Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 87


__ADS_3

Baby jangan mancing-mancing deh," ucap Devan


"Mancing apa ?" tanya Inge heran mendengar ucapan Devan


Kamu mau aku cium kan,"


"Jangan ngada-ngada deh kamu,"


" Itu tadi kamu memonyongkan bibir kamu, apa coba kalau bukan minta di cium," goda Devan, Inge mencubit pinggang Devan.


"Aduuh...Ampun ..gak lagi-lagi ..Ampun," Devan mengaduh kesakitan.


"Kamu makin nakal ya, aku jadi takut kalau sering berduaan sama kamu," ujar Inge


"Loh kok takut sih Baby, aku gak akan nerkam kamu kok sebelum kita halal, kamu tenang aja," ujar Devan


"Aku percaya sama kamu, tapi aku gak percaya sama setan yang ada di antara kita, bisa saja kita terbuai akan rayuannya sehingga hal yang tidak di inginkan pun terjadi." ucap Inge.


Devan meresapi apa yang di katakan oleh Inge, ada benarnya juga perkataan inge tersebut. Devan sering hampir beberapa kali kebablasan ketika berduaan dengan Inge.


" Apa yang kamu katakan benar Baby, terkadang aku tidak bisa menahan diri kalau lagi berdua sama kamu, dan mungkin mulai sekarang kita jaga jarak aman dulu sebelum nanti kita sah di mata agama dan negara," ujarnya


"Iya sayang, aku juga maunya begitu, dan ini kesempatan kita untuk jaga jarak sekalian ngerjain curut-curut itu," ucap Inge.


"Baby kenapa panggilan sayang kamu ke aku berubah sih, aku gak suka deh," ujar Devan cemberut.


"Tapi aku nyamannya panggil sayang aja, kalau aku panggil kamu Honey sering di ledekin sama teman-teman aku, dan juga kemaren aku sempat di ledekin sama mama Nita juga," ucapnya


"Ngapain kamu mikirin mereka, itu kan haknya kita mau manggil apa saja sama pasangan kita," ucapnya masih cemberut


"Ya sudah jangan cemberut lagi dong, aku akan tetap panggil kamu Honey lagi kok," ucap Inge


"Gak usah Sayang, sebenarnya aku juga sering di ledekin sama tiga curut itu, awalnya aku juga ingin merubah panggilan sayang kita tapi takutnya kamu gak setuju," ujar Devan


"Ooo jadi kamu tadi ngerjain aku ya," ujar Inge cemberut.


"Iya he..he.." Inge kembali memukul tangan Devan sehingga Devan kembali meringis kesakitan


"Sayang,, kamu ini kalau mukul kenapa sakit sekali sih, aku sampai kesakitan gini," ujar Devan


"Salah sendiri siapa suruh pacaran sama titisan Thanos," ucap Inge mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


"Tuh kan mancing lagi ,"


"Udah ah,, jangan gangguin aku terus dong, Aku ngambek ni,"


"Jangan ngambek dong, nanti aku kasih permen deh,"


"Gak mau, aku maunya es cream," ujar Inge


"Kapan-kapan aja kita makan Es creamnya ya, sekarang kan kita lagi marahan," ujar Devan mengingatkan Inge.


"Oh Iya aku jadi lupa kalau kita lagi marahan ya,"


"Terus apa rencana kamu selanjutnya sayang ?" tanya Devan, Inge membisikkan sesuatu di telinganya Devan, akan tetapi Devan terlihat tidak senang.


" Apa gak ada cara lain ?" tanya Devan, Inge menggelengkan kepalanya.


Devan menghembuskan nafas berat, Dia keberatan dengan Idenya Inge itu karena dia tidak sanggup jauh-jauh dari kekasihnya itu tapi ini juga yang harus dia lakukan untuk mengungkap dalang di balik penyamaran Alvian.


Sebenarnya Devan sangat mudah untuk mengetahui dalang di balik semua itu, dia tinggal menyuruh anak buahnya saja untuk mencari semua Informasi dan semua yang berkaitan dengan Alvian, tapi melihat keinginan Inge yang kuat untuk mengungkapnya sendiri membuat dia mengurungkan Niatnya untuk menyuruh anak buahnya mengerjakan pekerjaan itu.


