Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 131


__ADS_3

Aaaaa...


Papa ! ngapain papa di kamar Devan," ujar Devan kaget saat melihat papanya tidur di sana. Bondan pun gak kalah kaget mendengar teriakan Devan itu.


"Apaan sih, berisik tau.." ujar Bondan lalu kembali memejamkan matanya


"Papa..." Devan mengoyang-goyangkan tubuh Bondan sehingga Bondan kembali terbangun


"Apaan Sih Van, cepat tidur sana, ini sudah larut malam loh," ujarnya


" Papa ini gimana sih, ini kan malam pertama Devan dan Inge, kenapa papa malah tidur di sini sih," ujar Devan kesal


"Tanya tuh sama mama kamu, papa di usir sama dia hanya karena dia ingin tidur bareng Inge dan Papa terpaksa tidur di sini," ujar nya


"Mama gimana sih, kan dia tau kalau malam ini.."


"Sudah tidur aja dulu, besok kan masih bisa," ujar bondan lalu kembali tidur


Nih orang tua gak pengertian banget sih sama anaknya, gagal deh malam pertama bareng Inge, ini pasti karena Ucapan Elang si kampret itu, Awas lo Lang gue akan bejek-bejek mulut lemes lo itu,, Batin Devan lalu keluar dari kamar itu menuju ke tempat teman-temannya lagi.


Sampai di sana di kembali duduk di tempatnya tadi.


"Eh Van kenapa wajah lo di tekuk gitu, katanya mau mesra-mesraan sama Istri tercinta ," ledek Andi


"Jangan ngeledek lo, ini semua gara-gara si kunyuk, kemana dia sekarang ?" tanya Devan yang tidak melihat Elang di sana


"Maksud lo siapa sih Van ?" tanya Edo


"Elang..di mana dia ?


"Lo kayak gak tau dia aja sih, dia kan paling gak kuat bergadang, ya dia tidur lah ," ujar Andi


"Emang kenapa sih Van ?" tanya Edo


"Gara-gara dia ngomong kek gitu tadi gue jadi gagal MP sama Inge," ujarnya kesal


"Ha..ha..memangnya kenapa bisa gagal sih, apa Ingenya datang bulan ?


"Bukan.."


"Terus kenapa ?" tanya Edo


"Nyokap gue pengen tidur sama Inge, dan dia menyuruh bokap tidur sama gue," ujar Devan

__ADS_1


" Ha..ha..ha.., emang nasib..nasib lo kurang mujur Van, Baru aja Nikah sudah pisah ranjang ," ucap Edo


"Iya nih ngenes banget sih nasib lo Van..Van.." ujar Andi menimpali


"Seneng...kalian seneng lihat gue kek gini... ?" ujar Devan kesal


"Kita seneng banget Van, lo kan gak jadi melepas keperjakaan lo malam ini, kita masih sama kan walaupun status kita berbeda ha..ha..," ujar Andi


Devan memberengut kesal, kalau ada Elang di sana pasti sudah jadi bulan-bulanannya.


"Ayo kita berpesta sampai pagi..." ujar Andi...


Ponsel Devan berbunyi, Devan melihat kalau Dion menelponnya.


Kenapa Dion menelpon gue ya, padahal kan dia di sini juga. Pasti ada sesuatu yang terjadi ,, Batin Devan


Devan kemudian mengangkat telpon tersebut.


"Ya hallo .."


"Maaf gue ganggu malam pertama lo ,"


"Gak kok lo gak ganggu, ada apa ?


"Lo Dimana ?" tanya Devan


"Gue Di markas Herois Busters sekarang," ujar Dion


"Oke gue ke sana sekarang, lo tunggu aja," ujar Devan lalu beranjak daru sana menuju mobilnya.


"Eh Van mau kemana lo, lo gak jadi pesta sampai pagi sama kita-kita ," ujar Andi


"Kalian saja, gue mau cari udara segar dulu," ucap Devan lalu menaiki mobilnya dan pergi dari sana.


