
Rey sudah bersiap untuk pulang kerja. dia sudah ingin sekali berduaan bersama istrinya. baru beberapa hari Rey menikahi Ayu. setiap saat dia lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar dari pada bersantai bersama keluarga. pernikahan yang dia jalani tentunya tanpa sepengetahuan Bu Farah.
Rey berjalan menuju parkiran lalu menaiki mobilnya. dia berhenti di gerbang masuk kantor. karena melihat Putri yang sedang berdiri sendirian disana.
"Ayo masuk!" ajak Rey dari balik jendela kaca mobilnya.
"Iya Kak, terimakasih." ucap Putri lalu dia masuk kedalam mobil Rey.
"Masih menunggu jemputan?" tanya Rey
"Iya Kak, supir rumah lagi ada keperluan mendadak jadi mungkin telat beberapa jam untuk menjemputku." jawab Putri
"Ya sudah, biar aku yang mengantarmu." lalu Rey tancap gas dan mengendarai mobilnya melewati keramaian kota.
Putri langsung menghubungi supirnya untuk memberitahukan agar tidak usah menjemputnya.
Selama perjalanan, Putri tak henti-hentinya menatap Rey. Rey tahu bahwa Putri terus menatapnya.
"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Rey sambil mengusap wajahnya.
"Ah, tidak!" jawab Putri sambil meneguk air liurnya.
Tampan sekali kak Rey, jadi ingin cepat-cepat untuk memilikimu." batin Putri
Rey tidak menghiraukan Putri yang masih menatapnya. yang dia pikirkan saat ini, dia ingin cepat-cepat sampai kerumah dan bertemu dengan istri tercintanya.
Setelah mengantarkan Putri, Rey langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. tak lupa dia membeli kue untuk Ibu dan Istri tercintanya. dia masih ingat jika dia suka sekali membeli kue di toko kue Pak Sam.
Rey berhenti di depan toko kue itu.
"Permisi, selamat sore." ucapnya saat memasuki toko kue.
"Apah apah" kata Baby Zie menyambut kedatangan Rey. Baby Zie yang sedang bermain sendirian langsung menghampiri Rey. dia berjalan berpegangan pada tembok.
Rey melihat anak kecil di hadapannya yang tampak memelas. lalu dia menengok kesemua arah. namun dia tidak melihat orangtua dari anak itu.
__ADS_1
Rey menggendong Baby Zie. Baby Zie tampak girang karena mengira jika Rey itu Papahnya. memang jika dilihat sekilas, Rey sedikit mirip dengan Juna.
Siapa anak ini? kenapa aku seperti pernah melihatnya." batin Rey sambil menatap wajah cantik Baby Zie.
Rara keluar dari dapur untuk menengok Baby Zie yang sedang main sendirian.
"Sayang, ayo kita..."Rara tekejut saat dia mendongkakan kepalanya. dia melihat Baby Zie yang tampak girang di dalam gendongan Rey.
"Rara, lama kita tidak berjumpa. jadi ini anakmu Ra? pantas cantik seperti Mamahnya." kata Rey
"Iya Mas Alhamdulilah, bagaimana kabarmu sekarang?"
"Alhamdulilah sekarang kehidupanku jauh lebih baik dari sebelumnya. ya, mungkin karena sekarang ada seseorang yang spesial yang selalu menemani hari-hariku." ucap Rey tampak bersemangat.
"Wah selamat yah Mas Rey, emm apa Mas Rey sudah menikah?" tanya Rara
"Sudah, baru beberapa hari ini." ucapnya
"Pengantin baru dong, lagi lengket-lengketnya." goda Rara
"Ah bisa saja kamu Ra,oh iya ngomong-ngomong dimana kak Juna?" tanya Rey sambil menengok kanan kirinya.
"Oh keluar, sampaikan salamku yah untuk Kakak. karena Mas tidak bisa lama-lama, ini juga harus cepat-cepat pulang."
"Iya Mas, nanti Rara sampaikan." jawab Rara
Setelah mengobrol dengan Rara, Rey segera memilih kue yang akan dia beli.
Rey disambut oleh istri tercinta. Ayu mengambil tas kerja yang Rey bawa. Rey hendak mencium kening istrinya namun keburu ada Bu Farah yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Sudah pulang Nak? hm kelihatannya bahagia sekali." ucap Bu Farah yang melihat ekspresi wajah anaknya.
"Iya dong Mah." sambil melirik Ayu
"Sepertinya anak Mamah ini sedang jatuh cinta. kenalin dong sama calon mantu." goda Bu Farah
__ADS_1
"Iya Mah, nanti Rey kenalin sama wanita spesial yang sangat Rey cintai."
"Mamah tunggu loh secepatnya."
Setelah mengobrol dengan Bu Farah, Rey berlalu pergi menuju ke kamarnya diikuti Ayu. Bu Farah yang melihat itu menegurnya.
"Loh Ayu, kamu mau kemana?" tanya Bu Farah
"Saya mau nganterin tas milik Kak Rey."
"Mamah lihat kalian sering terlihat bersama. hm, mulai saat ini kalian tidak boleh dekat-dekat. nanti kekasih Rey cemburu melihatnya."
"Baik Bu" jawab Ayu sambil menundukan pandangannya.
Ayu memberikan kembali tas milik Rey. lalu dia berlalu pergi untuk menghidangkan masakan yang sudah dia masak tadi.
Malam harinya Rey menghampiri Ayu yang sedang berada di kamarnya. dia berniat untuk mengajaknya tidur bersama. semenjak menikah beberapa hari yang lalu, baru dua kali mereka tidur bersama. itu juga tidak terjadi apa-apa diantara keduanya karena Ayu sedang berhalangan.
"Sayang, apa sudah sembuh?" tanya Rey
"Emm sudah Mas" Ayu tampak gugup
"Kalau begitu kita bisa melakukannya."
"Mas yakin?" tanya Ayu kepada suaminya.
"Yakin dong, masa istri secantik ini dianggurin kan sayang. tapi Mas mau kita ke kamar Mas saja yah. disini terlalu sempit untuk tidur."
Rey mengajak Ayu ke kamarnya. mereka berjalan mengendap-endap karena takut kepergok oleh Bu Farah. sesampainya di dalam kamar, Rey langsung melepaskan jilbab yang Ayu pakai.
"Jangan gugup sayang, rileks saja dong."
"Ayu takut Mas, ini pertama kalinya untuk Ayu."
"Mas juga sama, ini pertama kalinya." lalu langsung merebahkan istrinya diatas ranjang.
__ADS_1
Malam ini menjadi sejarah untuk keduanya. karena malam yang panjang ini mereka lalui dengan penuh cinta.
"Love you sayang" Rey mencium kening istrinya yang sudah tampak lemah tak bertenaga.