
Kamu kenapa sayang, kenapa wajah kamu gelisah begitu ?" tanya Zain
"Aku kebelet mas ," bisiknya.
"Waduuh gimana ya, malah tamunya masih banyak lagi , apa kamu enggak bisa tahan dulu ," tanya Zain
"Enggak bisa mas, rasanya mau brojol ni ," ucap Xindy
"Ya sudah aku bilangin sama Mama dulu, kamu tahan sebentar ya ," ucap Zain
Zain kemudian mendekatkan mulutnya di telinga Inge, Inge sampai tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Zain. Terlihat Inge mendekati Xindy.
"Ayo sayang, Mama temenin kamu ke Toilet ," ajak Inge, sedangkan yang lainnya melihat kalau pengantin wanita meninggalkan pelaminan.
Banyak yang bertanya-tanya kenapa pengantin wanitanya pergi dari pelaminan, tapi semua itu tertepiskan ketika mereka melihat kalau Xindy sudah kembali ke sana.
Hari yang melelahkan Buat Xindy dan Zain sudah lewat, Zain masih terlihat ngobrol bersama keluarga besarnya sedangkan Xindy tidak terlihat di sana.
Zain melihat ke semua penjuru Ruangan akan tetapi Istrinya tidak ada di sana.
"Permisi sebentar ya, saya mau ke Toilet Dulu ," ujar Zain, keluarganya senyam-senyum melihat tingkah Zain yang seperti kehilangan pawangnya itu.
Zain segera mencari Xindy namun masih tidak menemukannya. Zain mengambil Ponselnya lalu menghubungi Xindy akan tetapi tidak di angkatnya.
Dia kembali mencari Xindy dan menanyakan kepada Yang lainnya tapi mereka juga tidak tahu keberadaan Xindy sekarang.
Zain semakin panik, dia juga tidak melihat keberadaan Inge dan susan di sana.
Zain kemudian Menghubungi Mamanya, satu panggilan, dua panggilan dan sampai ke Tiga panggilan baru di angkat.
“Hallo Ma, Xindy di mana ?” tanya Zain
“Mama dan menantu serta Besan Mama sudah Pulang Zain, kamu urus saja tamu yang masih ada di sana, kita sangat lelah,” ucap Inge lalu kembali tidur.
“Yach kenapa enggak bilang-bilang sih kalau Mama pulang bareng Xindy, aku capek nyariin dia tau enggak sih Ma ,” ucap Zain akan tetapi tidak ada jawaban dari Inge, hanya dengkuran halus Yang terdengar.
“Yach Mama pasti ketiduran deh, lalu Xindy ke mana ya, pasti ketiduran juga, biarin deh biar dia Istirahat dulu biar nanti malam dia Fresh menunggu kedatanganku,” ucap Zain sambil senyum-senyum sendiri.
Zain kembali bergabung dengan para Juragan Kambing dan Teras yang sedang merayakan pesta melepas lajang Zain.
“Zain gue mau tanya Deh, Bella itu siapanya Elo sih ?” tanya Andi
“Bella ? Bella yang mana ?” tanya Zain
“Itu gadis yang berdiri di samping nyokap Lo itu Loh ,”
“Ooo Ana ?” ujar Zian
__ADS_1
“Ana ? Tapi tante cantik itu memanggilnya Bella, Yang benar yang mana sih ?” tanya Andi
“Dua-duanya benar, Namanya Anabella tapi Ana itu panggilan kesayangan Gue, dia itu anaknya sahabat bokap Gue dan sahabat Nyokap Gue,” ujar Zain
“Eh tunggu-tunggu Lo suka sama dia? Gue saranin jangan deh, dia itu lebih menakutkan dari boneka Anabel,” ujar Zain
“Masak sih, dia kelihatan Lucu loh ,” ucap Andi
“Biarin aja kenapa sih Zain, Andi lagi di mabuk cinta tuh, pasti kagak kelihatan jeleknya tu anak, nanti kalau sudah jadian baru kelihatan celahnya,” ucap Rangga
“Maksud Lo apa Rangga, Gue enggak mabuk cinta kok, Gue hanya kagum saja sama kepribadiannya,” ucap Andi sambil senyam-senyum sendiri.
“Terserah Lo deh Ndi, Gue enggak ikutan ya kalau Lo kenapa-kenapa ,” ucap Zain.
“Kenapa-napa gimana ?” tanya Andi
“Pokoknya Lo jangan cari masalah sama Dia deh, itu intinya ,” ujar Zain, Andi semakin bingung mendengar ucapan Zain itu, tapi yang namanya suka susah untuk di biarkan begitu saja.
Zain sudah kembali ke Mansionnya dengan di antar oleh Jo dan Kinara, Zain terlalu lelah hari ini.