"Gila tu si Devan, jam segini masih mau jalan-jalan. Mungkin itu akibat gagal MP kali ya," ujar Andi


Devan melajukan mobilnya menuju sebuah rumah yang lumayan besar di pusat kota, Saat dia sudah sampai di sana dia kembali menghubungi Dion.


"Dion gue sudah sampai di sini, lo bawa semua kebutuhan gue," Dion mengerti apa yang diinginkan oleh Bosnya itu, dia membawa satu setel pakaian serba hitam dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya.


Dion pun sama seperti Devan, dia memakai baju serba hitam dan memakai topeng juga. Setelah beberapa saat menunggu di mobil, Dion terlihat membawa sebuah paper bag di tangannya.


Tok..tok.

__ADS_1


Dion menyerahkan paper bag itu lalu berbalik melihat ke arah lain saat Devan mengganti pakaiannya di sana


Akhirnya Devan keluar dari dalam mobil dengan sudah memakai seragam Herois Buster yang lengkap dengan topengnya kemudian Devan menuju ke Ruang yang sudah penuh dengan Anggota Organisasi Herois Busters tersebut yang di dominasi oleh pemuda-pemuda kekar dan ada juga beberapa orang wanita di sana.


Saat Devan masuk ke sana semuanya memberikan Hormat padanya.


"Selamat datang Prince of Busters di Base Camp kami yang sederhana ini, kami merasa terhormat dengan kedatangan pahlawan yang sangat kami idolakan." ujar Salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketua mereka.


"Terima kasih atas penyambutannya yang sangat hangat ini, Saya juga merasa terhormat sekali karena bisa mengunjungi kalian lagi, Saat ini saya sedang merasa bahagia dan saya ingin membagikan kebahagiaan saya bersama kalian semua ," ujar Devan


"Apakah gerangan yang membuat anda bahagia, kami sebagai bawahan akan turut bahagia juga," ujar orang tadi yang bernama Jefri


"Saya hari ini sudah menikah, dan yang membahagiakan saya adalah dia ternyata dulunya seseorang seperti kalian juga," ujar Devan


"Maksudnya Istri prince adalah Herois Busters ?" tanya Jefri


" Benar sekali, kalian pasti mengenalnya..kalau tidak salah setelah saya berkunjung ke sini tiga tahun yang lalu, dia keluar dari organisasi ini," ujar Devan.


Hanya ada satu orang yang keluar dari Herois Busters tiga tahun belakangan ini, Apa itu dia. Kalau memang benar impiannya untuk menikahi Prince of Buster telah terwujud,, aku turut bahagia untuknya,, Batin Jefri yang dulunya tempat curhatnya Inge waktu masih bergabung di sana.


"Prince...apakah inisial istri anda adalah I ?" tanya Jefri


Devan mengernyitkan keningnya, sebenarnya setiap anggota Herois Busters tidak saling mengenal, mereka hanya saling menyapa dengan menggunakan nama samaran. Semua anggota di berikan baju seragam beserta topeng yang menutup wajahnya, tidak sembarangan orang yang bisa mendapatkannya karena harus melewati beberapa tes ketangguhan dan kejujuran terlebih dahulu.


Dion membisikkan sesuatu pada Devan sehingga Devan mangut-mangut.


"Kamu benar...mungkin yang lain tidak mengenalnya tapi dia adalah seorang wanita yang sangat cantik dan baik hati," ucap Devan membanggakan Istrinya.


"Siapa sih yang gak kenal sama dia, dia itu terkenal di sini Prince dan kami semua sangat merindukannya ya gak teman-teman..?


"Kenapa kalian mengenalnya, bahkan kalian tidak mengenali wajahku ?" tanya Devan heran


"Iya..prince..kami mengenalnya karena dia sering kali membuka topengnya karena kegerahan, dia itu bisa menenangkan kami di saat ketegangan melanda saat melawan beberapa kelompok Mafia waktu itu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya ya di CS pertama aku



Lombanya berakhir pada 30 mai 2022 Mohon dukungan sebanyak -banyaknya sebelum tanggal itu ya Reades...


Read...like..dan Coment yang banyak ya biar menjadi juara😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2