Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 13


__ADS_3

"Apa kamu gak salah nak menyuruh saya memecat Neng Xindy, kasihan dia kalau sampai saya pecat, dia gak punya pekerjaan lain, ayahnya pun tidak menafkahi dia, dari mana dia bisa makan nanti," Ujar ibu itu


"Saya yang akan menafkahi dia Bu, walau saya hanya tukang Ojek Online saya sanggup kok kalau hanya untuk menafkahi dia."Jawab Rico


"Sepertinya kamu menyukai neng Xindy ya nak ?"


"Bukan hanya sekedar suka bu, saya mencintai dia dan dia akan menjadi Istri saya nantinya," ujar Rico


"Kamu ini nak, ngomongnya kayak orang Dewasa saja, masih kecil kok sudah mikirin pernikahan,, Sekolah dulu yang benar biar dapat kerjaan yang lebih layak baru mikir ke sana," ucap Ibu itu sambil tertawa


"Saya kan gak bilang sekarang Bu, tapi nanti..he..he..," ucap Rico cengengesan, padahal dalam hatinya kalau bisa sekarang sekarang pun dia siap menikahi Xindy, wong dia orang sugeh kok.


"Ya sudah, nanti ibu pikirkan bagaimana caranya untuk memecat Neng Xindy dari sini," ujar Ibu itu.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Bu, Oh ya ini berapa semuanya " tanya Rico


"Tiga puluh Ribu aja nak,"


Rico mengambil dompetnya lalu mengambil uang seratus ribuan dan memberikannya kepada Ibu itu.


"Kembaliannya buat ibu saja,"


"Beneran nih nak, makasih loh nak," ucap Ibu itu senang.


Rico pun bergegas pergi dari sana, Tak lama Xindy pun datang ke Warung itu dan segera bergegas menuju kebelakang untuk mencuci piring yang sudah menumpuk itu.


Dari arah belakang Xindy datang Wati yang tiba-tiba mendorongnya dan Xindy jatuh dan tak sengaja menyenggol beberapa piring sehingga piring itu pecah semua.


"Ada apa ini..Kenapa piringnya pada pecah begini sih," teriak ibu pemilik warung itu


"Ini buk, Kak Xindy gak hati-hati nyuci piringnya, jadi pecah deh," ucap Wati


"Bukan saya Bu Wati tadi yang mendorong saya hingga terjatuh dan menimpa piring-piring ini bu,"


"Heh Kak Xindy udah salah gak mau ngaku lagi, udah jelas-jelas aku lihat sendiri bu, tadi dia sengaja memecahkan piring itu," tuduh Wati


"Ya Ampun Xindy, kalau begini caranya saya bisa rugi banyak nih, Mulai sekarang kamu saya pecat."


Jedaaarrrr....


"Maafkan saya Bu, saya akan ganti semua piring ini," ujarnya

__ADS_1


"Gimana kamu bisa ganti, kamu uang saja tidak punya, pokoknya mulai sekarang kamu gak usah bekerja di sini lagi, ayo cepat pergi," usir ibu itu.


Xindy dengan langkah gontai berjalan meninggalkan warung itu dengan Air mata menetes di pipinya. Dia berjalan menyusuri jalan menuju ke arah persawahan, dia berencana akan pergi ke Basecamp di mana biasanya dia dan teman-temannya Nongkrong.


Perlahan dia naik ke atas saung itu dengan tatapan datarnya.


"Xindy..lo suka ke sini juga ?" tanya Rico yang sedang menikmati makan siangnya


Xindy kaget karena ternyata ada orang di sana, karena asik dengan pikirannya Xindy tidak melihat kalau Rico juga berada di sana.


Xindy segera menghapus air matanya dan duduk di pojokan sambil memandang ke arah sawah yang tak berpadi itu.


"Lo nangis ? Ha..ha..gue pikir lo itu adalah Robot yang gak Punya rasa, ternyata lo bisa nangis juga ya," canda Rico


Xindy masih dengan Ekspresi yang sama ketika dia baru datang ke sana. Rico membungkus kembali makanannya lalu beranjak dan duduk di samping Xindy.


