Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.135


__ADS_3

Putri yang baru bangun tidur bersikap biasa saja. seolah tidak terjadi apa-apa tadi malam. Rey kebetulan sudah bangun terlebih dahulu. dia memperhatikan istrinya yang baru bangun.


"Sudah bangun Kak?" Putri tampak biasa saja. dia tidak ingin jika memperlihatkan rasa kecewanya.


"Iya sayang, tumben kamu baru bangun?"


"Iya nih Kak, malas sekali untuk bangun." jawab Putri


Tumben Kak Rey panggil aku sayang. ini tidak salah dengar?" Putri tampak bahagia sekaligus bingung karena baru kali ini Rey memanggilnya sayang. itu atas dasar dari hatinya yang tulus atau hanya ucapan saja. Putri masih memikirkan itu.


"Eh" Putri langsung menutup dadanya yang sedikit terlihat karena baju yang dia pakai transparan. sedangkan Rey sejak tadi sudah menatap istrinya.


"Maaf Kak, aku mau mandi." Putri langsung berlari dari hadapan Rey. dia terburu-buru memasuki kamar mandi.


Putri menatap tubuhnya yang penuh dengan tanda yang diciptakan oleh suaminya. dia mulai mandi sambil menggosok-gosok tanda merah itu. namun tidak bisa hilang begitu saja.


Rey masih setia menunggu istrinya selesai mandi. dia niatnya akan mengajak istrinya shalat berjama'ah.


Rey melihat Putri yang baru keluar dari kamar mandi. Putri membuka lemari baju yang ada di kamar itu. dia berniat untuk berganti pakaian di kamar mandi. karena di kamar masih ada Rey.


"Mau kemana?" tanya Rey yang melihat Putri hendak melangkah ke kamar mandi.


"Mau ganti baju" jawab Putri


"Disini saja, lagian aku sudah pernah melihat tubuhmu." ucap Rey


"Tapi Putri malu Kak" Putri menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.


Sebenarnya apa maunya Kak Rey. tumben dia menggodaku seperti itu." batin Putri


Akhirnya Putri berganti pakaian di kamar. Rey menatap istrinya penuh gairah. bahkan dia tak berkedip sekalipun.


"Kak Rey, jangan dilihatin seperti itu." ucap Putri


"Salah siapa ganti baju di kamar." ucap Rey yang masih setia menatap lekuk tubuh Putri.


"Iish Kak Rey sendiri yang minta." gumam Putri


"Hahahaha hanya bercanda loh, kamu terlalu serius. tapi tidak apa-apalah lumayan pemandangan di pagi hari bikin seger mata." ucap Rey

__ADS_1


Kak Rey kenapa sih? dia aneh sekali pagi ini." batin Putri


Setelah selesai berganti pakaian mereka bersiap untuk shalat berjama'ah. Putri merasa senang karena akhirnya bisa shalat bareng suaminya.


Putri merapihkan tempat tidur karena tadi belum sempat di rapihkan. Rey masih setia menatap istrinya.


"Put, apa ada yang mau kamu bicarakan?" tanya Rey


"Soal?"


"Kemarin kamu cuek sekali sama aku. apa karena kesalahan malam itu." kata Rey


"Malam itu bukan kesalahan. dan kemarin itu Putri sengaja cuek sama Kak Rey. habisnya Kak Rey juga cuek sama Putri." ucap Putri


"Apa hanya itu? rasanya ada sesuatu yang kamu tutupi." ujar Rey


Putri berpikir, mungkin ini saat yang tepat untuk bertanya kepastian kepada suaminya.


"Apa kak Rey masih mencintai Mbak Ayu?" tanya Putri


"Apa karena itu kamu berubah cuek?"