Devan sangat senang ketika melihat tawa puas dari Inge ketika dia berhasil mengerjai cecunguk-cecunguk itu.


"Kita tidak bisa biarkan ini berlarut-larut, kita harus membuat kesalah fahaman di antara Devan dan Inge jadi clear," ucap Andi


"Itu juga yang lagi gue pikirkan, gak mungkin sekali kalau Inge mengkhianati Devan, kita semua tau kalau cinta Inge dan Devan itu melebihi segalanya," ucap Edo


"Jadi kita sekarang harus ngapain dulu," tanya Elang sambil memijit-mijit kepalanya.


"Edo lo cari tau tentang Pak Alvi dan lo Lang tanya ke Nia apa yang sebenarnya terjadi dan ada hubungan apa Inge sama Pak Alvi," ujar Andi


"Gue gak setuju, gue saja yang tanya ke Nia, biar Elang cari tau tentang Pak Alvi,"


"Gak bisa gitu dong, tugas udah di bagiin, jadi lo jangan asal ngerubahnya," ucap Elang gak mau ngalah


"Udah..kalian jangan bertengkar, lebih baik kalian suwit saja biar adil," usul Andi


"Oke..siapa takut," ujar Elang, Elang dan Edo lalu melakukan Suwit dan akhirnya yang jadi pemenangnya adalah Edo.


"Yeay gue menang, lo yang cari tau tentang Pak Alvi dan gue yang akan menemui Nia," ujar Edo


"Semangat amat sih lo Do, bukannya lo gak suka ya sama Nia," ujar Andi

__ADS_1


"Biarin, yang penting gue happy," ucapnya


Akhirnya lo ngakuin juga perasaan lo Do,, Batin Elang dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Terus lo ngapain ?" ujar mereka barengan


"Gue ? ya nunggu informasi dari lo berdua lah,"


"Enak banget lo, gak ngapa-ngapain sedangkan lo nyuruh-nyuruh kita," ujar Elang.


"Iya nih, sebaiknya lo pantau Devan sama Inge saja, siapa tau ada celah buat lo untuk membuat mereka baikan lagi," ujar Edo


"Iya..iya..gue juga sudah kepikiran begitu tadi, tapi gue gak bisa kerja kalau perut gue lagi laper gini, gue ke kantin dulu ya," ujar Andi sambil melangkah menuju ke arah kantin.


"Kita Ikut..", ujar mereka berdua seraya berhambur ke kantin.


Di kantin terlihat Nia yang lagi duduk sendirian di sana dengan wajah cemasnya sambil mengotak-atik ponselnya. Nia dari tadi menelpon Inge tapi tidak di angkatnya.


Edo yang melihatnya langsung menghampirinya, Nia kaget kala Edo sudah duduk di hadapannya.


"Astaghfirullah kak Edo, ngagetin aja sih kak," ucapnya sambil memegang dadanya, Edo tersenyum manis ke arah Nia.


Kak Edo kok berubah gitu sih, aku pikir kak Edo bakalan IlFiel dan ngejauhin aku setelah kejadian kemarin, tapi kok dia malah nyamperin aku sih,, batin Nia dengan jantungnya yang dag..dig..dug..serr...melihat senyuman tulus Edo.


Nia tidak pernah melihat senyum tulus itu lagi setelah hari dimana Edo tau kalau dirinya adalah Nia si culun yang berubah menjadi Bidadari, tapi hari ini senyum itu kembali terlihat di bibir Edo.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu, kamu terpesona ya sama senyum manisku ini,"


Tuh kan, Kak Edo sudah kembali seperti dulu lagi, kembali Narsis,, batin Nia lagi


Kenapa kamu diam, apa kamu sudah sangat terpesona sama kegantengan aku ?"


"Apaan sih kak Edo ini, Narsis banget. Siapa juga yang terpesona sama kak Edo,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Like...Coment...Vote...


hanya buat miss N ya Readers😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2