Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.75


__ADS_3

Bu Farah melihat anaknya yang baru pulang ke rumahnya. dia langsung menyuruhnya untuk ikut duduk bersamanya. Bu Farah yang melihat anaknya sudah duduk di depannya segera bertanya kepadanya.


"Dari mana saja kamu seharian?" tanya Bu Farah


"Juna main ke rumah teman Mah."


"Jangan banyak alasan! siapa wanita itu?" tanya Bu Farah tanpa basa-basi.


"Wanita mana yang Mamah maksud?" Juna belum mengerti arah pembicaraan ibunya.


"Itu loh wanita yang membawa anak kecil. yang kamu ajak ke Mall."


Kok Mamah bisa tahu sih." Juna tampak berfikir.


"Oh Mamah tahu, jangan-jangan wanita itu kekasih kamu yah yang janda anak satu."


"Kalau iya memangnya kenapa Mah?" kata Juna


"Kamu jangan malu-maluin Mamah!"


"Kalau memang anak yang bersama kekasihku itu anakku, Mamah mau apa."


"Jangan ngaco kalau bicara. kamu pikir Mamah akan percaya begitu saja." ucap Bu Farah


"Terserah deh" seperti biasa, Juna meninggalkan ibunya yang masih ngomel-ngomel.


Bu Farah hanya menggeleng-gelangkan kepalanya saat melihat tingkah putranya yang semakin berani.


Rey yang baru keluar dari kamarnya melihat Juna sedang berjalan menaiki tangga.


"Dari mana Kak?" tanya Rey


"Habis pergi sama teman." ucap Juna lalu kembali melangkah menuju kamarnya.


Rey heran saat melihat Juna baru pulang. karena yang dia tahu jika Kakaknya itu tidak pernah keluar rumah jika hari libur.


Bu Farah yang melihat Rey, segera memintanya untuk menghampirinya.


"Rey, sini Nak!" pinta Bu Farah kepada anaknya.


"Ada apa Mah?" tanya Rey yang baru menghampiri ibunya.

__ADS_1


"Kamu tahu tidak, kekasih Kakakmu itu seperti apa?"


"Tidak Mah, Rey sama sekali tidak tahu."


"Hm, Mamah minta kamu mengikuti Kakakmu jika dia hendak pergi keluar. bisa saja dia bertemu dengan kekasihnya. Mamah mau nyuruh orang yang biasa Mamah bayar tapi rasanya tidak perlu. menurut Mamah, kamu juga bisa." ucap Bu Farah


"Baiklah Mah, nanti Rey ikuti Kak Juna." Rey menyetujui permintaan ibunya.


°°°°


Keesokan harinya, Juna yang baru pulang dari kantor langsung menuju ke rumah yang Rara tinggali. dia sudah sangat merindukan Baby Zie. Juna berhenti di depan toko kue. dia berniat membelikan kue untuk Rara dan Baby Zie.


Rey yang sedang mengikuti Juna, menghentikan mobilnya agak jauh dari mobil Juna.


Juna keluar dari toko dengan menenteng bungkusan kue yang dia beli. dia segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Rara.


Setelah menempuh perjalan selama 30menit, kini Juna sudah sampai. dia mengemudikan mobilnya memasuki gerbang rumah itu. Rey menghentikan mobilnya dengan jarak yang tak terlalu jauh dari sana. sebenarnya Rey ingin masuk tapi dia takut jika Juna curiga. apalagi Rey bingung mau beralasan apa kepada satpam yang sedang berjaga agar diizinkan untuk masuk.


Akhirnya Rey memilih untuk pulang saja. dia akan datang lagi besok saat Juna tidak berada disana. sebenarnya dia penasaran, Kakaknya itu menemui siapa dirumah itu. apa itu kekasihnya atau bukan, Rey akan tahu jawabannya sendiri besok.


Tok tok (Juna mengetuk pintu rumah itu.)


Beberapa saat pintu itu terbuka.


"Waalaikum'salam" jawab Rara sambil membuka pintu.


