
Semakin lama hubungan Rey dan Putri semakin membaik. Bu Farah, Rara, dan Juna juga ikut senang melihat Rey dan Putri yang setiap harinya semakin lengket saja. namun yang bikin Juna bete itu kalau malam Rara yang selalu menjaga Baby Al. sedangkan dia tidur sendirian. terkadang juga tidur bersama Baby Zie jika Zie tidak tidur bersama Bu Farah. dia semakin ingin mempercepat untuk mencarikan Al Baby sister.
Juna sudah menghubungi yayasan khusus Baby sister. dia berencana merekrut Baby sister yang sudah berpengalaman dan tidak abal-abal. karena keselamatan serta kenyamanan Al itu yang diutamakan. Juna berharap agar Baby Al cocok dengan Baby sisternya nanti. karena Juna tidak ingin Istrinya tetap sibuk mengurus Al.
Kebetulan hari ini hari libur. Juna dan Rey bisa menghabiskan waktu mereka bersama keluarga. mereka sedang berkumpul di ruang keluarga sambil bercanda tawa.
Tok tok
Terdengar ketukan pintu dari luar rumah.
"Biar Rara saja yang buka pintu." kata Rara lalu segera bangkit dari duduknya.
Rara membukakan pintu dan melihat seseorang yang telah lama tidak ditemuinya.
"Kak Inara, ini benar Kak Inara?" tanya Rara yang terkejut melihat kedatangan Inara.
"Loh Rara, tidak menyangka kita bertemu disini." ucap Inara
"Kak Inara datang kesini mau mencari Rara atau mencari siapa yah?" Rara penasaran dengan kedatangan mantan teman kerjanya.
"Saya mau kerja disini sebagai Baby Sister." ucap Inara
"Jadi Kak Inara yang jadi Baby Sisternya Al. Ayo Kak masuk, kita lanjutkan ngobrol di dalam." Rara merangkul pundak Inara lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Semua yang ada di ruang keluarga menatap kedatangan dua wanita itu.
"Loh Inara" Juna juga terkejut melihat Inara.
"Iya Pak Juna" jawab Inara
"Kak Inara ini yang akan menjadi Baby sisternya Al." ucap Rara
"Syukurlah, Mas tidak khawatir lagi jika Inara yang jadi Baby Sisternya Al." ujar Juna memberikan pendapatnya.
"Rara juga setuju Mas." ucap Rara
"Mamah" Baby Zie yang sedang bermain sendirian berjalan menghampiri keluarganya yang sedang berkumpul.
"Sinih sayang" Rara mengangkat Baby Zie dan mendudukan di pangkuannya.
"Kenalin sayang, ini Tante Inara yang akan jagain Al." Rara mengenalkan Baby Zie kepada Inara.
"Zie" Baby Zie dengan pintarnya mengulurkan tangan kepada Inara.
"Cantik pintar sekali." Inara memuji kepitaran Baby Zie.
"Nama Tante, Tante Inara sayang." ucap Inara saat menerima uluran tangan Baby Zie.
Mereka mengajak Inara untuk bercerita. Rara juga sangat senang bisa bertemu dengan Inara setelah sekian lama.
__ADS_1
Inara juga bercerita jika dirinya sudah menikah dengan Akbar yang dulu merupakan teman kerjanya. lebih tepatnya Akbar teman Rara dari kampung.
Rara menyuruh Inara untuk sesekali mengajak Akbar kesana. Rara ingin mereka kumpul-kumpul bareng.
Karena asyiknya mengobrol, mereka sampai tak menyadari jika Baby Al sudah tertidur. Putri membawa Baby Al ke kamar diikuti oleh Inara yang mengekor di belakangnya.
"Ini kamar Al, Kak Inara bisa tidur disini bareng Al."
"Makasih"
"Panggil saya Putri saja."
"Baik Putri" jawab Inara
Inara mulai memberekan barang-barangnya. Putri keluar dari ruangan itu dan kembali bergabung dengan yang lainnya.
"Sayang" Bisik Juna di telinga Istrinya.
"Apa Mas?" Rara menoleh menatap suaminya.
"Sekarang sudah aman nih, kamu nggak harus lagi menjaga Al. kita ke kamar saja yuk." ajak Juna yang tak tahan karena sudah berpuasa beberapa hari ini.
