Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_65


__ADS_3

Setelah mengatakan semua informasi yang didapat, Rio segera meninggalkan ruangan atasannya.


Juna kembali mengingat memori kebersamaan dia dengan Rara. tidak ada manis-manisnya sama sekali hubungan pernikahan mereka.


bahkan foto berdua saja tidak pernah.


satu-satunya foto mereka berdua saat nikahan, sudah dia hapus dari ponselnya. karena menurutnya itu tidak penting.


Juna meraih kunci mobil yang tergeletak diatas meja. lalu dia keluar dari ruang kerjanya. Juna berniat mencari angin segar untuk menetralkan pikirannya.


Juna sedang bersantai di sebuah cafe.


dia tidak sengaja melihat Luna yang sedang duduk bersama Devan di kursi yang tidak jauh darinya.


Ckck belum juga sah bercerai tapi sudah berani pacaran di tempat umum." Juna hanya tersenyum getir melihat mantan istrinya itu.


Karena muak melihat tingkah mesra mantan istrinya, Juna memilih untuk pergi dari sana.


Juna melajukan mobilnya melewati keramaian ibukota. dia yang niatnya hanya ingin berkeliling tak sengaja melihat Putri yang baru keluar dari salah satu toko di pinggir jalan.


Tintin ( Juna membunyikan klakson mobilnya.)


Putri menoleh dan melihat Juna membuka kaca mobilnya.


"Ayo masuk!" Juna meminta Putri untuk masuk ke dalam mobil.


Putri sebenarnya malas tapi dia memilih masuk saja karena kebetulan dia akan membicarkan sesuatu kepada Juna.


"Sepertinya kita perlu bicara." ucap Juna


"Ya begitulah, aku juga ingin membicarakan sesuatu yang penting."


Mereka berdua memilih untuk pergi ke cafe yang tak jauh dari toko kue Pak Sam. karena kebetulan Putri habis berkunjung ke toko untuk membicarakan perpanjang waktu cuti.


karena Putri memang belum diperbolehkan untuk bekerja lagi oleh ibunya.


"Jadi apa yang mau Pak Juna katakan?" tanya Putri


"Sepertinya mengenai perjodohan itu tidak bisa di lanjutkan." ucap Juna


"Saya juga mau berbicara seperti itu. saya menolak perjodohan ini."


"Apa alasan kamu menolak?"

__ADS_1


"Saya hanya mau menikah dengan orang yang saya cintai." ucap Putri


"Syukurlah" Juna merasa lega karena Putri juga menolak perjodohan itu.


Bu Susan sedang berkunjung di Mess karyawan toko. karena memang hari ini jatahnya libur kerja. dia ingin bermain bersama Baby Zie.


"Ra, Ibu boleh minta tolong." pinta Bu Susan


"Boleh Bu, minta tolong apa Bu?" tanya Rara


"Beliin Ibu kopi biasa di cafe depan yah." pinta Bu Susan


"Baiklah Bu" Rara menerima uang yang dikasih Bu Susan lalu dia beranjak pergi.


Rara sudah sampai di cafe depan. dia segera memesan kopi kesukaan Bu Susan.


"Kak, dua Americano" ucap Rara memesan pesanannya.


"Sebentar Nona" jawabnya


Sambil menunggu pesanannya, Rara menoleh ke arah pengunjung yang sedang duduk sambil menikmati pesanan mereka.


tak sengaja dia melihat orang yang dikenalnya.


"Ini pesanannya" ucap pelayan cafe dan membuat Rara menoleh.


"Eh iya" Rara mengambil kopi itu lalu membayar totalannya.


Setelah membayar, Rara segera pergi. tapi tak sengaja dia melihat lelaki yang sedang bersama Putri menoleh ke belakang.


Rara terkejut saat melihat lelaki yang bersma Putri itu adalah Juna. Rara penasaran sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka berdua. dan apakah ini ada kaitannya dengan Putri yang cuti kerja selama beberapa hari.


Rara segera pergi meninggalkan cafe dengan rasa penasarannya.


Juna yang menoleh ke belakang melihat sekilas wanita yang mirip seperti Rara.


Siapa wanita itu? kenapa mirip dengan Rara? apa hanya halusinasiku saja." Juna masih menatap wanita yang sedang berjalan meninggalkan cafe.


"Lihatin siapa?" tanya Putri


"Ah tidak, tadi seperti melihat seseorang yang aku kenal." ucap Juna


"Ya sudah, jika tidak ada yang akan dikatakan lagi saya pamit pulang."

__ADS_1


"Baiklah" Putri pergi meninggalkan Juna yang masih duduk disana.


Setelah kepergian Putri, Juna juga memilih untuk pulang. Juna yang sudah berada di parkiran, melihat wanita berhijab yang mirip Rara jika dilihat dari samping. Juna langsung menghampiri wanita itu.


"Rara" Juna menepuk bahu wanita itu.


"Kenapa yah Mas?" tanya wanita itu yang sudah menatap Juna.


"Eh maaf salah orang, tadi saya kira teman saya."


Juna melangkah pergi meninggalkan wanita itu. lalu dia memasuki mobilnya.


Kenapa aku terus berhalusinasi melihat Rara? apa aku sudah jatuh cinta kepadanya." Juna masih sibuk dengan pikirannya.


Juna segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya. karena jika ke kantor dia sudah tidak fokus lagi untuk bekerja. dia juga heran kenapa dia malah dihantui bayang-bayang Rara. sampai-sampai dia salah mengira seperti tadi.


°°°


Rara sudah sampai di Mess karyawan. lalu dia memberikan kopi pesanan Bu Susan.


"Bagaimana Baby Zie? apa tidak rewel Bu?" tanya Rara


"Tidak Ra, oh iya, ini Ra" Bu Susan memberikan satu cup kopi kepada Rara.


"Loh, kok dikasih ke saya Bu?" tanya Rara


"Ini memang untuk kamu Ra." ucap Bu Susan


"Kirain untuk Pak Sam."


"Untuk kamu Ra, masa kamu yang beli tidak dikasih."


"Terimakasih Bu" ucap Rara


"Sama-sama Ra" lalu Bu Susan menyeruput kopi miliknya.


Rara yang hendak meminum kopi miliknya, tiba-tiba mengingat tadi dia melihat Juna saat di cafe.


"Loh kok tidak diminum Ra?" tanya Bu Susan yang melihat Rara tidak jadi meminum kopi miliknya.


"Eh iya Bu, ini saya minum kok." lalu Rara ikut menyeruput kopi miliknya.


Bu Susan dan Rara terus mengobrol hingga hari menjelang sore. Bu Susan sangat senang karena bisa seharian bersama Baby Zie. karena memang selama ini dia sudah menginginkan momongan tapi belum dikaruniani hingga sekarang. dia menyayangi Baby Zie layaknya anak sendiri.

__ADS_1


__ADS_2