
Tiga bulan kemudian, Ayu masih menjalani hari-harinya seperti biasanya. dia selalu mual-mual dipagi hari. namun Rey ataupun Bu Farah tidak mencurigai bahwa Ayu hamil. yang mereka tahu jika Ayu mual-mual karena efek kemoterapi. Ayu juga selalu memakai gamis longgar sehingga perutnya yang mulai membuncit tidak kelihatan.
Hari ini Rara mengajak Ayu jalan-jalan ke Mall. karena sudah lama mereka tidak pergi ke Mall. tepatnya semenjak Ayu sakit.
Keduanya baru turun dari mobil. mereka diantar oleh supir keluarga Dirgantara.
"Sayang, kamu jalan sendiri yah." ucap Rara kepada Baby Zie yang masih berada di dalam gendongannya.
Baby Zie menggelengkan kepalanya.
"Zie sudah besar loh, masa mau digendong terus sih." ucap Ayu kepada Baby Zie. namun Baby Zie tetap ingin digendong oleh Rara.
"Sudah Yu, tidak apa-apa. lebih baik kita ke wahana permainan. kita ajak Baby Zie main dulu." ajak Rara
"Ayo Mbak" Ayu menyetujui ajakan Rara.
Mereka hanya duduk sambil mengawasi Baby Zie yang sedang bermain sendiri. Ayu tak sengaja mencium bau sedap yang sangat menggugah seleranya.
"Kamu kenapa Yu?" tanya Rara yang melihat Ayu terus menatap asal sumber bau harum itu.
"Ini bau apa Mbak? harum sekali."
"Kamu mau? itu bau dari Restoran itu. Mbak juga tidak tahu itu bau apaan. karena Mbak jarang makan masakan luar. Mbak lebih suka masakan rumahan." jawab Rara
"Ayu mau beli yah Mbak." ucap Ayu
"Emm sebentar, Mbak ikut. Mbak mau ajak Baby Zie dulu." ucap Rara lalu dia beranjak pergi menghampiri Baby Zie.
"Ayo" ajak Rara yang sudah kembali menghampiri Ayu.
Kini mereka sudah memasuki restoran jepang. Ayu bertanya kepada waiters dengan bau makanan yang menurutnya sedap. dia langsung memesannya. sedangkan Rara masih melihat-lihat menu yang ada. dia bingung mau pesan apa karena sebelumnya dia tidak pernah ke restoran jepang.
"Mbak mau pesan apa?" tanya Ayu
"Ntahlah Mbak masih bingung. kalau beli di Resto luar terus dimakan disini, boleh tidak yah. Mbak tidak terlalu suka dengan menunya." ucap Rara
"Coba aja Mbak tanya ke waitersnya."
Rara bangkit dari duduknya. dia berjalan mengahampiri seorang waiters yang sedang berdiri di pintu masuk.
"Permisi Mas" ucap Rara sopan
"Iya Kak, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya
__ADS_1
"Saya mau tanya, kalau beli makanan di luar tapi dimakan disini boleh tidak yah?" tanya Rara
"Boleh sih tapi harus ada menu yang dibeli juga di Restoran kami."
"Okeh, terimakasih Mas." ucap Rara
Rara segera mencari restoran lain. dia memesan makanan yang dia sukai. setelah memesan, Rara segera membayarnya dan meminta Waiters Restoran itu untuk mengantarkan makanan yang dia pesan.
Rara melihat Ayu yang sudah memakan pesanannya.
"Sudah datang Yu?"
"Sudah Mbak, inih Mbak mau coba tidak." tawar Ayu
"Tidak, silahkan untuk kamu saja. loh, Baby Zie ikut makan juga." Rara menatap anaknya yang sedang disuapi oleh Ayu.
"Iya Mbak" jawab Ayu yang masih menyuapi Baby Zie.
"Ya sudah Mbak pesankan lagi yah satu. dari pada Baby Zie gangguin kamu makan." ucap Rara lalu dia memesan menu makanan yamg sama dengan punya Ayu.
Rara melihat Ayu sangat menikmati makanannya layaknya orang kelaparan. Dia heran dengan cara makan Ayu yang tampak berselera.
"Kamu kelaparan apa doyan?" tanya Rara kepada Ayu
"Ini enak sekali Mbak, coba deh Mbak cobain." tawar Ayu
"Nanti nyesel loh nggak nyobain."
"Tidak Yu, beneran Mbak tidak mau." ucapnya lagi
"Ya sudah" Ayu kembali melahap makanannya.
Ayu tiba-tiba merasa pusing lagi. dia segera pamit ke toilet sebentar.
