
Hanya satu jam Aldo dan Zivana di taman itu. sekarang keduanya memilih untuk pulang. tidak ada yang spesial di antara mereka. karena Aldo yang niatnya akan melamar Zivana di tempat itu, dia mengurungkan niatnya saat melihat seperti ada yang sedang mengganggu fikiran Zivana.
Saat ini mereka sudah sampai di depan rumah Zivana.
"Makasih Kak, aku turun dulu. hati-hati di jalan," ucap Zivana lalu dia membuka pintu mobil itu.
"Sama-sama," jawab Aldo sambil tersenyum menatap Zivana.
Zivana menatap mobil Aldo yang mulai menjauh meninggalkan halaman rumahnya. barulah dia masuk ke dalam saat mobil itu sudah menjauh dari pandangan matanya.
Bu Rara melihat anaknya yang baru datang. kebetulan tadi Bu Rara habis dari dapur mengambil air minum. saat dia hendak ke kamar malah melihat anaknya yang baru pulang.
"Zie, kamu pergi kemana sama Nak Aldo?" tanya Bu Rara
"Dari taman Mah," jawab Zivana
"Pantas saja kamu pakai pakaian tebal, lain kali jangan sering keluar malam yah. tidak baik untuk wanita hamil sepertimu." ucap Bu Rara kepada anaknya.
"Iya Mah, lain kali tidak kok," jawab Zivana
"Ya sudah, kamu istirahat saja Nak," pinta Bu Rara
"Baik Mah, selamat istirahat juga Mah," kata Zivana
"Iya sayang," ucap Bu Rara sambil tersenyum menatap anaknya.
Kini keduanya langsung melangkah menuju ke kamar mereka masing-masing.
Zivana yang sudah masuk ke dalam kamar langsung mendudukan dirinya di pinggiran ranjang.
Tring
Zivana mendengar notif dari ponsel miliknya. dia membuka tas yang tadi dia bawa. lalu dia mengambil ponsel miliknya. ternyata itu notif pesan dari Aldo.
Sayang, sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu. tapi besok saja deh kita ketemuan lagi. sepertinya tadi bukan waktu yang tepat.
Sekiranya seperti itu isi pesan yang di kirimkan oleh Aldo.
Zivana langsung membalas pesan dari Aldo. dia mengiyakan ajakan Aldo untuk ketemuan lagi. kebetulan juga Zivana akan mengatakan sesuatu juga kepada Aldo.
Setelah membalas pesan, Zivana pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan kaki karena dia akan tidur.
Zivana kembali ke kamar dan berganti pakaian dengan daster rumahan. lalu dia langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
°°°
__ADS_1
Tok tok
Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Zivana. kebetulan Bu Rara mencoba untuk membangunkan anaknya karena sejak tadi tidak keluar juga dari kamar.
Zivana mengerjapkan kedua matanya karena merasa terusik. dia melihat jam di dinding dan ternyata sudah jam setengah enam pagi.
Astaga aku kesiangan," gumam Zivana lalu dia beranjak dari atas ranjang.
Zivana membukakan pintu kamarnya. dia melihat Ibunya yang sedang berdiri di depan pintu.
"Maaf Mah, Zie ketiduran," ucap Zivana kepada Bu Rara.
"Pasti kamu kecapean tuh, ayo sarapan dulu! Mamah juga sudah buatkan kamu susu hangat," ucap Bu Rara
"Makasih Mah, perhatian sekali deh sama aku," Zivana merasa senang karena Ibunya begitu perhatian.
"Iya sayang, kamu kan putri kesayangan Mamah," kata Bu Rara
"Aku tidak di anggap nih," sahut Eza yang kebetulan lewat di depan mereka.
"Hehe kamu kan anak cowok Za, memangnya masih mau di manjain Mamah," ucap Bu Rara kepada Eza.
"Ya tidak juga sih Mah," ucap Eza lalu dia berlalu pergi dari hadapan Bu Rara dan Zivana.
