
"Iya, tapi setelah SMA Devan melanjutkan kuliahnya di London selama dua tahun dan Luna pergi ke Luar Negeri untuk berobat juga, semenjak itu kami berpisah dan akhirnya kami di pertemukan di kampus ini kembali," cerita Andi
"Ooo jadi Kak Devan pernah Kuliah di London ya", ucap Nia kagum.
"Terus gimana dengan kisah hidupnya Kak Edo ?" tanya Nia
"Kenapa lo tanya-tanya soal Edo sih, jangan-jangan lo ada rasa ya sama dia," selidik Andi
"Apaan sih kak Andi,, orang aku cuma mau tau aja, kan kak Andi tadi sudah cerita tentang kak Devan,,gak ada salahnya kan kalau aku mau tau tentang yang lainnya," ujar Nia ngeles
"Tapi kenapa mesti Edo duluan, kenapa gak Elang dulu gitu," pancing Andi lagi
"Soalnya dari semua sahabat-sahabat Kak Andi,, kisah kak Edo kayaknya yang lebih menarik ceritanya," ucap Nia
"Lo salah Nia, justru kehidupan Edo yang lebih tragis dari kami berlima," ujar Andi dengan wajah sedih.
"Maksud kak Andi ?" tanya Nia heran, padahal selama ini dia melihat kalau Edo yang paling ceria diantara mereka berlima.
" Kamu gak perlu tau tentang kisahnya, aku tidak bisa menceritakannya padamu , itu akan membuatku kembali mengingat kepedihan yang di alami sahabatku itu dan Seandainya lo tau tentang kehidupannya, lo pasti gak akan berhenti menangis," ucapnya
"Memangnya kenapa sih dengan kisahnya kak Edo, aku makin penasaran,, ayo kak Andi cepat ceritain. Aku janji gak akan bilang kalau kak Andi yang cerita, please !!!" mohon Nia
Andi menghembuskan nafas kasar,,
"Kalau lo memaksa,, gue akan ceritain sedikit saja Kisahnya, Sejak lahir Edo sudah tinggal di panti asuhan, dia di buang oleh orang tuanya karena kehadirannya tidak diinginkan, ketika umurnya tiga tahun dia di adopsi oleh sebuah keluarga yang sangat menyayanginya dan menyekolahkan di sekolah TK yang sama dengan kami berlima," Andi mulai cerita
"Terus kak," ujar Nia penasaran
"Ketika kami berlima sudah kelas 4 SD, orang tua ankat Edo mengalami kecelakaan dan mereka tewas di tempat kejadian, sejak saat itu Edo kembali hidup seorang diri, dia bisa sekolah dan membiayai hidupnya dengan bekerja sebagai kuli panggul di pasar, orang tua kami menawarkan bantuan, akan tetapi dia hanya menerima di biayai sekolah saja dan untuk biaya hidupnya dia memenuhinya sendiri, bayangkan anak sekecil itu sudah mempunyai kehidupan yang keras seperti itu," sambungnya
Nia mulai berkaca-kaca, Andi menghentikan ceritanya karena melihat perubahan wajah Nia.
"Ah sudahlah, gue gak usah lanjutin ceritanya, ntar lo mewek lagi," ujar Andi
__ADS_1
"Iya Kak Andi gak usah dilanjutin, aku gak sanggup dengarnya, tapi aku penasaran kok kak Edo selalu ceria begitu ya, tidak terbayangkan kisah hidupnya begitu keras kalau melihat dia sekarang," ujar Nia simpati
"Nah itulah kelebihan Dia, dia bisa selalu tersenyum walaupun sebenarnya dia lagi sedih, dan itu membuat kami makin salut sama dia," ujar Andi
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit, benar saja apa yang di katakan sama Andi kalau Elang sudah duluan sampai disana dan sudah menunggu mereka di parkiran.
"Nah tu kan apa gue bilang, dia udah di sini aja,,Dasar raja jalanan," ujar Andi
Nia mengeryitkan dahinya mendengar ucapan Andi yang selalu bisa bikin dia penasaran dengan apa yang di ucapkannya, akan tetapi Nia menepiskan rasa penasarannya karena melihat Elang yang sudah menghampiri mereka.