Rara menunggu Ayu yang masih belum kembali juga. padahal Ayu sudah cukup lama perginya. Rara mengajak Baby Zie untuk menghampiri Ayu yang tak kunjung datang.
"Kamu kenapa Yu?" Rara melihat Ayu keluar dari toilet namun jilbabnya tampak berantakan dan juga Ayu masih memegangi kepalanya.
"Tidak kok Mbak, hanya sedikit pusing saja." ucapnya
"Sebaiknya kita langsung pulang saja Yu. kamu harus istirahat loh." ujar Rara
"Tapi kita belum belanja Mbak." ucap Ayu
__ADS_1
"Belanja bisa lain waktu, yang terpenting kamu harus segera istirahat. atau kita langsung saja pergi ke Dokter. akhir-akhir ini kok kamu sering merasa pusing?" Rara mulai mencurigai Ayu. dia sangat penasaran kenapa Ayu sering merasa pusing.
"Tidak usah ke Dokter Mbak, kita langsung pulang saja." pinta Ayu
Rara membantu memapah Ayu hingga ke mobil. namun baru juga Rara akan membantu Ayu duduk, Ayu sudah terlebih dahulu tak sadarkan diri.
"Pak tolong Pak, Ayu pingsan." Rara meminta bantuan supir untuk membantu membenarkan posisi Ayu. karena Rara sedang menggendong Baby Zie, dia tampak kesusahan membantu menidurkan Ayu di kursi belakang.
Rara menyuruh supir itu membawa mereka menuju Rumah Sakit. Rara sangat khawatir dengan kondisi Ayu saat ini.
Setelah sampai di Rumah Sakit, Rara langsung keluar dari mobil. dia memanggil perawat untuk membawa brankar pasien.
Ayu dibawa ke ruangan UGD untuk segera ditangani. Rara menunggu diluar dengan penuh khawatir. dia juga sudah menghubungi Rey dan Juna. setelah mendapatkan telepon, Rey langsung bergegas ke Rumah Sakit. sedangkan Juna memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. karena sebenarnya hari ini mereka ada meeting penting. namun Rey berhalangan hadir sehingga Juna menghandle pekerjaannya sendirian. hanya dibantu oleh Asistennya saja.
Terlihat Dokter dan perawat yang baru daja keluar dari ruangan UGD. Rara segera menghampirinya dan bertanya.
"Bagaimana kondisi adik saya Dok?" tanya Rara
"Sebenarnya adik anda---"ucapan Dokterbterpotong ketika Rey sudah berada disana dan melontarkan berbagai pertanyaan.
"Dok bagaimana kondisi Istri saya? Istri saya sakit apa Dok? Istri saya baik-baik saja kan?" tanya Rey dengan paniknya.
"Bagini Tuan, Nona, saya akan mengatakan semuanya. mari Tuan dan Nona ikut ke ruangan saya." ajaknya
Rara dan Rey mengikuti Dokter itu hingga di ruangannya. kini mereka berdua duduk berhadapan dengan Dokter tersebut.
"Dok, bagaimana kondisi Istri saya?" tanya Rey
"Selamat Tuan, Istri anda sedang hamil 4 bulan. namun penyakitnya yang semakin parah membuat daya tubuhnya drop. sebenarnya istri Tuan harusnya jangan hamil dulu." ujar Dokter
"Hamil Dok? bagaimana bisa?" tanya Rey
"Benar Istri anda hamil" ucapnya lagi
"Istri saya lagi sakit loh dan tiap bulannya juga pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan kemoterapi." kata Rey
"Anda yakin? yang saya lihat Istri anda selama ini tidak melakukan kemoterapi. itu terlihat dari kondisi janin yang baik-baik saja."
"Tapi---" Rey memijat pelipisnya sambil memejamkan kedua matanya.
"Apa kehamilan adik saya berbahaya bagi kondisinya Dok?" tanya Rara
"Tentu, sebaiknya adik anda harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi, karena sepertinya kondisinya lebih parah dari sebelumnya. silahkan kalian berkonsultasi dengan Dokter yang menangani penyakitnya. bagaimana hal baiknya yang harus dilakukan untuk penanganannya saat ini. " ujar Dokter memberikan sarannya.
__ADS_1
"Baik Dok, terimakasih" jawab Rara
Setelah mendapatkan penjelasan dari Dokter, Rara mengajak Rey untuk menengok Ayu. karena kebetulan Dokter sudah mengijinkan mereka menjenguk pasien. tak lupa, Rara berpamitan saat hendak meninggalkan ruangan itu.