Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.142


__ADS_3

Rara sudah pulang dari Rumah Sakit. setelah kepulangan Rara dari Rumah Sakit, Juna begitu menjaganya. bahkan Juna tidak mengijinkan Rara untuk melakukan pekerjaan apapun.


Juna juga membeli rumah yang masih satu kompleks dengan rumah Ibunya. dia ingin tinggal bersama keluarga kecilnya. sengaja dia membeli rumah yang dekat dengan Ibunya karena biar tiap hari bisa menengok Ibunya. dan tentunya Juna membeli Rumah itu tanpa sepengetahuan Rara.


Juna dan Rara baru pulang dari perjalanan Bisnis. untung saja Rara tidak merasa sakit saat di kota orang. Juna sudah melarangnya untuk ikut. namun Rara tetap merengek ingin ikut bersama suaminya. kini keduanya sudah sampai di kompleks perumahan tempat tinggal mereka.


"Mas kita mau kemana? Rumah Mamah sudah kelewat tuh di belakang." Rara bingung suaminya mau membawanya kemana. sedangkan Kediaman Dirgantara sudah terlewat.


"Ikut saja jangan protes." ucap Juna


Kini mobil yang di kendarai Juna sudah sampai di depan Rumah mewah. walaupun tak sebesar Rumah Bu Farah. tapi Juna yakin jika Rumah itu nyaman untuk keluarga kecilnya.


"Sayang kita sudah sampai, ayo turun!" Juna mengajak Istrinya turun dari mobil.


"Kamu capek yah, sini biar Mas gendong." Juna menawarkan untuk menggendong Rara.


"Tidak kok Mas, Rara bisa jalan sendiri." ucap Rara


Rara mengekor Juna memasuki Rumah barunya.


"Mas, ini rumah siapa sih?" tanya Rara


"Rumah baru kita sayang." jawab Rara


"Kok Mas tidak bilang-bilang sih kalau beli Rumah baru."


"Rahasia sayang"


"Iihhh makasih sayang" Rara menciumi wajah suaminya beberapa kali.


"Sayang malu, sudah dong." Juna meminta Rara untuk menghentikan aksinya.


"Kenapa malu Mas? disini cuma ada kita berdua loh."


Juna tidak memberitahukan Rara jika di dalam Rumah ada keluarganya yang menunggu mereka pulang. bisa jadi mereka melihat tingkah Rara dari balik jendela kaca.


Juna menggandeng tangan Istrinya. Juna membuka pintu Rumahnya.


"Surprise" Teriak semua orang yang ada di dalam. mereka sengaja memberikan kejutan kepada Rara. tentunya itu tas persetujuan Juna.


"Iihhh aku terharu" ucap Rara sambil melihat ruangan yang sudah di dekorasi sedemikian rupa. memang seperti pesta penyambutan. disana juga sudah tersaji berbagai macam jenis makanan.


"Ini ada acara apa sih sebenarnya?" Rara bertanya kepada Juna. Rara berfikir jika hanya dirinyalah yang tidak tahu kejutan itu. buktinya Juna tampak santai dan sama sekali tidak terkejut.


"Acara kejutan untuk kamu sayang. sekaligus acara syukuran rumah baru." ucap Juna

__ADS_1


"Kalau syukuran pasti ada pengajiannya. tapi ini kok cuma ada keluarga saja."


"Tamu undangan masih di jalan Ra." sahut Bu Farah yang menjawab perkataan Rara.


"Sayang, lebih baik kita ke kamar kita sekalian mandi." Juna mengajak Rara ke kamarnya.


"Iya Mas" Juna menggandeng Istrinya menuju ke kamar mereka yang berada di lantai bawah. memang sengaja Juna memilih kamar yang ada di lantai bawah. itu semua agar Rara lebih mudah melakukan aktifitasnya. apalagi dengan keadaannya yang sekarang sedang hamil.


Juna juga sudah menyiapkan dua pembantu untuk mengurus rumah.


Juna dan Rara sudah selesai mandi. mereka kembali bergabung dengan keluarganya.


