Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 20


__ADS_3

Saat ini Alvin hendak pergi ke rumah Pak Juna. dia akan menanyakan mengenai keberadaan Zivana. dia tidak rela jika Zivana bahagia bersama orang lain. sedangkan dirinya hidup sendirian tanpa orang-orang yang dia cintai. kedua orang tua yang sangat dia cintai sudah tiada.


Mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan rumah Pak Juna. dia segera keluar dari mobil. saat ini dia sudah berdiri di depan rumah. Alvin segera mengetuk pintu rumah itu.


Tok tok


Tak lama Bu Rara membukakan pintu itu.


"Ada apa lagi datang kesini? Zivana tidak ada di rumah," ucap Bu Rara


"Tolong Bu, saya mau bicara penting," ucap Alvin


"Siapa yang datang Mah?" tanya Pak Juna yang melihat Istrinya sedang berdiri di depan pintu.


"Ini Pah, Alvin yang datang," jawab Bu Rara


"Suruh masuk saja Mah, Papah juga mau bicara serius sama dia," ucap Pak Juna kepada Istrinya.


"Baik Pah," jawab Bu Rara


Akhirnya Bu Rara mengijinkan Alvin untuk masuk ke dalam.


Kini ke tiga orang itu sudah duduk berhadapan di ruang keluarga.


"Jadi mau apa Nak Alvin datang ke sini?" Pak Juna langsung bertanya pada intinya.


Alvin mengambil ponselnya dan memperlihatkan postingan Zivana yang kemarin sempat dia simpan.

__ADS_1


"Apa ini calon suaminya Zivana?" Alvin memperlihatkan layar ponselnya kepada mertuanya yang duduk di depannya.


Bu Rara mengambil ponsel itu dan memperhatikan foto anak perempuannya bersama seorang lelaki yang cukup tampan.


Siapa ini? apa ini kekasih barunya Zie? ah, mending pura-pura mengiyakan saja biar Alvin tidak mengganggu Zie lagi." batin Bu Rara


"Iya ini calon suaminya," ucap Bu Rara sambil memberikan kembali ponsel milik Alvin.


Masa sih Zivana dapat calon secepat itu? apa sebelumnya dia punya kekasih lain saat dia bersamaku." batin Alvin yang masih bergelut dengan fikirannya.


"Apa motif kamu menikahi anak saya? lalu, kenapa hanya menikahi secara siri?" tanya Pak Juna yang tak mau berbasa-basi dengan Alvin.


Alvin tersenyum kecut mendengar perkataan mertuanya.


"Memangnya kenapa kalau saya hanya menikahi secara siri, apa lagi dia anak dari seorang yang sudah membunuh ayah saya?"


"Maksud kamu apa? suami saya ini bukan pembunuh?" Bu Rara merasa emosi mendengar perkataan Alvin.


"Saya memang tidak bersalah, bahkan saya juga tidak tahu sama sekali penyebab dari kematian ayahmu," ucap Pak Juna membela diri karena memang dirinya tidak bersalah.


"Tapi ini apa maksudnya?" Alvin memperlihatkan sebuah foto ayahnya terbaring tak bernyawa dan di atas bajunya ada gelang tangan yang terukir nama Juna.


"Apa ini foto 10 tahun yang lalu?" tanya Pak Juna


"Iya, saya sendiri orang pertama yang melihat mayat ayah saya sudah berada di depan rumah," jawab Alvin


"Itu bukan salah saya, bukankah polisi juga sudah menyelidikinya?"

__ADS_1


"Lalu siapa yang bersalah?"


"Coba fikir pakai logika buat apa jika saya membunuh tapi saya menaruh barang bukti yang bisa membuat saya di nyatakan bersalah. itu sama saja saya menyerahkan diri saya secara langsung ke polisi. tapi apa hasil penyelidikan 10 tahun yang lalu, polisi menyatakan jika saya tidak bersalah dan karena memang saya tidak bersalah." jelas Pak Juna


Alvin tidak pernah berfikiran ke sana. karena yang dia tahu jika Pak Juna yang bersalah. dia melihat sendiri Pak Juna di bawa oleh polisi saat dia datang ke kediamannya untuk meminta penjelasan.


dia kira Pak Juna akan di penjara. namun nyatanya Pak Juna tidak di tahan. dia hendak menyelidiki kasus itu lebih lanjut. namun keburu dia ke luar negeri. dia berkuliah di luar negeri saat dia melihat selembar kertas wasiat dari ayahnya yang memintanya untuk melanjutkan sekolahnya di luar negeri. di universitas yang dulu merupakan tempat Pak Devan berkuliah.


Saat Alvin sudah lulus kuliah dan kembali ke negaranya, ternyata kasus itu sudah di tutup karena tidak menemukan titik terang apapun. dari sana Alvin berfikiran jika Pak Juna membayar hukum agar dia terbebas dari kesalahannya.


"Lalu siapa yang bersalah?"


"Saya tidak tahu, mungkin orang yang tidak suka dengan saya. bisa jadi itu saingan bisnis saya." jawab Pak Juna


"Jadi saya sudah bersalah kepada Zivana," Alvin menunduk lesu karena rencana balas dendam yang dia rencanakan ternyata salah sasaran.


"Lebih baik jangan bahas Zivana lagi, dia sudah punya calon," ucap Bu Rara


"Lebih baik kamu selidiki kasus ini dulu. setelah pembunuh sesungguhnya ketemu, saya ijinkan kamu untuk mendekati anak saya lagi. itu juga kalau Zivana mau kamu dekati." ucap Pak Juna


"Baiklah, saya harap saat itu tiba, Zivana belum jadi milik siapapun," ucap Alvin


"Nanti saya akan bantu kamu untuk menyelidiki kasus ini," Pak Juna berniat membantu Alvin karena mungkin Alvin tidak tahu beberapa pebisnis yang pernah bekerja sama dengan ayahnya di masa lalu. karena penyelidikan ini akan di mulai dari beberapa relasi bisnis yang pernah bekerja sama dengan perusahaannya di masa lalu. kebetulan Pak Juna mengenal beberapa pebsinis di kotanya. bahkan watak-wataknya juga dia mengetahuinya.


"Terimakasih," kata Alvin


"Sama-sama," jawab Pak Juna

__ADS_1


Setelah selesai mengobrol, Alvin segera berpamitan untuk pergi. dia akan memikirkan rencananya untuk memancing pembunuh itu keluar dari persembunyiannya.


°°°


__ADS_2