ujar Xindy
Mereka semua duduk di bawah pohon besar itu sambil membahas apa saja yang harus di sediakan dan bagaimana dekor yang bagus untuk pestanya.
Lagi asik ngobrol Jo datang bersama Kinara dan langsung menghampiri mereka.
"Eh Mas Jo kok Ngikut juga sih, bukannya Mas Jo mau ke rumahnya Pak Ustadz ya ," ujar Xindy
"Tadi nya sih Begitu tapi Kinara penasaran tempatnya itu seperti apa makannya gue antar dia ke sini,"
"Mas Jo tau juga tempat Ini ?" tanya Liora
"Ya Tau lah, kan Gue ngikutin GPS yang ada di Ponselnya Zain , Ups...keceplosan gue," Zain menatap tajam ke arah Jo
"Jo Lo masang GPS di Ponsel gue diam-diam ?" tanya Zain
"Sorry Zain, gue lakuin itu biar enggak capek kalau mau mencari Lo," ujar Jo
"Lancang ya Lo Jo," ucap Zain marah, suasana sesaat menjadi tegang.
"Mas sih main ngotak atik ponsel orang segala, jadi marah kan orangnya, minta maaf sana," bisik Kinara
"Maaf ya Zain, gue mengaku salah deh," ucap Jo
"Gak ikhlas banget sih lo minta maafnya, tapi enggak apa-apa deh, kalau gue hilang kan Lo bisa temuin gue ya enggak ," Ucapan Zain membuat Jo bernafas Lega.
"Dan Sorry juga nih ya, gue juga masang alat penyadap di Ponsel lo ha..ha..," ujar Zain
"Jadi lo bisa tau dong apa yang gue lakuin selama ini ?" tanya Jo
"Iya..termasuk saat Lo mau mengagalkan pernikahan kakaknya Kinara yang Lo pikir Pernikahannya Kinara, sumpah gue sampe ngakak guling-guling tau gak ha..ha..," Zain tidak bisa menahan tawanya.
__ADS_1
"Parah Lo Zain, jadi selama ini Lo mata-matain gue Zain, dasar Bos Lucnut Lo..awas Lo ya ..," ucap Jo beranjak mengejar Zain, Zain pun berlari menghindar dari Jo.
"Sudah Dong mas kayak anak kecil saja kalian, berantem terus kerjanya, udah Om-Om masih saja kelakuannya kayak Bocah ," ujar Xindy
"Eh Xindy, gue penasaran deh sama umur mereka, kenapa lo bisa bilang kalau mereka sudah Om-om sih, apa mereka setua itu ," tanya Liora
"Gue awalnya tidak percaya juga Lio, tapi setelah gue lihat KTP nya Mas Zain gue baru percaya ," ujar Xindy
"Memangnya berapa sih Umur mas Zain dan Mas Jo itu ," tanya Liora
"Kalau Mas Zain sih gue tau tapi kalau mas Jo gue enggak tahu deh berapa umurnya tapi masih di bawah mas Zain sih katanya," ujar Xindy
" Jadi bener kalau Mas Jo lebih muda dari mas Zain, kok gak kelihatan ya, malah Mas Jo kelihatan lebih tua he..he.., Kasih tau gue dong Xin berapa umur mas Zain sebenarnya ?"
"Umurnya...," Xindy berbisik di telinga Liora, Liora kaget mendengarnya
"Gila tua amat...gak cocok sama wajahnya yang imut, gue pikir dia masih dua puluhan gitu," ucap Liora spontan.
"Iya gue awalnya mikirnya juga gitu, yach paling tidak tua dua atau tiga tahun dari gue lah, tapi ini sepuluh tahun Lio..dia sepuluh tahun tua dari gue, tapi enggak nampak sih kalau dia sudah Om-Om , Masih kalah sama mereka-mareka yang sepantaran kita." ujar Xindy
" Boleh tapi jangan kaget ya ," ucap radit.
"Memangnya berapa, 25, 27 atau 30 tahun ?"
"bukan tapi umur aku masih 19 tahun,"
"Apa...!!!!
Mereka semua kaget, Liora bahkan lebih kaget dari saat mendengar umurnya Zain, Liora mau pingsan tapi Xindy malah tertawa terbahak-bahak sehingga Liora tidak jadi pingsannya.
"Jadi Lo lebih muda dari gue, gue gak percaya ini semua ," ucap Liora sambil menepuk-nepuk pipinya agar dia sadar dari mimpinya.Dia berharap ini semua hanyalah mimpi belaka.
" Ngapain sih Lo Lio, Udah kali dramanya. Sekarang banyak lagi yang pacaran sama yang lebih muda, Bronnis ha.. ha..," ujar Xindy masih tertawa.
"Tapi wajahnya tidak seperti umur segitu Xin, wajahnya menipu gue ," ucap Liora
"Gak apa-apa kali lebih muda tapi dewasa dari pada lebih tua tapi masih kayak bocah noh lihat tu sudah ada contohnya," ucap Xindy sambil menunjuk ke arah dua Om-Om yang masih saja kejar-kejaran.
__ADS_1
"Iya sih, tapi apa kata enyak gue entar kalau tahu dia itu masih di bawah umur ," ujar Liora
"19 tahun sudah pantas kali pacaran Lio, Lo aja yang Kudet,"
"Bukan itu maksud gue Xin, gue juga pengen kali Cepat nikah kayak kalian, tapi dia masih sangat bocah tau gak, gue lebih tua dari dia 4 tahun loh Xin ," ujar Liora.
"Ternyata ketahuan lo sekarang, ternyata Lo sudah berumur juga ya, berarti lo harus panggil gue adek dong ," ujar Xindy
"Iya malah sama gue tuaan Lo Juga ," ujar Bintang
"Emangnya berapa umur Lo ?" tanya Liora
"Gue masih 22 tahun,"
"Berarti hanya gue saja yang punya gebetan labih muda,"
Radit tidak tahan lagi mendengar pembicaraan itu. Dia kemudian bangkit dari duduknya lalu menarik Liora dan membawanya ke tempat lain yang jauh dari penglihatan Bintang dan Xindy.
"Radit...apa-apaan sih , main tarik-tarik tangan aku segala, sakit tau," ujar Liora meronta-ronta , Radit melepaskan Tangan Liora.
"Maafkan aku Liora, aku tidak sengaja menyakiti kamu, "
"Apa sih mau kamu menarik aku ke sini ," tanya Liora
"Aku mau kejelasan dari kamu, aku memang masih anak Ingusan tapi aku punya perasaan Liora, aku tahu aku lebih muda dari kamu tapi apa itu salah sehingga kalian mempermasalahkan usia dalam suatu hubungan. Aku kecewa sama kamu Liora," ujar Radit pergi meninggalkan Liora yang mematung di sana.
"Radit...Tunggu..!!
Liora mengejar Radit dan memeluknya dari belakang.
Maafin aku Radit, aku memang masih kekanak-kanakan kalau menganggap usia itu mempengaruhi hubungan kita, tapi aku hanya memancing kamu tadi agar kamu menyatakan cinta kamu ke aku dan aku sudah tidak sabar menunggu saat itu datang, tembak aku sekarang Radit ," ucap Liora sambil menangis.
Radit berbalik dan memandang ke arah Liora dengan tatapan sayunya, Radit mulai menangkup wajah Liora dengan kedua tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayooo ..kira-kira apa yang akan di lakukan oleh Radit ya..penasaran enggak?...penasaran dong masak enggak 😂😂😂
__ADS_1