Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 130


__ADS_3

Terlihat Dari pintu keluar Mika dan Nia yang berjalan di depan Mempelai wanita yang berjalan perlahan di belakang mereka. Dan di saat mereka berada tepat di hadapan Devan mereka menyingkir dari sana dan terlihatlah Inge bak seorang putri Raja dengan memakai gaun pernikahan yang bertaburkan berlian yang menambah ke anggunan dan kecantikannya berkali-kali lipat dari biasanya.


Devan yang melihat kekasihnya...ups..salah..Maksud author Istrinya itu sampai membuatnya sontak berdiri sambil ternganga...


"Van mandanginnya gitu amat sih" Canda Elang


Devan tersadar, dia tersenyum ke arah Inge dan mengulurkan tangannya, inge pun mencium punggung tangan suaminya dan Devan mengecup kening Inge sehingga Inge memejamkan mata meresapi kasih sayang yang di berikan Oleh Devan.


Devan memasangkan Cincin bertahtakan berlian di jari manis Inge lalu mengecup punggung tangan Inge dan Inge juga memasang Cincin di jarinya Devan, akhirnya mereka sudah sah menjadi pasangan suami Istri.


Acara Akad Nikah sudah selesai, Devan berencana akan mengadakan Resepsi di Jakarta nanti, Inge sudah duluan ke kamarnya bersama Mika dan Nia sedangkan Devan masih di tahan oleh sahabat-sahabatnya di pesta itu.


Karena akad nikahnya di adakan di siang hari tadi makanya selesainya saja menjelang magrib karena Devan dan Inge hampir setengah hari menghabiskan waktunya di Air terjun itu.


Walaupun malam sudah larut, sahabat-sahabat Devan belum juga mengizinkannya buat beristirahat di kamarnya, mereka masih saja mengadakan pesta melepas lajang buat Devan karena mereka belum sempat melakukannya kemarin di kerenakan Devan masih berada di rumah sakit.


"Van, gimana nanti apa lo langsung unboxing atau lo nunggu resepsi dulu baru lo belah duren," tanya Andi di sela-sela pestanya.


"Kepo banget sih lo, itu terserah gue lah, kan sekarang Inge sudah jadi istri gue," ujar Devan sambil senyam-senyum sendiri


"Pelit amat lo van, mentang-mentang sudah punya Istri lo," ujar Elang

__ADS_1


"Makanya kalian cari pasangan dong dan kalau perlu langsung nikahin aja, biar bisa ngerasain indahnya surga dunia," ujar Devan


"Sombong lo Van, gue sumpahin lo gak jadi belah duren malam ini," ujar Elang


"Sialan Lo Lang, Awas ya lo kalau ucapan lo itu sampai kejadian, gue akan buat perhitungan sama lo," ujar Devan kesal.


"Peace..." ucap Elang


"Udah ah gue mau ke kamar dulu mau mesra-mesraan sama Istri tercinta.." Devan menekankan kata Istri sehingga membuat sahabat-sahabatnya kesal


"Van..doà orang teraniaya cepat di ijabah loh," ucap Elang, Devan tidak mengubrisnya dia terus saja melangkah menuju ke kamarnya.


Sampai di kamar dia melihat kalau Inge sudah tidur dengan berselimut sampai menutupi wajahnya juga, Devan tersenyum melihat istrinya itu.


"Inge pasti malu melihat wajahku sehingga dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tadi, Aku akan mengodanya nanti," ucap Devan


Devan sudah selesai dengan ritual mandinya, dia segera melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi sebatas pinggang dan lutut saja.


Dia segera menghampiri ranjang itu dan duduk di samping Inge yang sudah terbalut dengan selimut itu.


Devan memandangi tubuh Inge, dia membayangkan isi di dalam selimut itu pasti sangat sexy.

__ADS_1


Devan beranjak dan mulai mematikan lampunya, dia kemudian menyalakan lilin aroma terapi agar mereka lebih rilex melakukannya nanti.


"Sayang...! Panggil Devan dengan nada genitnya, Inge tidak bereaksi


Devan mulai melangkah menuju ke arah Inge dan kembali duduk di sampingnya, Devan mulai menaruh tangannya di tubuh Inge berharap ada reaksi darinya, Tapi tetap saja tidak ada reaksi dari Inge.


Devan tidak berhenti di situ saja, dia mulai menyusupkan tangannya ke dalam selimut itu dan membelai wajah Inge di balik selimut itu,Inge hanya mengeliat saja.


Devan merasa ada yang berbeda dengan wajah Inge.


" Sayang..!" panggil Devan, Tidak ada jawaban dari Inge hanya dengkuran halus yang terdengar.


"Dia pasti lelah, lebih baik aku gak menganggunya, tapi ini kan malam pertama kita, kenapa Dia cepat sekali tidurnya ya," guman Devan.


Devan kemudian memakai piyamanya dan berbaring di samping Inge kemudian tangannya memeluk Inge dari belakang.


"Perasaan Inge gak segede ini deh, apa mungkin dia sudah gemukan ya," ucap Devan lagi, Rasa penasarannya membuat Devan menarik selimut yang menutupi wajah Inge, dan saat wajah itu terlihat Devan kaget.


Aaaaaa...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Penasaran ya.....?


__ADS_2