Tamu undangan sudah datang. yaitu ibu-ibu pengajian di kompleks sebelah beserta ustadz yang merupakan guru ngaji mereka.


Rara dan keluarga menyambut ramah kedatangan mereka. setelah acara do'a bersama, mereka langsung memakan nasi kuning yang sudah di siapkan.


Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. semua tamu undangan sudah pulang. begitupun Bu Farah dan yang lainnya sudah pulang juga. karena jarak rumah mereka yang cukup dekat. jadi mereka hanya berjalan kaki.


Sedangkan di rumah Rara masih ada pembantu mereka yang membantu membereskan sisa-sisa bekas makanan.


Juna dan Rara sudah sampai di kamarnya.


"Mas badan Rara pegel-pegel nih." ucap Rara kepada suaminya.


"Sinih biar Mas pijitin." Juna menawarkan diri untuk memijat Istrinya.


"Iya sayang, Mas janji cuma mijitin doang kok." Juna memulai memijat Istrinya.


Rara merasa enakan dengan pijitan suaminya. dia bahkan tertidur. Juna merasa jika Istrinya tidak bersuara.


"Sayang, sayang" Juna memanggil Rara namun Rara tak bersuara.


Karena posisi Rara membelakangi jadi Juna tidak tahu jika Istrinya itu sudah tertidur.


Juna membenarkan posisi Istrinya. ternyata Rara sudah tertidur. Juna menyelimuti Istrinya lalu dia keluar dari kamarnya.


Juna masuk ke kamar Baby Zie yang bersebelahan dengan kamarnya.


Cklek


Juna melihat Baby Zie yang sudah tidur pulas. Juna mengusap kepala anaknya. lalu dia mengecup sekilas kening anaknya. Juna keluar dari kamar itu setelah melihat anaknya yang sudah tidur pulas.


"Bi" Juna memanggil salah satu pembantunya yang masih beres-beres.


"Iya Tuan" jawabnya

__ADS_1


"Nanti kalau sudah beres, Bibi temani Baby Zie tidur yah."


"Baik Tuan"


Setelah mengatakan itu Juna kembali ke kamarnya. Juna merebahkan diri di samping Istrinya. dia masuk ke dalam selimut yang sama dengan Istrinya. Juna memeluk Istrinya dan dia mulai memejamkan matanya.


Juna terbangun karena mendengar suara dari kamar mandi.


"Emm" Juna membuka kedua matanya. dia menatap ke sampingnya dan ternyata Istrinya tidak berada disana.


Juna berjalan menuju kamar mandi dan melihat Istrinya sedang mual-mual.


"Sayang, kamu mual lagi?"


"Iya Mas"


"Sebentar yah Mas ambilkan minyak angin." ucapnya lalu pergi sebentar untuk mengambil minyak angin.


Juna memijat tengkuk Istrinya. sekarang Rara sudah mendingan.


"Sayang, kepalanya masih pusing yah?"


"Iya Mas"


"Biar Mas gendong" Juna langsung menggendong Istrinya lalu membaringkannya di ranjang.


"Sebentar yah sayang, Mas mau minta tolong Bi Iyem buatkan bubur sama sup pereda mual."


"Jangan lama-lama Mas" pinta Rara


"Tidak kok sayang"


Juna keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Bi Iyem yang sedang memasak.


"Bi Iyem, tolong buatkan bubur untuk Istri saya. sekalian sup pereda mual juga yah Bi."


"Baik Tuan, Nyonya Rara kenapa Tuan?"


"Istri saya mual-mula Bi, saya kasihan lihatnya." ucap Juna


"Semoga Nyonya cepat sembuh dari rasa mualnya."


"Amin Bi, oh iya Bi, Baby Zie sudah bangun?"


"Belum Tuan"

__ADS_1


"Ya sudah, saya permisi dulu ke kamar."


Bi Iyem membuatkan pesanan Juna. setelah selesai segera membawa ke kamar majikannya itu.


__ADS_2