Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 48


__ADS_3

Kediaman Pak Juna terlihat rame. karena malam ini akan di adakan syukuran pemberian nama dan aqiqah untuk cucu pertama di keluarga Dirgantara.


Bu Rara sibuk menghitung bingkisan makanan yang akan di bagikan untuk tetangga, anak jalanan, anak yatim, dan untuk tamu undangan nanti.


Pak Juna dan Farizki mengunjungi panti asuhan terdekat untuk membagikan bingkisan makanan dan ada sedikit uang. setelah itu mereka membagikan bingkisan makanan untuk anak jalanan. sedangkan ke tetangga, Eza yang membagikannya.


Setelah selesai membagikan makanan, kini keduanya segera pulang.


Bu Rara melihat anak dan suaminya yang sudah pulang.


"Pah, sudah pulang?"


"Sudah Mah, bagaimana persiapan disini?"


"Sudah beres Pah, kita tinggal bersantai saja.


"Assalamu'alaikum" terdengar seseorang mengucapkan salam dari depan pintu.


"Waalaikum'salam," Bu Rara melangkah mendekati pintu yang kebetulan tidak di tutup.


"Wah Rey,Putri, kalian pulang?" Bu Rara merasa bahagia karena melihat adiknya sudah pulang dari luar negeri.


"Iya nih Kak," Putri mendekati Rara lalu memeluknya.


Bu Rara mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam rumah. kebetulan Alvaro tidak ikut karena masih ada urusan di luar bersama teman-temannya.


Mereka asyik mengobrol karena jujur saja mereka jarang ketemu. ini kedua kalinya mereka pulang setelah pernikahan Zivana beberapa bulan yang lalu.


Zivana sedang di kamarnya menyiapkan nama untuk anaknya. dia bingung menggabungkan nama Arganta dan Dirgantara.


Mending tanya Papah saja deh," gumam Zivana lalu dia keluar dari kamar untuk menemui ayahnya. dia akan bertanya nama anaknya yang sudah dia siapkan.


Zivana melihat Bibi dan Pamannya ada bersama orang tuanya.


"Wah aunty, uncle, kapan pulang?" Zivana merasa senang melihat kedatangan Paman dan Bibinya.


"So inggris sih," gumam Eza namun masih terdengar oleh Zivana.


Plak


Zivana menepuk bahu Eza.


"Biarin yeh," ucap Zivana lalu dia mendudukan dirinya di sebelah Eza.


Zivana bertanya pendapat keluarganya mengenai nama yang sudah dia siapkan. ternyata keluarganya menyetujuinya.

__ADS_1


°°°


Malam harinya, acara syukuran do'a bersama sudah di mulai. banyak tamu undangan yang hadir. ada juga ustad yang di undang oleh Pak Juna untuk memimpin jalannya acara.


Pak Ustad juga mengumumkan nama anak pertama dari pasangan Alvin dan Zivana yang di beri nama Rayandra Argantara. nama Argantara itu gabungan dari nama dua keluarga Arganta dan Dirgantara.


Acara doa bersama ini berlangsung selama dua jam. karena setelah doa bersama, Pak Ustad sedikit mengisi tausiyah. semua tamu yang hadir mendengarkan tausiyah sambil menikmati hidangan yang ada.


Zivana sedikit sedih selama mengikuti acara doa bersama. dia teringat suaminya yang masih terbaring lemah di rumah sakit.


"Sayang, kamu kenapa?" Bu Rara melihat anaknya sedikit diam.


"Tidak kok Mah, hanya rindu sama Mas Alvin," jawab Zivana


"Besok kamu tengok suamimu Nak, pasti suamimu akan senang jika kamu datang menengoknya."


"Iya Mah, besok Zie titip Baby Rayan lagi yah," pinta Zivana


"Iya sayang, kamu tenang saja,"Bu Rara dan Zivana saling tatap sambil tersenyum.


Setelah acara tausiyah selesai, Pak Ustad memimpin doa penutup. setelah itu satu persatu dari mereka pergi meninggalkan kediaman Dirgantara. Bu Rara dan Pak Juna berdiri di depan pintu sambil memberikan bingkisan untuk tamu yang akan pulang.


