
"Inge...! Lo ngerjain gue lagi ," teriak Mika
Inge langsung berlari menuju kamarnya, Sementara Mika kesal di kerjai sama sahabatnya itu sampai dua kali, tapi dia seneng karena hari ini bisa bercanda dengan sahabatnya itu setelah sekian lama mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.
Mika melihat jam ditangannya, jarum jam sudah menunjukkan pukul lima pagi.
" Mampus gue, udah jam segini lagi gue bisa telat nih," ucapnya kemudian segera minum dan langsung berangkat menuju ke Mansionnya Dion.
Mika berangkat ke sana menggunakan ojek Online yang sudah di pesannya sehingga dia cepat sampai di sana. Sesampainya di Mansionnya Dion, Mika segera masuk kesana karena Satpam di rumah itu sudah mengenal Mika, walaupun Satpam itu sendiri binggung kenapa Mika datang pagi-pagi sekali ke sana.
Tok...tok..
Mika mengetuk Pintu rumah itu, dari dalam rumah Bik Iyem membukakan pintunya, dia tidak bingung melihat Mika di sana pagi-pagi buta karena sudah di beritahukan oleh Nia semalam agar membukakan pintu buat Mika pagi ini.
"Non Mika sudah datang ?
"Iya bik, Om Dionnya sudah bangun Bik ?
"Kayaknya belum non," jawab bik Iyem
"Ooo baiklah kalau begitu, aku ke sana dulu ya," ujarnya
"Oh ya non Mika, Non Nia menyuruh bibik untuk ngasih kunci cadangan kamar mas Dion ke non Mika," ucap Bik Iyem sambil ngasih kunci itu ke tangan Mika, Mika pun mengambilnya.
Mika kemudian segera menuju ke kamar Dion, sampai di sana Mika melihat tidak ada orang di dalam kamar itu, tapi sesaat kemudian dia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi, dia kemudian tersenyum
"Ah..tugas pertama sudah kelar tanpa harus bersusah payah, sekarang lanjut tugas ke dua," ujarnya sambil menuju ke ruangan Ganti Dion untuk menyiapkan pakaian buat Dion Ngantor.
Mika lagi asik memilih-milih kemeja yang cocok dengan Jas yang sudah di pilihnya tadi, tiba-tiba Dion masuk ke sana hanya dengan mengunakan handuk yang hanya menutupi area pinggang sampai lutut.
Dion tidak tau kalau Mika sudah ada di sana karena tubuh Mika tertutup dengan pintu lemari itu, dengan santainya dia masuk ke sana dan segera menuju lemarinya.
Aaaaa...
Teriak mereka barengan, Mika menutup wajahnya menggunakan tangannya dengan jari-jarinya yang jarang-jarang.
"Ngapain Lo di sini ?" tanya Dion
"Kan lo yang nyuruh gue ke sini," jawabnya Mika
"Kapan gue nyuruh lo kesini hah ?" bentak Dion
"Lo lupa ya,, lo kan yang suruh gue bangunin lo hari ini dan melakukan semua tugas yang lo berikan ke gue kemarin," jelasnya, Dion baru menyadari memang benar kemarin dia yang menyuruh Mika begitu.
__ADS_1
"Lo keluar sana, gue bisa ambil sendiri pakaian gue," suruh Dion
"Gak mau..ini kan tugas gue," ucap Mika masih dengan tangan di wajahnya.
"Kenapa sih lo nutup wajah lo ?
"Gak apa-apa,"
"Buka gak,"
"Gak..
"Buka gue bilang,"
"Gak...
Dion lalu memegang tangan Mika yang berada di wajahnya lalu menariknya agar wajah Mika tidak di tutup lagi. Mika melotot melihat roti sobek itu untuk kedua kalinya.
Walaupun Mika keliahatannya sering berpikiran mesum tapi itu cuma di pikirannya saja, kalau lagi dalam keadaan seperti ini dia juga gugup saat melihat pemandangan seperti itu karena ini pertama kalinya dia berduaan dengan seorang pria di dalam kamar apalagi pria itu bertelanjang dada seperti keadaan Dion sekarang.
