
Setelah selesai memakan mi ayam, Rara dan Putri segera pulang. mereka menaiki Bus karena Rara ingin naik Bus saja. padahal Putri sudah mengajaknya naik taxi. tapi Rara menolak dan beralasan dedek bayinya ingin naik Bus. padahal itu hanya alasannya saja karena Rara berusaha menghemat pengeluaran. hanya saja dia tidak memberitahukan Putri karena pastinya Putri akan bersikeras membayarkan ongkos mereka. dan Rara akan merasa tidak enak karena selama ini Putri sudah terlalu sering membantunya.
"Ayo Ra" Putri membantu memegangi tangan Rara saat dia turun dari Bus.
"Kamu cape tidak Ra? aku khawatir loh sama kamu." sambil menatap Rara yang sedang mengelap wajahnya dengan sapu tangan miliknya.
"Tidak kok kamu tenang saja Put." Rara meyakinkan Putri bahwa dia baik-baik saja.
Rara dan Putri berjalan ke arah Mess yang mereka tinggali.
"Kamu mau mandi dulu atau aku duluan Ra?" tanya Putri karena dirinya merasa gerah.
"Kamu dulu deh, aku masih cape." Rara menyuruh Putri untuk mandi duluan.
Mess yang mereka tinggali itu memang hanya ada kamar mandi satu untuk wanita dan di mess belakang satu untuk laki-laki.
Setelah membersihkan diri keduanya bersantai di ruang tengah depan kamar mereka. mereka mencari chanel kesukaannya tapi tidak tanyang. akhirnya mereka menonton berita seputar selebritis.
Berita selanjutnya menayangkan pasangan dari keluarga pebisnis yang paling berpengaruh di ibukota.
Mereka tampak serius menonton berita tersebut. disana ada tayangan keromantisan pasangan pengantin baru saat menghadiri pesta ulang tahun salah satu artis yang merupakan kerabat dari mereka.
"Selamat datang Tuan Juna Dirgantara, bisakah saya bertanya sedikit saja tentang kisah asmara kalian." tanya seorang wartawan yang menghadang kedatangan Juna dan istrinya.
"Maaf tapi saya tidak suka hubungan saya di ekspos oleh media." Juna berusaha menerobos kerumunan Wartawan.
__ADS_1
"Ya sudah tapi tolong jawab satu saja pertanyaan dari kami." Wartawan itu memohon agar Juna mau menjawab pertanyaannya nanti.
"Baiklah, cepat saya tidak ada waktu lagi." perintah Juna
"Apakah Tuan Juna dan Istri selalu harmonis menjalani pernikahan yang baru beberapa bulan ini?" tanya Wartawan yang tadi karena kepo dengan kisah asmara seorang pengusaha tersohor di kotanya.
"Yang seperti kalian lihat, saya dan istri saya sangat harmonis dan saya sangat mencintai istri saya." sambil memperlihatkan keromantisannya dengan Luna.
"Waw selamat untuk kalian berdua, terimaksih atas waktunya." Wartawan itu tampak heboh merespon perkataan Juna.
Setelah di tanyai oleh Wartawan, Juna mengajak Luna untuk melangkah ke arah tuan rumah yang sedang mengadakan pesta untuk mengucapkan selamat.
Putri tak tega melihat Rara yang tampak diam setelah melihat tayangan tadi.
"Sudah Ra, jangan di pikirkan yah." Putri mencoba mengajak Rara bicara.
°°
Juna dan Luna juga menyaksikan tayangan mereka di televisi.
"Lihat mas, kamu menyeramkan sekali di televisi." Luna meledek Juna yang terlihat tak suka saat di tanyai oleh Wartawan.
"Salah siapa mereka cerewet sekali, so kepo urusan orang lain." Juna memang tak suka jika urusan pribadinya di ekspos oleh media.
"Namanya juga wartawan mas, ya memang seperti itu pekerjaannya."
__ADS_1
"Juna, mamah ingin bicara denganmu." Bu farah menghampiri anak dan menantunya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
"Tinggal ngomong saja mah." Juna meminta ibunya untuk memulai pembicaraannya.
"Ayo ikut mamah" Bu Farah melangkah duluan.
Juna pamit kepada istrinya untuk menyusul Bu Farah yang sudah beranjak pergi duluan.
"Ada apa mah?" tanya Juna saat mereka duduk berhadap-hadapan di ruang kerja Juna.
"Mamah ingin kamu mencari tahu siapa anak dari pelakor itu." Bu Farah menyuruh Juna menyelidiki asal-usul wanita yang sudah menjadi selingkuhan ayahnya.
"Oh itu, memangnya ada urusan apa mamah mencari tahu info keluarga wanita itu?" Juna penasaran dengan maksud ibunya.
"Mamah akan memancing wanita itu dan papahmu keluar dari persembunyiannya melalui anaknya." Bu Farah sudah memikirkan rencananya.
"Untuk apa mamah mencari mereka? sudahlah mah, mamah jangan lagi berurusan dengan penghianat dan pelakor seperti mereka." Juna tidak ingin Ibunya berurusan lagi dengan ayah dan selingkuhannya.
"Kamu tidak ingat kalau mereka membawa kabur harta mamah. harta yang seharusnya mamah wariskan ke kamu." Bu Farah ingin merebut kembali haknya.
"Tapi buat apa mamah ingin merebut kembali harta mamah? lagian sekarang kita sudah hidup enak lagi. Juna sudah bekerja keras hingga sampai di titik ini. bukankah mamah juga menikmati kemewahan ini?" Juna hanya tidak ingin ibunya terluka karena salah bertindak.
"Sudahlah mah, juna tidak ingin mamah kenapa-napa." Juna mencoba membujuk mamahnya.
"Baiklah kalau kamu tidak mau membantu mamah, biar mamah menyuruh orang untuk menyelidiki keluarga dari wanita itu." Bu Farah langsung beranjak pergi meninggalkan ruang kerja anaknya.
__ADS_1
Juna tampak gelisah setelah kepergian ibunya. dia tidak ingin jika ibunya mengetahui pernikahannya dan Rara yang merupakan anak dari wanita selingkuhan ayahnya.
Sepertinya aku harus menemui rara secepatnya. aku tidak ingin jika orang suruhan mamah sampai mengetahui keberadaannya." Juna berencana menyembunyikan Rara.