Rara hanya memelototi suaminya. bisa-bisanya dia bicara seperti itu disaat mereka sedang berkumpul bersama keluarganya.
"Mas, nanti malam juga bisa loh." ucap Rara
"Tapi nunggu malam lama sekali sayang." rengek Juna
"Biasa nih Mah, Mas Juna ngajakin Rara ke kamar." jawab Rara
"Program anak kedua nih." sahut Rey ikut berbicara.
"Papah sama Mamah mau ngapain ke kamar?" tanya Baby Zie dengan cadelnya.
"Mau bikin adik untuk Zie sayang." ucap Juna
"Zie mau ikut bikin adik." kata Baby Zie dengan polosnya.
Bugh
Bu Farah memukul punggul anaknya.
"Aww sakit Mah" rengek Juna
"Kalau bicara di dekat anak itu yang benar dong. sudah tahu Zie itu anak yang pintar. pasti dia menerka-nerka sendiri apa maksud perkataanmu." ucap Bu Farah
"Awww" Juna juga meringis kesakitan saat Rara menjewer telinganya.
"Sayang nakal sekali sih, sinih Mas saja yang nakalin pasti kamu suka."
__ADS_1
"Stt sudah deh Mas Juna diam saja. ada Zie disini, kalau ngomong dijaga dikit."ucap Rara
Juna pura-pura merajuk. dia memasang wajah lesu di hadapan Istrinya.
"Zie sayang, Zie nggak usah dengerin perkataan Papah yah. Papah memang suka ngelantur kalau bicara." ucap Rara kepada anaknya.
"Iya Mah" jawab Baby Zie
"Ya sudah mending kita Istrirahat saja. Mamah juga mau tidur siang dulu. Mamah duluan yah ke kamar." Bu Farah berpamitan kepada anak-anaknya.
"Iya Mah, Juna juga mau istirahat nih ngantuk sekali." Juna merentangkan tangannya dan pura-pura menguap.
"Sekalian ajak Baby Zie juga Mah." ucapnya lagi
"Ayo sayang ikut Nenek tidur." ajak Bu Farah.
"Nggak mau, Zie mau ikut bikin adik." ucap Baby Zie dengan suara cadelnya.
Juna dan Rara saling tatap. Rara menatap tajam ke arah suaminya.
"Sayang, kita ke Mall saja yuk jalan-jalan." Rara berniat mengalihkan perhatian Baby Zie.
"Ayo Mah, Zie mau mandi bola." Baby Zie tampak girang dan menerima ajakan Rara.
"Ayo kita bersiap dulu sayang." Rara mengandeng Baby Zie menuju ke kamarnya.
Di ruang keluarga tinggal Juna, Rey, dan Putri. Rey menertawakan Juna karena gagal berduaan dengan Rara.
"Hahahahahaha tahan dikit Kak." ucap Rey
"Sialan Rey ngetawain Kakak sendiri. kamu juga hati-hati Rey, sore-sore sudah ekhm ekhm di kamar. mana pintunya tidak di kunci." sindir Juna
Rey dan Putri hanya diam. Putri merasa malu karena beberapa waktu yang lalu mereka memang pernah melupakan untuk mengunci pintu.
Kok Kak Juna bisa tahu sih? apa Kak Juna yang menutup pintu kamar saat itu. Putri harus gimana nih, malu sekali." batin Putri
Setelah berkata seperti itu Juna langsung pergi untuk menyusul Istrinya yang sudah berada di kamar.
"Kak Rey, Putri malu nih." ucap Putri kepada suaminya.
"Malu kenapa sayang?"
"Itu Kak Juna bisa tahu kejadian sore itu. jangan-jangan Kak Juna yang saat itu menutup pintu kamar kita."
"Ssttt nggak usah malu gitu sayang. semoga saja Kak Juna saat itu tidak melihat kita. nanti aku tanya ke Kak Juna" Rey mencoba untuk menenangkan Istrinya.
"Paling juga tidak melihat tapi cuma mendengar suara sexymu." ucapnya lagi dan spontan Putri langsung menatap suaminya.
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Kamu tidak ingat yah sore itu suara kamu sexy sekali."
"Iishhh" Putri langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa malu.