Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 44


__ADS_3

Tring tring


Ponsel milik Alvin berbunyi. Alvin melihat nomor asing yang menghubunginya. Alvin berfikir jika bisa saja itu panggilan penting. akhirnya dia mengangkat panggilan telfon itu.


📞"Hallo" ucap Alvin


📞"Hallo Alvin Arganta yang terhormat," ucap seorang lelaki dari balik telfon.


📞"Ini siapa yah?"


📞"Hahahahaha masih tanya saya siapa, bisa-bisanya setelah mengambil semua klien saya, anda masih bisa bertanya siapa saya."


📞"Alex," gumam Alvin namun masih terdengar oleh Pak Alex.


📞"Iya saya Alex, saya minta agar kamu membatalkan semua kerja sama kamu dengan klien bisnis saya atau nyawa Istri kamu taruhannya," ucap Pak Alex mengancam Alvin.


📞"Dimana Istri saya? awas saja kalau terjadi sesuatu sama Istri saya, kamu harus mempertanggung jawabkannya."


📞"Ha..ha..ha..ha.. silahkan, siapa yang bisa memenjarakan seorang Alex Mahendra pengusaha sukses dari New York. termasuk saat membunuh ayahmu dulu, saya tetap aman hahahahaha...." Pak Alex membanggakan dirinya sampai-sampai dia tak sadar jika sudah bicara keceplosan.


📞"Jadi Anda yang membunuh ayah saya? dasar b*rengsek," Alvin terlihat emosi saat mendengar kebenaran yang terucap dari mulut Pak Alex sendiri.


📞"Ha..ha..ha... sudahlah cecunguk kecil, anak kemarin saja so mau melawan saya. begini saja, kalau masih sayang sama Istri, datang sendiri ke alamat yang akan saya sampaikan. Jl. Merpati no.15, gedung kosong di lantai paling atas. jangan pakai lama atau Istri anda akan tamat riwayatnya. dan satu lagi, jangan bawa polisi."


Setelah mengatakan itu, Pak Alex langsung mematikan panggilan telfonnya.


Argghhhhhhh Alex sialan," Alvin merasa emosi karena ternyata Pak Alex lebih cerdik darinya.


Alvin langsung menyalakan google maps yang ada di ponselnya sebagai petunjuk arah. Alvin akan datang sendiri menuju ke tempat Istrinya berada.


Setelah melewati keramaian Ibu kota, kini Alvin sudah sampai di depan gedung tua berlantai lima. Alvin masuk ke dalam dan langsung menuju ke lantai paling atas. sedikit menguras tenaga karena dia harus menaiki tangga.

__ADS_1


Tolong tolong


Alvin mendengar teriakan wanita dari salah satu ruangan. dia melangkah menuju ke ruangan itu yang ternyata tidak terkunci.


Cklek


Alvin membuka pintu dan hal yang pertama dia lihat itu Istrinya yang sedang duduk di atas kursi. kedua tangan dan kakinya di ikatkan pakai tali ke kursi yang dia duduki.


"Sayang, kamu tenang saja karena Mas sudah datang," Alvin merasa senang karena sudah menemukan Istrinya. dia akan segera membawa Istrinya pergi sebelum ketahuan oleh Alex.


"Hentikan langkahmu atau kami tembak!" terdengar suara seseorang dari belakang Alvin.


Alvin menoleh ke belakang dan melihat tiga orang lelaki berbaju hitam sedang mengarahkan pistol ke arahnya.


"Mas Alvin, Mas jangan kesini! Zie takut jika terjadi sesuatu dengan Mas Alvin."


"Kamu tenang sayang, Mas akan baik-baik saja kok," ucap Alvin mencoba menenangkan Istrinya agar tak khawatir lagi.


Dor dor dor


"Aawwww....."terdengar jeritan orang dari arah belakang Alvin.


Alvin melihat ketiga lelaki di belakangnya berhasil di lumpuhkan oleh polisi. Alvin mengambil kesempatan dengan mendekati Istrinya. namun salah satu dari lelaki itu ada yang mengarahkan pistolnya ke arah Zivana tepat di perut buncitnya.


Dor


"Mas Alvin," Zivana terlihat histeris melihat suaminya terjatuh ke lantai karena terkena peluru yang di tembakan oleh lelaki itu.


Alvin sengaja menghalangi Zivana agar tidak terkena tembakan.


"Mas Alvin..hiks...hiks..." Zivana menangis hingga dia tak sadarkan diri.

__ADS_1


Setelah polisi membawa tiga tersangka, kini Eza, Farizki, dan Pak Juna masuk ke dalam ruangan itu untuk menyelamatkan anak dan menantunya. Pak Juna merasa khawatir melihat kondisi anak dan menantunya yang saat ini tak sadarkan diri. Eza membuka ikatan di tangan dan kaki Zivana lalu menggendongnya keluar dari ruangan itu. sedangkan Pak Juna dan Farizki menggedong Alvin.


Mereka tampak kesusahan membawa Zivana dan Alvin. karena harus menuruni tangga lima lantai.


Setelah sampai di mobil, mereka segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Setelah menangkap ke tiga pelaku, kini polisi mencari keberadaan Pak Alex. sebenarnya tadi Alvin mengirimkan rekaman percakapan saat dia dan Pak Alex sedang bertelfonan. dan Alvin juga yang meminta Eza agar melaporkan Alex ke polisi dengan membawa bukti itu.


Kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Pak Juna dan Farizki keluar dari mobil lalu membawa Alvin ke dalam. begitupun Eza keluar dari mobilnya. lalu dia menggendong Zivana menuju ke dalam rumah sakit.


Saat ini Alvin di larikan ke ruang UGD untuk segera di tangani. begitupun Zivana yang langsung di tangani oleh Dokter. beruntung Zivana tidak mengalami luka fisik apa pun. namun kondisi kandunganya lemah. bahkan kondisi kandungannya akan berbahaya jika tidak di selamatkan secepatnya.


Terlihat Dokter keluar dari ruangannya. Eza langsung bertanya mengenai kondisi Zivana.


"Bagaimana kondisi Kakak saya Dok?" tanya Eza


"Ibu Zivana harus segera di operasi untuk melakukan persalinan."


"Di operasi? bukannya kandungannya baru tujuh bulan?"


"Iya, tapi ini sangat beresiko bagi Ibu maupun bayinya jika tidak segera di lakukan operasi. dan ini surat persetujuan dari keluarga untuk anda tanda tangani." Dokter itu memberikan selembar kertas untuk Eza tanda tangani.


Eza langsung menandatangani kertas itu tanpa fikir panjang.


Tring tring


Ponsel milik Eza berdering. Eza mengambil ponsel di saku celananya. ternyata itu panggilan masuk dari Pak Juna.


Pak Juna menanyakan ruangan yang di tempati oleh Zivana. Eza mengatakan jika saat ini Zivana akan di operasi. Pak Juna segera menghampiri Eza. sedangkan Farizki menunggu Alvin hingga selesai di tangani. karena Alvin juga sedang di operasi karena peluru yang mengenai perutnya cukup dalam.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2