"Tentu sangat susah untuk melupakan wanita yang sangat dicintai. tapi aku akan berusaha untuk melupakan masa lalu. sudah sepantasnya untuk membuka hati untukmu. karena kamu sekarang ibunya Al." ucap Rey


"Apa hanya karena Al alasan Kak Rey menikahi Putri?" tanya Putri


"Awalnya iya, tapi mulai sekarang kita mulai semuanya dari awal. apakah kamu mau?" tanya Rey


Bagaimana mau memulai dari awal jika saat malam pertama saja menyebut nama mantan istri." batin Putri


"Kenapa diam?"


"Putri perlu waktu untuk menjawab." ucap Putri yang masih meragukan Rey.


Putri memang sangat mencintai Rey. tapi dia tidak ingin jika Rey mengatakan semua kata-kata manis hanya karena kebohongan saja. Putri ingin memastikan jika Rey memang sudah menerimanya. jadi dia tak semudah itu untuk mengiyakan perkataan suaminya. karena dia butuh waktu untuk memastikan semuanya. Putri tidak ingin jika pada akhirnya cintanya kepada Rey tetap bertepuk sebelah tangan.


"Baiklah." Rey menyetujui perkataan istrinya.


Tapi rasanya masih ada sesuatu yang kamu sembunyikan." batin Rey yang masih berdiri mematung. sedangkan Putri sudah berlalu pergi keluar dari kamar.

__ADS_1


Putri menghampiri Rara yang sudah berada di dapur.


"Ra, ada yang bisa Putri bantu?"


"Eh Putri, kamu nyapu ngelap saja yah. biar Rara yang masak. sekalian nanti Rara yang ngepel lantai juga." ujar Rara


"Baiklah" jawab Putri lalu pergi dari hadapan Rara.


Setelah kepergian Putri datanglah Rey menghampiri Rara.sebenarnya bukan menghampiri Rara sih, Rey ke dapur untuk mengambil air minum.


"Tumben ini pengantin baru jam segini sudah pada bangun." ucap Rara


"Hanya kebetulan saja." ucap Rey sambil menuangkan air putih ke dalam gelas.


"Sepertinya bukan kebetulan. lihat saja tuh rambutnya basah habis keramas." Rara menatap rambut Rey tampak basah.


"Tidak kok, tadi malah kita tidak melakukan itu. lebih tepatnya hampir." kata Rey


"Maksdunya kalian hampir malakukan? kenapa tidak di teruskan? apa Putri menolaknya?" tanya Rara


"Bukan, tapi aku yang tidak melanjutkan. padahal sudah mau anu." jawab Rey


"Memangnya Mas Rey tidak kasihan sama Putri. pasti dia kecewa karena dia begitu mencintai Mas. seolah-olah seperti di permainkan." ucap Rara


"Dianya masih tidur Ra, makannya aku tidak mau berbuat lebih saat dia tertidur." ujar Rey


"Mana ada orang diapa-apain tidak kerasa sama sekali. Rara saja dulu saat tidur hanya karena Mas Juna mengendus tengkuk Rara, langsung terbangun karena geli." ucap Rara


"Jadi Putri hanya berpura-pura?"


"Ya bisa jadi, tapi untuk membuktikannya Mas Rey bisa mencobanya lagi nanti malam saat Putri tidur." ucap Rara


"Tidak mungkin nanti malam, Putri sedikit mendiamiku."


"Nah kan apa Rara bilang, Mas Rey perlu mengetahui isi hati wanita. masa kemauan istri saja Mas Rey tidak tahu." kata Rara


"Bagaimana aku bisa mengetahui isi hati wanita, jika dianya saja tidak mengatakan apa-apa." gumam Rey yang masih terdengar oleh Rara


"Pikir sendiri saja" ucap Rara lalu dia kembali melanjutkan kesibukannya.

__ADS_1


Rey sempat ingin bertanya yang lain kepada Rara. namun Rara tidak menjawab. Rara hanya ingin Rey menyadari sendiri apa isi hati wanita yang merupakan istrinya.


__ADS_2