"Ayo masuk Mas, Baby Zie sudah menunggumu." ucap Rara


"Iya ayo, oh iya ini ada kue untuk kamu dan Baby Zie." Juna menyodorkan bungkusan kue itu kepada Rara.


"Terimakasih Mas, tidak perlu repot-repot juga."


"Tidak sama sekali Ra, justru Mas merasa tidak enak jika bertamu tidak membawa apa-apa."


"Sekali lagi terimakasih Mas." Rara kembali berterimakasih kepada Juna.


"Sama-sama Ra"


Mereka sudah masuk ke dalam rumah. Baby Zie yang sedang bermain di temani Bi Darmi, langsung menghampiri Juna yang baru datang.


"Sayang awas nanti jatuh Nak." Juna melihat anaknya yang sedang berjalan menghampirinya.

__ADS_1


"Apah..."Baby Zie memeluk kaki kiri ayahnya.


"Uhh sayangnya Papah semakin cantik saja." Juna menggendong Baby Zie.


"He..he..he..Apah.." Baby Zie tampak girang melihat wajah ayahnya.


Juna membawa Baby Zie kembali ke tempat tadi dia bermain. Baby Zie memainkan mainannya dan sesekali mengajak Juna untuk ikut bermain dengannya. Juna tampak senang melihat anaknya sudah sangat aktif.


"Ini Mas diminum dulu!" Rara menaruh minuman untuk Juna dan juga kue yang sudah dipotong-potong kecil.


"Loh kok kuenya dihidangin Ra?"


"Iya Mas, ayo kita makan sama-sama." Rara mengajak Juna untuk memakan kuenya.


Juna dan Rara memakan kue itu. Rara juga menyuapi Baby Zie dengan telaten. Juna sangat senang bisa berada diantara mereka. rasanya dia ingin secepatnya tinggal satu atap dengan mereka.


Suara Adzan Maghrib berkumandang. Juna mengajak Rara untuk shalat berjama'ah. Rara menitipkan Baby Zie kepada Bi Darmi lalu dia segera menuju ke kamar mandi untuk berwudhu.


Rara dan Juna segera shalat berjama'ah. Rara sangat senang bisa shalat bersama Juna. sudah dari dulu dia sangat ingin shalat berjama'ah bersama suaminya. namun keinginannya tidak terwujud. Juna selalu menolak jika Rara mengajaknya shalat bersama. tapi kali ini semua keinginan yang pernah dia inginkan akhirnya terwujud. walaupun status mereka sekarang bukan suami istri lagi.


Rara mengulur waktu untuk menerima lamaran Juna karena dia ingin mengetahui kesungguhan Juna. dia tidak ingin menderita lagi seperti sebelumnya karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan. makannya kali ini dia ingin melihat sendiri kesungguhan Juna.


Setelah shalat, Rara mengajak Juna untuk makan malam bersama.


Juna pulang ke rumahnya sudah cukup malam. karena Baby Zie yang rewel tidak mau ditinggal.


Bu Farah berjam-jam menunggu kepulangan Putranya. sebenarnya dia sudah bertanya kepada Rey mengenai keberadaan Juna. namun Rey mengatakan tidak tahu. karena dia juga tidak tahu tadi Kakaknya bertamu


ke rumah siapa. dia mau bilang ke Ibunya tapi takut jika dia salah bicara.


"Dari mana saja kamu?" tanya Bu Farah yang sedang duduk sambil memangku satu kakinya.


"Lembur Mah" jawab Juna


"Mamah tahu kok kamu berbohong. dan pasti kamu menemui wanita itu. coba kamu bawa wanita itu ke hadapan Mamah. karena Mamah ingin tahu seperti apa wanita yang katanya kamu cintai itu." ucap Bu Farah


"Iya Mah, nanti ada saatnya." setelah mengatakan itu, Juna segera melangkah pergi.


Setelah kepergian Juna, Bu Farah kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


°°°

__ADS_1


__ADS_2