"Andi !! keluar lo dari mobil," ujarnya sambil mengedor-gedor pintu mobil Andi
"Nia lo harus tolongin gue dari macan ngamuk itu," ujar Andi sedikit takut melihat Elang yang sudah mengamuk.
"Tapi gimana caranya," ucap Nia kebingungan
"Lo turun dan hampiri dia dan lo gandeng tangannya, mungkin dengan lo lakuin itu Elang jadi luluh," ujarnya
"Tapi kak,, aku gak bisa kayak gitu," tolak Nia
Nia berfikir sejenak,,
" Oke,, kali ini aku akan bantu kak Andi, tapi janji ya kalau aku butuh bantuan kak Andi akan selalu ngebantuin Aku," ujarnya, Andi menganggukkan kepalanya
Nia pun turun dari mobil Andi dan segera menghampiri Elang yang masih menggedor-gedor pintu mobil Andi.
"Kak Elang," panggil Nia
"Iya," jawab Elang reflek melihat ke arah Nia
Nia tersenyum manis ke arahnya, Elang memegang dadanya, jantung Elang berdetak lebih kencang melihat senyum manisnya Nia hanya ditujukan untuknya.
"Yuk kita ke ruangan kak Edo," ujar Nia sambil menggandeng tangan Elang , Elang pun segera mengikuti langkah Nia dan seketika dia lupa akan kemarahannya kepada Andi.
__ADS_1
"Dasar,, memang ya Cinta bisa mengubah segalanya," ujar Andi tertawa
"Pengen juga di gandeng sama yayang Angel kek gitu, Entah kapan dia bisa melihat betapa tulus cintaku padanya," khayal Andi
Dia pun segera mengikuti Elang dan Nia menuju ke ruangan dimana Edo di rawat.
Sampai disana mereka langsung masuk ke ruangan itu dan di sana terlihat seorang gadis muda sedang duduk di samping Brankar Edo.
Hati Nia berdenyut melihat keakraban mereka, Edo sangat senang melihat gadis yang di sukainya datang menjenguknya .
"Bidadari,, akhirnya lo datang juga membuat hati ini bagai mendapatkan air di tengah gurun pasir," ucap Edo spontan
Gadis yang bersama Nuri terlihat tidak senang dengan kedatangan Nia ke sana yang membuat perhatian Edo teralihkan darinya.
Kenapa aku gak suka ya ngeliat kak Edo akrab dengan gadis lain seperti itu, apa benar yang di bilang sama kak Andi kalau aku sudah ada rasa sama dia,,, ah gak mungkin,, itu mungkin rasa simpati sesaat aja, nanti juga hilang sendiri,, batin Nia
Nia menghampiri Edo, dan duduk disamping brankar Edo berhadapan dengan gadis itu. sedangkan Elang dan Andi duduk di sofa yang ada di sana.
"Kak Edo, maafin aku ya,, gara-gara aku kak Edo jadi kayak gini," ucap Nia dengan nada sedih
"Jadi kamu yang bikin kak Edo sakit kek gini," bentak Nuri, Nuri adalah teman Edo semasa dia tinggal di panti asuhan dulu. Nuri dari dulu sudah menyukai Edo dan ketika mendengar Edo sedang di rawat disana dia setiap hari membawakan makanan untuk Edo dan sering kali menemani Edo di sana.
"Nuri,, jangan marahin dia , dia gak salah kok ,,gue aja yang gak hati-hati makanya gue terpeleset," bela Edo
Hati Nia merasa senang karena Edo membelanya, akan tetapi dia juga merasa bersalah kalau Edo seperti ini karena ketindihan tubuhnya.
"Tapi kak,, tadi kan dia sendiri yang ngaku,, awas saja kalau ini ulah lo,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Like...Coment..dan Vote ya
__ADS_1
dan tekan tanda ❤ agar cerita ini jadi favorit.
makasih🙏🙏🙏 love U❤❤❤