"Indah ya.." ucap Rico, Xindy menoleh ke arah Rico, tapi Rico masih saja menatap ke depan dengan ekspresi takjubnya


"Lihat itu, awan itu sungguh indah," tunjuk Rico, Xindy melihat ke arah yang di tunjuk oleh Rico, sesaat dia terpesona dengan keindahan alam itu, awan putih seakan menyerupai bunga di langit yang biru, dengan Burung-burung yang terbang di antaranya.


"Seandainya gue jadi burung pasti bahagia banget hidup Gue," sebuah kalimat keluar dari mulut Xindy. Rico menatap ke arahnya.


"Kalau gue sih lebih memilih jadi manusia ketimbang Burung, manusia bisa makan burung tapi Burung tidak bisa makan manusia," ujar Rico


Rico senang karena ucapannya di respon oleh Xindy, dia lalu terus saja mengoceh.


"Burung bangkai makan bangkai, kalau manusianya masih hidup pasti gak bisa, dari pada ngebahas Burung, mending lo **** burung," ujar Rico yang membuat Mata Xindy melotot ke arah Rico


"Maksudnya ini," ujar Rico sambil memperlihatkan Ayam goreng ke arah Xindy.


"Lo udah makan belum Xin ?" tak ada jawaban dari Xindy


"Oh sepertinya lo belum makan, tu wajah lo kelihatan jelek kayak orang belum makan," ucap Rico, Xindy kembali melotot ke arah Rico


"Ha..ha..tu kan mata lo melotot kayak orang cacingan Ha..ha..," canda Rico


"iiihhh...lama-lama lo nyebelin deh, " ucap Xindy sambil memukul-mukul Rico


"Aw..aw..aw...ampun tuan Putri..gue gak akan bercanda lagi," ujar Rico sambil menghindar dari pukulan Xindy. Xindy masih saja memukul-mukul Rico dan Xindy kehilangan keseimbangan sehingga dia terjatuh dan menindih Rico.


Deg...

__ADS_1


Jantung keduanya berdetak kencang, Xindy segera bangkit dari tubuh Rico dan merapikan penampilannya, Rico juga bangun dan menetralkan kegugupannya.


Suasana canggung pun tercipta,


"Maaf.." ucap keduanya berengan


"Gue yang harusnya minta maaf sama lo," ucap Xindy


"Lo gak salah kok, gue yang harus minta maaf,"


"Gue..


"Gue...


Keduanya saling berpandangan dan..


"Ha..ha..ha.." mereka tertawa terbahak-bahak...


"Lo nyebelin banget sih Rico, sumpah gue gak tahan lama-lama ngediamin lo," ucap Xindy yang membuat Rico tak menyangka ketika mendengar ucapannya itu.


"Lah kok nyebelin sih Xin, gue ngangenin kali" ujar Rico, dia merasakan kalau Xindy sudah menerima dia di kehidupannya.


"Ngangenin- ngangenin jidat lo, gue sampai gak tahan pengen ngakak tau gak," ujar Xindy


"Btw makasih ya Ric, lo sudah bikin Mood Gue balik, ya..walaupun gue baru saja di pecat dari kerjaan gue sih," ujar Xindy blak-blakan, dia tidak sadar kalau lagi cerita sama Rico, Rico tersenyum.


Ternyata ibu itu gercep juga kerjannya,, Batin Rico


Kruukkk...kruukkk...


Suara perut Xindy berbunyi nyaring, Xindy cengengesan


"Ha..ha..ha..tu suara perut atau genderang perang, nyaring banget ha..ha..," Xindy tersenyum malu.


"Lo laper ya ?" tanya Rico, Xindy menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita makan, untung gue tadi beli dua bungkus nasi nya ," ajak Rico lalu mengambil nasi itu dan membawanya ke depan Xindy.


"Ayo di makan," suruh Xindy, Xindy pun mengambil sebungkus nasi itu lalu mulai makan dengan lahapnya karena memang dia sudah sangat kelaparan.


"Pelan-pelan saja makannya, gak akan ada yang ngambil kok, palingan gue yang ambil," ucap Rico membuat Xindy membalikkan arah duduknya agar Rico tidak sampai kalau mau mengambil nasinya.

__ADS_1


"Gue bercanda lagi, lagian gue udah kenyang kok lihat lo makannya seperti itu ha..ha..,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2