Memang sih Mika pernah melihat roti sobeknya Dion, tapi itu kan saat Dion lagi sakit dan tertidur pulas. ini beda ceritanya, Dion sadar dan berdiri tepat di hadapannya, itu yang membuat Mika pikirannya menerawang jauh.
Dion tersenyum melihat Mika melongo memandang ke arahnya. Seketika muncul ide di kepala Dion buat ngerjain Mika.
"Mau ngapain Lo ?" tanya Mika Gugup, Dion tidak menjawab dia masih melangkah maju..
"Bukankah kamu ingin sekali memegang tubuhku ini," ucap Dion dengan sedikit berbisik, Dion mengambil tangan Mika hendak meletakkan di roti sobeknya.
Mika memejamkan matanya ketika tangannya semakin dekat dengan roti sobek itu, jantung Mika hampir copot, dan pada saat tangannya sedikit lagi hampir menyentuhnya Mika menghentakkan tangannya sehingga terkena Handuk yang di gunakan oleh Dion.
Handuk itu pun melorot jatuh di lantai, sehingga membuat Dion kaget dan langsung menyambar handuk itu lalu memakainya lagi, Mika segera berlari keluar kamar Dion.
"Itu apa tadi ?...ucap Mika yang tadi sekilas melihat benda keramatnya Dion. Mika bergidik sendiri saat membayangkannya. Mika melangkahkan kakinya menuju dapur, sampai di sana dia segera mengambil air dan meminumnya sampai tak bersisa.
"Sepertinya kamu haus sekali ya," Mika kaget mendengar suara Nia yang sudah ada di belakangnya.
"Eh lo Nia...ngagetin gue aja sih lo,"
"Kamu kenapa ? kamu seperti habis lari keliling komplek aja sampai keringatan begitu ?"
" Gue habis lihat ular," ucap Mika spontan yang membuat Nia melompat kearahnya.
" Mana ularnya ?" teriak Nia ketakutan.
__ADS_1
"Ha..ha...lo takut ular ? Udah tenang aja ularnya sudah masuk kembali ke sarangnya kok," ucap Mika sambil membayangkan ularnya Dion.
"Kak Dion harus tau soal ular ini, biar nanti dia memanggil pawang ular buat menangkapnya."
Mika senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Nia, dia tidak bisa membayangkan reaksi Dion kalau pawang ular menangkap ularnya.
"Kenapa kamu senyam-senyum sih Mika, aku serius nih," ujar Nia kesal di saat dia takut Mika malah begitu
"Iya deh..terserah lo aja," ucap Mika kemudian duduk di kursi meja makan itu.
"Waah..ada nasi goreng nih, gue jadi laper lagi," ucapnya.
"Kalau laper ya di makan dong," suruh Nia, Mika mau menyendokkan nasi goreng tersebut tapi karena melihat Dion sudah turun dari kamarnya dia menghentikan niatnya itu.
Dion sudah siap dengan setelan kantornya, dan yang membuat Mika tersenyum saat melihatnya memakai Jas yang dia pilihkan tadi.Dion Duduk di sana kemudian mengambil nasi goreng dan menaruhnya di piringnya lalu memakannya.
"Kak Dion Mika bilang tadi di rumah kita ada ular, Kak Dion panggil pawang ular dong buat nangkap ularnya," ujar Nia
Uhuuk..uhuuk..
Dion tersedak lalu segera minum air yang berada di sana, Mika hanya menundukkan kepalanya sambil senyam-senyum sendiri.
Dion menatap ke arah Mika lalu beralih ke Nia.
"Tidak usah, karena Mika tadi sudah menangkapnya," ucap Dion datar
Uhuuk..uhuuk..
Sekarang giliran Mika yang tersedak ketika mendengar ucapan Dion.
"Kalian kompak sekali sih tersedaknya," ucap Nia heran,Mika gugup mendengar pertanyaan Nia.
"Nia..kakak berangkat dulu ya, Mika kamu ikut saya," ucap Dion dingin
Huff...
Mika menarik nafas lega kemudian segera mengikuti Dion dari belakang dan mereka pun berangkat ke kantor.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Read...Like...Coment...Vote..
__ADS_1
Thank's🙏🙏🙏Love U All❤❤❤