Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 12


__ADS_3

Hari ini Zivana mulai mengajarkan Farizki untuk mengurus pekerjaan sebagai wakil Direktur. walaupun ini yang pertama kalinya, namun Farizki cepat tanggap. dia cukup baik dan cekatan. dia juga sedikit demi sedikit mengerti apa yang di ajarkan oleh Kakaknya.


"Kak, kenapa Kakak mau menyerahkan jabatan ini?" Farizki bertanya kepada Zivana.


"Kakak mau di rumah saja mengurus keluarga," jawab Zivana


"Wah Istri yang baik, Iki do'ain deh biar Iki cepat dapat ponakan," ucap Farizki


"Amin" jawab Zivana


Hamil? entahlah, tidak ada di dalam fikiranku." batin Zivana


"Jangan lupa besok kamu datang lagi Ki," ucap Zivana


"Siap Kak," jawab Farizki


Karena hari sudah sore, kini keduanya memilih untuk pulang. Farizki mengantarkan Zivana terlebih dahulu.


Kini mobil yang di kendarai Farizki sudah sampai di depan gerbang rumah Alvin. Zivana segera keluar dari dalam mobil. Farizki kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.


Zivana berjalan memasuki gerbang. hingga saat ini dia sudah masuk ke dalam rumah. Zivana melihat suaminya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


Alvin menghentikan langkah Istrinya.


"Zie, tunggu!" ucap Alvin dan Zivana menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Zivana menoleh menatap suaminya.


"Nanti malam siap-siap, jam tujuh malam kita pergi ke pesta," kata Alvin memberitahu.


"Pesta apa? kok mendadak?"


"Sebenarnya sih tidak mendadak, hanya saja aku lupa memberitahu kamu," ucap Alvin


"Memangnya harus ikut?"


"Ya harus, kalau tidak ikut nanti orang-orang pada nanyain. karena sebagian dari mereka tahu kalau kamu Istri saya," jawab Alvin


"Berarti Papah juga ada disana?"

__ADS_1


"Sepertinya sih ada," jawab Alvin


"Baiklah, aku mau cari baju dulu yang cocok aku pakai," ucap Zivana lalu segera melangkah pergi. namun Alvin kembali menghentikan langkahnya.


"Tunggu!"


Zivana kembali menoleh ke belakang dan menatap suaminya.


"Apa lagi?"


"Saya sudah pesan pakain untuk kita. jadi tunggu saja kurir datang mengantar. tidak usah repot-repot cari gaun." ucap Alvin


"Baiklah"


Zivana kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.


Tak lama, kurir yang mengantar pesanan Alvin sudah datang. kebetulan yang menerima pesanan itu Bi Salma.


Bi Salma segera mengantarnya ke kamar Alvin. namun saat Bi Salma hendak pergi, Alvin memintanya untuk menunggu. dia membuka dengan cepat bungkusan paket itu. lalu dia mengambil gaun untuk Zivana yang warnanya senada dengan pakaian miliknya. dia memberikan gaun itu ke Bi Salma dan memintanya untuk di berikan kepada Zivana.


Bi Salma saat ini sudah ada di depan kamar Zivana. lalu dia mengetuk pintu kamar itu.


Zivana yang mendengar ketukan pintu langsung saja membuka pintu kamarnya. dia melihat Bi Salma sedang berdiri disana.


"Ada apa Bi?" tanya Zivana


"Ini ada gaun dari Tuan Alvin," ucap Bi Salma sambil memberikan gaun itu kepada Zivana.


"Terima kasih Bi," kata Zivana


"Sama-sama Neng, kalau begitu Bibi permisi," Bi Salma segera pergi dari hadapan Zivana.


°°°


Tepat jam tujuh malam Zivana keluar dari kamarnya. dia sudah terlihat cantik dengan memakai gaun yang melekat di badannya. wajahnya yang sedikit di rias terlihat semakin bersinar. Alvin menatap Zivana yang sedang berjalan ke arahnya. dia tak berkedip melihat kecantikan Istrinya. namun buru-buru dia menyadarkan dirinya. karena dia tidak boleh jatuh cinta kepada Zivana. karena itu bisa menggagalkan misinya.


"Lama sekali sih," ucap Alvin lalu dia berjalan keluar terlebih dahulu.


Perasaan pas jam tujuh, kok di bilang lama." gumam Zivana yang kini sedang berjalan mengekor Alvin.

__ADS_1


Kini keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Alvin segera mengemudikan mobil itu menuju ke tempat pesta di adakan. kebetulan yang mengadakan pesta itu rekan bisnisnya. dan yang datang hanya beberapa perwakilan dari perusahaan.


Hanya 30 menit mengemudi, kini mobil itu sudah sampai di sebuah hotel tempat acara di laksanakan. Alvin dan Zivana segera turun dari mobil setelah Alvin memarkirkan mobilnya.


"Cepat gandeng tanganku!" pinta Alvin


"Memangnya harus?"


"Iya, biar semua orang tahu jika kita itu pengantin baru yang sedang berbahagia," ucap Alvin


"Baiklah," Zivana langsung menggandeng tangan Alvin.


Kini keduanya berjalan memasuki hotel. sesampainya di hotel, Alvin menunjukan kartu undangannya. lalu ada seorang petugas yang mengarahkannya untuk ke taman belakang. karena acara di lakukan secara out door. walaupun saat ini malam hari, namun taman hotel tempat acara berlangsung banyak penerangan. sehingga sama sekali tidak di permasalahkan soal kenyamanannya.


Alvin memilih untuk menyapa tuan rumah yang mengadakan pesta. lalu dia menyapa rekan bisnisnya. dia dan Zivana juga berpisah. karena Zivana juga menyapa temannya yang juga datang ke pesta itu.


Terlihat seorang pelayan memberikan minuman kepada Alvin dan rekan bisnisnya yang sedang mengobrol. sejenak mereka menghentikan obrolannya dan memilih untuk meminum sirup yang di berikan oleh pelayan tadi. lalu mereka melanjutkan kembali obrolan mereka. namun tiba-tiba Alvin merasa tak nyaman. dia merasa hawa panas di dalam dirinya.


Aku kenapa ini? gerah sekali." batin Alvin


Alvin memilih untuk ke toilet. Zivana juga melihat kepergian suaminya. namun dia hanya menatapnya saja. namun Zivana melihat kembali seorang perempuan mengikuti suaminya.


Siapa wanita itu?" gumam Zivana


Zivana memilih untuk menyusul suaminya. karena berjalan cepat, dia sampai disana tepat waktu. Zivana melihat suaminya masuk ke toilet. dia juga melihat Sela sedang berdiri di depan pintu.


Cklek


Alvin keluar dari toilet. dia mengibas-ngibaskan badannya karena gerah.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Sela


"Aku gerah, aku permisi dulu," Alvin hendak pergi namun Sela menahannya.


"Ayolah, kenapa terburu-buru sekali? aku punya obat untuk menyembuhkan rasa gerah itu," ucap Sela lalu menarik Alvin keluar dari toilet itu.


Saat ini Alvin setengah sadar, jadi dia tak sadar saat Sela mengajaknya memasuki hotel.


Zivana mengikuti mereka berdua.

__ADS_1


°°°


__ADS_2