Eza pergi keluar rumah karena dia akan mencuci mobil kesayangannya.
"Zie, kamu di rumah saja kan hari ini? kamu jangan sering-sering ke kantor, lebih baik kamu istirahat saja di rumah," ucap Bu Rara kepada anaknya.
"Iya Mah, Zie ke kantor saat Farizki sedang ada banyak kerjaan saja. kalau hari ini sih Zie tidak kemana-mana. paling nanti hanya ketemu Kak Aldo." ucap Zivana
"Kamu sudah berterus terang?"
"Belum Mah, niatnya sih nanti akan bicara," jawab Zivana
"Lebih cepat lebih baik Nak," ucap Bu Rara
"Iya Mah, Zie juga merasa tidak enak jika terus menyembunyikannya."
Setelah selesai mengobrol, Zivana kembali melahap roti bakar miliknya. dia melahapnya sampai habis.
"Mah, Zie ke kamar dulu yah mau siap-siap," kata Zivana sambil beranjak dari duduknya.
"Kamu mau langsung pergi? kok pagi sekali?"
"Iya Mah, kalau nanti siang malah malas karena sudah panas," ucap Zivana
__ADS_1
Zivana langsung pergi menuju ke kamarnya. dia akan menghubungi Aldo dan memintanya bertemu lebih awal.
Zivana sudah selesai bersiap. dia sekarang sudah terlihat lebih cantik karena memakai polesan make up. Zivana akan pergi di antar oleh supir ibunya.
Saat ini Zivana sudah ada di perjalanan. dia mendengar notif dari ponsel miliknya. ternyata itu pesan dari Aldo.
Aldo mengatakan jika saat ini dia masih di dalam perjalanan. setelah membalas pesan Aldo, kini Zivana kembali menyimpan ponsel miliknya.
Mobil yang di naiki Zivana sudah sampai di dekat taman kota. Zivana segera turun dari mobil. dia masuk ke taman dan menunggu kedatangan Aldo.
Hanya 10 menit menunggu, ternyata Aldo sudah sampai disana.
"Sayang, kamu sudah lama menunggu?" Aldo berjalan menghampiri Zivana.
"Belum kok, aku juga baru datang," jawab Zivana
Aldo mendudukan dirinya di sebelah Zivana.
"Ada yang ingin aku bicarakan," ucap Zivana dan Aldo secara bersamaan.
"Kamu duluan saja," ucap Aldo
"Kak Aldo dulu saja," pinta Zivana
"Biar kamu dulu saja, kamu kan perempuan," kata Aldo
"Baiklah," ucap Zivana lalu dia menjeda ucapannya sebentar. "Sebenarnya aku sedang hamil dan aku tidak bisa melanjutkan lagi hubungan ini."
Aldo terkejut mendengar perkataan Zivana. sejenak dia terdiam sambil memikirkan solusi yang akan dia ambil.
Aku mencintainya, dan akan terus mencintainya. dan soal anak, mungkin aku memang harus menerimanya." batin Aldo
"Aku akan menerima kamu dengan anak kamu," ucap Aldo
"Tidak bisa, Kak Aldo bisa cari wanita yg lebih baik lagi," kata Zivana
"Tapi---" Aldo hendak bicara namun Zivana menaruh jari telunjuknya di bibir Aldo.
"Untuk kali ini saja mohon mengerti," Zivana langsung beranjak dari duduknya lalu pergi dari sana.
"Zie," Aldo memanggil Zivana yang baru saja pergi.
Aldo memilih untuk mengejar Zivana. namun dia sudah berlari kesana kemari tapi tidak melihat keberadaan Zivana.
Ternyata Zivana bersembunyi di dekat toilet. dia sengaja menghindari Aldo karena mungkin ini yang terbaik untuk mereka berdua.
__ADS_1
Maafkan aku Kak, tapi aku tidak pantas untuk laki-laki sebaik Kakak." gumam Zivana
°°°