
Sudah satu minggu Juna selalu berkunjung ke Mess tempat tinggal Rara. dia juga selalu membawa buah tangan entah itu hanya cemilan ringan atau buah-buahan. sekarang dia dan Baby Zie sudah sangat dekat. Rara yang melihat itu sangat bahagia. tapi Rara belum menyadari jika Juna selalu datang kesana bukan hanya untuk menengok Baby Zie. namun juga untuk menarik perhatiannya.
yang Rara pikirkan hanya kebahagiaan Baby Zie. dia senang karena Baby Zie bisa selalu ditemani Papahnya. walaupun itu tidak seharian penuh.
Rara yang sedang menyapu di depan Mess, melihat seseorang yang dia kenal datang menghampirinya.
"Rara, bagaimana kabarmu?" tanya Putri yang baru datang.
"Baik Put, kamu kok lama sekali cutinya? mau sampai kapan?" Rara bertanya kepada Putri.
"Aku juga belum tahu Ra, ini juga atas permintaan orang tua." jawab Putri
"Ayo masuk dulu Put, biar bisa ngobrol lebih leluasa." Rara mengajak Putri untuk masuk kedalam.
Putri yang baru masuk kedalam melihat banyak perbedaan disana. sudah ada mainan Bayi dan boneka yang sepertinya masih baru.
"Ra, mainan Baby Zie sekarang sudah banyak yah." kata Putri
"Iya Put, alhamdulilah ada yang ngasih." ucap Rara
"Oh iya Put, kita lanjutkan pembicaraan yang tadi. kenapa kamu tidak diijinkan untuk kerja ditoko lagi?" tanya Rara yang ingin mendengar alasan yang sebenarnya.
"Biasa Ra, ini urusan keluarga." Putri tidak mungkin berbicara yang sebenarnya kepada Rara bahwa dia dijodohkan dengan Juna.
"Semoga cepat selesai yah masalahnya. agar kamu bisa kembali bekerja disini. Baby Zie juga sudah rindu bermain bersama kamu." ucap Rara
"Iya Ra, mudah-mudahan. aku juga selalu rindu dengan kalian."
Setelah cukup lama mengobrol, Rara mengajak Putri untuk makan siang bersama. karena kebetulan hari ini Rara memasak. kemarin Juna membelikannya banyak bahan makanan. biasanya Rara tidak pernah memasak karena sudah dapat jatah makan.
°°°°
__ADS_1
Bu farah mendapat informasi dari orang suruhannya bahwa anak sulungnya selalu datang ke tempat seorang wanita yang sudah beranak satu. dia sangat kecewa karena kedua putranya menyukai seorang janda.
"Apa kamu punya foto wanita itu?" Bu Farah bertanya kepada orang suruhannya yang tadi memberitahukan informasi kepadanya.
"Ini Nyonya, tapi tidak terlalu jelas karena saya mengambil gambar dari jarak jauh." lelaki itu memperlihatkan foto kebersamaan Juna dan Rara. tapi karena foto diambil dari jarak jauh, maka gambarnya tidak terlalu jelas.
"Hm, kamu selidiki lagi dan ambil gambar yang lebih jelas." pinta Bu Farah kepada orang suruhannya.
"Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi." lalu lelaki itu pergi dari hadapan Bu Farah.
Punya anak tidak ada yang beres. keduanya sama-sama menyukai janda." Bu Farah tak habis pikir dengan jalan pikiran kedua anaknya. bisa-bisanya lelaki lajang seperti mereka menyukai janda anak satu.
Bu Farah akan tetap melanjutkan niatnya untuk menjodohkan Juna dengan Putri. dia ingin anaknya mendapatkan wanita yang masih lajang.
Bu Farah langsung menghubungi Bu Finda.
📞"Hallo Jeng Finda" sapa Bu Farah dari balik telpon.
📞"Ini Jeng, saya berniat melanjutkan rencana perjodohan anak-anak kita."
📞"Saya juga setuju Jeng, bagaimana jika acaranya dilakukan secara diam-diam. kita jangan memberitahukan niat kita ini kepada anak-anak. biar surprise loh Jeng." Bu Finda menyampaikan usulannya. memang jika dia membicarakan kepada Putri terlebih dahulu pasti Putri akan menolaknya.
📞"Saya setuju Jeng, biar kita para ibu-ibu yang menyiapkan acara pesta pertunangannya." Bu Farah menyetujui ide Bu Finda. karena jika dia berbicara terlebih dahulu kepada Juna, pasti Juna akan menolak permintaannya.
°°°
Sore harinya, terlihat Juna yang baru pulang dari kantor. Bu Farah yang melihat kedatangan anaknya segera menyuruhnya untuk menghampirinya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"Juna, sini dulu Nak! Mamah mau bicara sama kamu." kata Bu Farah
"Iya Mah, ada apa?" tanya Juna yang sedang berjalan menghampiri ibunya.
__ADS_1
"Duduklah dulu!" Bu Farah meminta Juna untuk duduk terlebih dahulu.
"Juna, Mamah minta sama kamu untuk menjauhi wanita itu." Bu Farah meminta anaknya menuruti perintahnya.
"Wanita yang mana maksud Mamah?" Juna bertanya kepada ibunya.
"Itu loh wanita beranak satu. Mamah heran sama kalian berdua. kamu dan Rey sama saja. sama-sama doyan janda. apa sih hebatnya janda?"
"Jadi selama ini Mamah memata-mataiku?" tanya Juna
"Ya begitulah, Mamah hanya penasaran dengan wanita yang kamu cintai."
"Ini masalah pribadi Juna Mah. jadi Mamah jangan ikut campur." ucap Juna
"Astaga Juna, Mamah itu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Mamah tidak rela jika kamu menikahi janda anak satu."
"Terserah Mamah deh" Juna langsung berdiri dan beranjak pergi meninggalkan ibunya yang masih berbicara.
"JUNA...kamu mau kemana? Mamah belum selesai bicara?" Bu Farah berteriak kepada anaknya yang sudah beranjak pergi.
Rey yang baru datang mendengar ibunya sedang berteriak. dia penasaran kenapa ibunya berteriak seperti itu. karena jarang sekali ibunya berteriak didalam rumah.
"Ada apa sih Mah teriak-teriak?" tanya Rey
"Itu loh Kakakmu, masa dia menyukai janda anak satu sepertimu."
"Memang janda anak satu lebih menggoda Mah." ucap Rey lalu dia melangkah pergi menuju ke kamarnya.
"Aduh pusing mikirin dua anak itu." gumam Bu Farah
Kak Juna menyukai janda, seperti apa wanita itu. hm jadi penasaran." Rey penasaran dengan sosok wanita yang disukai Kakaknya.
__ADS_1
°°°