“Jo Lo enggak mau masuk dulu ?” tanya Zain
“Sepertinya enggak deh Zain, takut ganggu. Lagian Gue mau nganterin calon istri Gue ke rumahnya dulu, dia pasti sangat kelelahan, iya enggak sayang ?” ucap Jo, Kinara hanya mengangguk sambil tersenyum.
“Ya sudah kalian hati-hati ya ,” ucap Zain
Dia bergegas menuju ke Kamarnya, terlihat kamar itu sudah di hias sedemikian Rupa dengan kelopak Mawar membentuk Hati di atas King sidenya dan kelopak bunga Mawar yang bertaburan di seluruh lantai Kamar itu. Di tambah lagi lilin beraroma terapi yang menenangkan jiwa.
Zain melihat ke seantero kamar itu namun dia tidak menemukan Xindy juga, dia mulai membuka kamar mandi dan ternyata Xindy sedang Tertidur sambil berendam di sana.
Zain melepaskan semua pakaiannya lalu mulai masuk ke dalam Batup yang sama dengan Xindy sehingga Xindy jadi terbangun dan Kaget di buatnya.
“Mas...mau ngapain?” tanya Xindy masih
mengucek-ngucek matanya tidak menyangka kalau Zain sudah berada di dalam Batup itu juga.
“Mas Gak pakai baju ya ?” tanya Xindy
“Iya he..he..,”
“Aaaaa uuuuppphhhh,” Zain membungkam Bibir Xindy dengan bibirnya sehingga Xindy tidak bisa berteriak lagi.
Xindy meronta-ronta karena kehabisan nafasnya, Akhirnya Zain melepaskannya juga.
“Mas kamu apa-apaan sih, malu tau ,” ucap Xindy dengan wajah meronanya.
“Kenapa sih memangnya sayang, kita ini sudah sah Loh, semua punyaku milik kamu dan semua punyamu milik aku, jadi tidak perlu malu ya ,” ucap Zain lembut yang membuat Xindy bergidik.
__ADS_1
Xindy menundukkan kepalanya, wajahnya semakin merona ketika tangan Zain memegang tangannya lalu meletakkannya di sebuah benda keras yang berada di dalam Air itu.
“Mas Zain iih itu apa sih ?” ujar Xindy
“Anaconda yang sudah siap mau masuk gua sayang, kamu sudah siap kan ?” tanya Zain
“Apaan sih Mas, malu ah,” ucap Xindy
“Gak usah malu sayang, kita jalani saja yuk. Kita keluar dari sini atau kamu mau satu Ronde di sini dulu ?” ucap Zain yang membuat Wajah Xindy semakin memerah.
“Terserah mas Saja,” ucap Xindy malu-malu.
Zain Bangkit dari Batup dan Xindy sampai terbelalak melihat tubuh Polos Zain itu dan melihat sesuatu yang menunjuk ke arahnya, Xindy bergidik ngeri melihat ukurannya itu
sampai-sampai dia menutup matanya dengan kedua tangannya.
Zain tersenyun lalu segera mengendong Xindy dan membawanya ke atas Ranjangnya yang penuh dengan kelopak Bunga mawar merah itu.
Zain tidak sedikit Pun memindahkan matanya dari ciptaan tuhan yang sangat Indah itu sehingga Anacondanya semakin meronta-ronta.
Perlahan Zain memindahkan tangan Xindy dari wajahnya sambil tersenyum manis ke arah Xindy. Mereka pun melakukan beberapa aktivitas sebelum melakukan penyatuan.
“Kamu sudah siap sayang ?” Xindy mengangguk
“Kamu tahan ya sayang, aku akan melakukannya pelan- pelan ,” ucap Zain
Zain mulai melakukan penyatuan, Xindy memekik ketika penyatuan mereka sudah sempurna, Air mata mengalir dari sudut mata Xindy, dia sungguh bahagia karena dia sudah menjadi Istri yang sesungguhnya buat Zain.
“Zain mengecup kening dan kedua mata Xindy.
“Terima kasih sayang, kamu telah menjaganya buatku, aku berjanji akan selalu menjadikanmu Ratu di dalam hati dan hidupku selamanya sampai maut memisahkan kita,” Bisik Zain di telinga Xindy.
Terlihat seulas senyum terbit di bibir Xindy dan kemudian hanya miss N dan Tuhan yang tahu apa yang terjadi di dalam kamar itu....
HE...HE..KALAU ADA YANG TAHU COMENT YA...
THE END....
UDAH SEGITU SAJA YA CERITANYA, miss N MAU MOVE ON DARI CERITA INI DAN AKAN MEMBUAT NOVEL YANG LAINNYA LAGI YANG TIDAK KALAH LUCU DARI NOVEL INI...
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DAN KESETIAANNYA MEMBACA KARYA miss N YA...LOVE U ALL ❤❤❤SALAM HALU...PAPAY...🙋♀️🙋♀️🙋♀️
NANTIKAN KARYA miss N SELANJUTNYA YA 😘😘😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1