Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 33


__ADS_3

Alvin menatap Zivana yang sedang duduk namun kepalanya di tidurkan di atas meja. Alvin beranjak dari kursi kebesarannya lalu dia menghampiri Zivana. Alvin menyingkirkan rambut Zivana yang menutupi wajahnya.


"Eugh..." Zivana terbangun saat merasakan ada tangan seseorang yang memegang rambutnya.


"Kenapa tidur? tugas kamu sudah selesai belum?"


"Ah maaf, mungkin aku kelelahan jadi ketiduran. tapi data-data yang Pak alvin minta, sudah kok." Nisa memperlihatkan buku catatan kecil dan memberikannya kepada Alvin.


Alvin membaca sekilas catatan itu lalu dia membawanya ke meja kerjanya. setelah menaruhnya di atas meja, kini Alvin duduk dan hanya memainkan ponselnya. dia memesan makanan lewat online.


Hanya lima belas menit saja pesanannya sudah sampai. Alvin melihat Asistennya masuk dengan membawa pesanan Alvin.


"Maaf Pak, ini pesanannya," ucap Asisten Tio sambil menaruh bungkusan makanan di atas meja Alvin.


"Makasih," ucap Alvin


"Sama-sama Pak," jawab Asisten Tio


Asisten Tio masih berdiri disana. dia tidak langsung keluar dari ruangan itu. dia mengira jika Alvin akan mengajaknya makan bersama. karena biasanya jika memesan makanan dua bungkus, Alvin selalu mengajaknya makan bersama.


"Kenapa masih disini?" Alvin bertanya sambil menatap Asistennya.


"Memangnya Bapak tidak mengajak saya makan bersama?"


"Tidak," jawab Alvin


"Maaf Pak, kalau begitu saya permisi dulu," Asisten Tio berjalan keluar dari ruangan itu.


Alvin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. lalu dia menghampiri Zivana yang sedang merapihkan penampilannya dengan bercermin di cermin kecil miliknya.


"Ikut saya!" ucap Alvin yang kini berdiri di depan Zivana.


"Kemana?"

__ADS_1


"Tidak usah banyak tanya!"


Zivana beranjak dari duduknya. dia mengikuti Alvin yang terlebih dahulu berjalan mendekati sofa yang ada di ruangan itu. Zivana langsung duduk di depan Alvin. Alvin membuka bungkusan makanan miliknya. yang satunya dia kasihkan kepada Zivana.


"Makanlah! pasti kamu lapar," kata Alvin


Zivana langsung membuka bungkusan makanan itu. kebetulan isinya nasi dan chicken. Zivana hendak mengambil nasi pakai tangannya. namun Alvin menegurnya.


"Cuci tangan dulu!"


"Astaga aku lupa," ucap Zivana lalu dia beranjak dari duduknya. Zivana cuci tangan di wastafel depan toilet yang ada di ruangan itu.


Setelah dia cuci tangan, kini Alvin beranjak dari duduknya lalu Alvin juga mencuci tangannya.


Zivana terlihat lahap memakan chicken miliknya. bahkan dia melahapnya habis dalam waktu sekejap. Alvin menatap heran karena Zivana terlihat seperti kelaparan. apalagi Zivana bersendawa saat sudah menghabiskan semua makanannya.


"Lapar atau doyan?"


"Dua-duanya, kebetulan aku makan berdua sama anakku. jadi aku mudah lapar." ucap Zivana sambil menjilati jarinya yang masih ada sisa saus.


Zivana beranjak dari duduknya lalu membuang bungkusan makanan yang sudah kosong. lalu dia membuangnya ke dalam tong sampah. Zivana kembali bekerja setelah dia mencuci tangannya.


Alvin yang sudah selesai makan siang juga kembali bekerja. Alvin mencoba mengirim email ke beberapa perusahaan yang ada di buku catatan milik Zivana. dia hanya tinggal menunggu balasannya saja.


°°°


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.


saat ini semua karyawan sudah bersiap pulang karena hari sudah sore. Zivana melihat Alvin yang sedang membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya. Zivana berjalan mendekati Alvin lalu berpamitan untuk pulang.


"Saya pulang dulu," ucap Zivana


"Biar saya antar, lagian kamu tidak bawa mobil," ucap Alvin

__ADS_1


"Saya naik taxi saja, kalau begitu saya permisi," Zivana langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan itu.


Saat ini Zivana sedang berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taxi yang lewat. untung saja dia tidak menunggu lama karena langsung ada taxi yang lewat. Zivana mencegat taxi itu lalu dia masuk ke dalam.


Saat di jalanan yang sepi, taxi yang di naiki Zivana di hadang oleh sebuah mobil. Zivana keluar dari taxi dan melihat orang yang menghadang taxi yang di naikinya. dia terkejut saat melihat Aldo yang mencegat taxi yang di naikinya.


"Kak Aldo? kenapa menghadangku?"


"Jadi kamu mengakhiri hubungan kita karena kamu mau kembali sama mantan suamimu? aku tahu kok kalau sekarang kamu kerja di kantornya," ucap Aldo


"Bukan seperti itu Kak, Kak Aldo salah faham," ucap Zivana


"Terus kenapa? ah sudahlah, wanita sama saja," gumam Aldo lalu kembali masuk ke dalam mobilnya.


Zivana menatap mobil yang di kendarai Aldo menjauh dari pandangannya.


Tin tin


Zivana menengok ke belakang saat supir taxi membunyikan klakson mobil.


"Mau lanjut perjalanan tidak?" tanya supir taxi itu dari balik jendela mobil.


"Iya Pak, maaf," Zivana kembali masuk ke dalam taxi. lalu supir taxi itu kembali melanjutkan perjalanannya.


Akhirnya Zivana sudah sampai di depan rumahnya. dia langsung melangkah memasuki gerbang rumahnya setelah dia membayar taxi.


Bu Rara yang baru keluar dari dalam rumah melihat anaknya baru pulang.


"Kamu baru pulang Zie?"


"Iya nih Mah, Mamah mau kemana?" Zivana bertanya kepada Ibunya.


"Mau ke rumah tetangga sebentar," jawab Bu Rara

__ADS_1


Mereka kembali melanjutkan langkahnya setelah bertegur sapa.


°°°°


__ADS_2