Zivana memilih ke kamarnya untuk beristirahat. dia tidak ikut membereskan sisa-sisa makanan yang masih ada di ruang keluarga.


°°°


Zivana pergi ke rumah sakit di antar oleh Eza. sepanjang perjalanan Zivana hanya diam. dia menatap ke luar jendela melihat kendaraan yang berlalu lalang. hingga dia tak sadar jika saat ini sudah sampai di rumah sakit.


"Kak, turun!" ucap Eza


"Eh," Zivana menatap ke depan, ternyata sudah sampai di depan rumah sakit.


"Cepat sekali sampainya Za?"


"Kak Zie tuh yang ngelamun, ya tidak sadar kalau kita sudah sampai."


Kini Zivana dan Eza sudah turun dari dalam mobil.


"Kakak masuk saja yah ke dalam, Eza mau kenalan sama suster cantik," ucap Eza


"Kamu kalau lihat yang cantik dikit saja jelalatan, nanti malah dapatnya bekas orang biar tahu rasa."


"Yeh, Kakak jahat amat sih, masa mendoakan biar adiknya dapat yang bekasan. semua lelaki juga pasti maunya yang masih PW."


"Iya deh...iya deh... terserah kamu saja," Zivana berlalu pergi dari hadapan Eza. dia melangkah sendirian memasuki rumah sakit.

__ADS_1


Zivana sudah berada di depan ruang inap Alvin. dia mengetuk pintu sebelum dia masuk ke dalam.


"Bi, bagaimana keadaan Mas Alvin?" tanya Zivana yang kini sudah ada di dalam ruangan.


"Alhamdulilah Neng Zie datang tepat waktu, Tuan Alvin sudah sadar dan saat ini sedang tidur."


Zivana berjalan mendekati Alvin. kebetulan Bi Salma juga sedang duduk di samping ranjang pasien.


"Alhamdulilah Bi, Zie senang karena Mas Alvin sudah siuman lagi. oh iya, bagaimana hasil pemeriksaannya?"


"Dokter masih belum memberitahunya," ucap Bi Salma


Zivana mendekati Alvin lalu dia mencium keningnya.


"Pagi sayang," ucap Alvin yang kini membuka kedua matanya.


"Ih Mas Alvin pura-pura tidur yah?" Zivana mengangkat kepalanya lalu memandang wajah suaminya. Zivana beralih menatap Bi Salma. "Bibi ikutan bohong ih, tidak lucu," Zivana melipat kedua tangan di dadanya.


"Jangan ngambek dong sayang, kalau ngambek makin cantik loh," kata Alvin lalu tatapannya beralih ke perut Istrinya yang sudah rata. "Anak kita dimana?"


"Di rumah sama Mamah," jawab Zivana


Bi Salma keluar dari dalam kamar karena ingin memberikan privasi untuk pasangan suami istri itu.


Alvin yang melihat Bi Salma keluar merasa senang karena dia bisa bermesraan dengan Istrinya.


"Sayang," Alvin menunjuk bibirnya.


"Apa Mas?"


"Jangan pura-pura deh,"


"Ini di rumah sakit loh, nanti gawat kalau ada yang melihat."


Alvin tidak mendengarkan perkataan Istrinya. dia menarik tengkuk Istrinya dan mendekatkan bibir mereka.


Cklek


"Astaga, mataku ternoda," Eza menyaksikan Kakaknya sedang ber*ciuman.


Zivana langsung menjauh dari Alvin.


"Tuh kan ada yang lihat," Zivana terlihat malu-malu karena Eza menyaksikan kemesraannya.


"Lanjutkan saja Kak, anggap saja kamar sendiri. Eza mau keluar lagi, jangan lupa kunci pintu."

__ADS_1


Eza keluar dari ruangan itu dan membiarkan Kakaknya melanjutkan kemesraannya. namun Zivana tak lagi melakukan itu karena takut kepergok lagi.


°°°


__ADS_2