
Alvin menghampiri Istrinya yang sedang berada di kamar anaknya.
Alvin membuka pintu kamar itu. Dia melihat istrinya sedang me*nyusui anaknya.
"Sayang, apa Rayan sudah tidur?"
"Belum, Mas. Mas Alvin sabar dulu dong," ucap Zivana
"Baiklah, kalau begitu Mas mau ke ruang kerja dulu. Nanti kamu panggil Mas yah kalau kamu sudah mau tidur."
"Iya, Mas." jawab Zivana
Alvin kembali keluar dari kamar anaknya. Dia melangkah menuju ke ruang kerja.
Cklek
Alvin membuka pintu ruang kerjanya. Dia masuk dan langsung duduk di kursi yang biasa dia duduki. Alvin menyalakan laptop. Dia akan mengecek bahan untuk presentasi besok. Kebetulan tadi dia belum mengeceknya ulang.
Cukup lama Alvin fokus melihat layar laptopnya. Hingga dia mendengar ketukan pintu dari luar.
"Masuk!" ucap Alvin
Cklek
"Kamu sudah datang, sayang?" tanya Alvin tanpa mengalihkan arah pandangnya.
"Tuan, ini saya Desi," ucap Desi
Alvin mendongkakkan kepalanya.
"Oh Desi, kirain Istri saya yang datang, ada apa?"
"Ini saya membawakan teh hangat untuk Tuan," Desi menaruh cangkir berisi teh hangat di atas meja.
"Terima kasih, tidak perlu repot-repot."
"Tidak kok, Tuan. Saya sama sekali tidak merasa di repotkan."
Desi kembali keluar dari ruangan itu.
Zivana keluar dari kamar untuk memanggil Desi. Dia akan menyuruh Desi menemani anaknya yang sedang tidur.
"Des, kamu temani Rayan tidur yah," ucap Zivana saat melihat Desi yang akan melangkah ke dapur.
__ADS_1
"Baik Nona Zie,"
Desi pergi ke dapur untuk menaruh nampan yang di bawanya. Setelah itu barulah pergi ke kamar Baby Rayan.
Zivana melangkah menuju ke ruang kerja suaminya.
Cklek
"Mas, sudah selesai belum?" Zivana melangkah masuk mendekati Istrinya.
"Sebentar lagi nih, sayang." jawab Alvin sambil menatap Istrinya.
Zivana melihat ada cangkir kopi di atas meja.
"Kamu bikin kopi kapan, Mas? sepertinya masih hangat?"
"Oh, itu tadi Desi yang bikinin," jawab Alvin
"Ih Mas Alvin tidak usah suruh-suruh Desi, coba suruh Bibi saja kalau mau apa-apa," ucap Zivana
"Tidak kok, Mas tidak menyuruh Desi membuatkan kopi."
Masa sih Mas Alvin berbohong, sepertinya tidak. Ah sudahlah, lagian hanya secangkir kopi.' batin Zivana
°°°
°°°
Alvin mengerjapkan kedua matanya. Dia melihat Istrinya yang sedang duduk di kursi depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya.
"Sayang, kamu kok tidak membangunkan Mas?"
"Tadi sudah bangunin, tapi Mas Alvin tidak bangun-bangun juga.," jawab Zivana
"Hm, Baiklah," Alvin beranjak dari atas tempat tidur. Dia menghampiri Istrinya.
"Mas, mandi sanah? Kok malah lihatin aku?"
"Kamu cantik, sayang."
"Ajak jalan-jalan dong kalau cantik," ucap Zivana
"Boleh, tapi Mas mau mandi dulu."
__ADS_1
"Yang bersih yah Mas, kalau tidak tampan lagi aku tidak mau loh."
"Mas tidak percaya nih kalau kamu tidak mau lagi sama Mas."
"Yeh pede sekali,"
"Harus dong, sayang," Alvin memeluk Istrinya dari belakang.
"Mas, suruh mandi malah peluk-peluk."
"Handuk kamu melorot, sayang," Alvin menarik handuk yang di pakai Istrinya ke bawah."
"Ih Mas Alvin," Zivana berteriak kepada Alvin. sedangkan Alvin menjauh dari Istrinya. Dia melangkah cepat memasuki kamar mandi.
Alvin sudah selesai mandi. Dia menghampiri Istrinya yang sedang memoles wajahnya dengan make up.
"Sayang, kamu mau kemana?"
"Mau ke rumah Mamah, Mas. Aku mau ketemu sama Eza."
"Tadi katanya jalan-jalan, Apakah tidak jadi?"
"Lain waktu saja yah, Mas."
"Baiklah, kalau begitu hari ini Mas ke kantor. Tadinya mau ijin loh kalau memang kita mau pergi."
"Anterin Zie dulu yah, nanti baru pergi."
"Siap sayang," jawab Alvin
Selesai bersiap, kini keduanya pergi ke ruang makan untuk sarapan. Setelah selesai sarapan, mereka segera pergi. Zivana juga mengajak Baby Rayan ikut bersamanya. Namun dia tidak mengajak Desi.
Alvin dan Zivana sudah sampai di kediaman Dirgantara. Namun Alvin hanya mampir sebentar untuk menyapa mertuanya. Dia akan segera pergi ke kantor karena memang ada meeting penting.
Saat ini Zivana duduk bersama dengan Eza dan Ibunya.
"Za, bagaiman kandungan Sela?" Zivana bertanya kepada Eza.
"Baik-baik saja, Kak." jawab Eza
"Syukurlah,"
Mereka masih mengobrol bertiga hingga menjelang siang. Beruntung Baby Rayan tidak terlalu rewel sehingga Zivana bisa mengobrol sepuasnya.
__ADS_1
°°°