
Setelah menempuh perjalan yang cukup lama, akhirnya Rara dan Putri sampai di terminal dekat kampung halaman Neneknya Bu Susan. mereka sudah di tunggu oleh seorang pria paruh baya.
"Maaf apa kalian nona Rara dan Putri?" lelaki itu bertanya kepada Rara dan Putri yang baru turun dari bus.
"Iya pak, ko bapak bisa tahu?" Tanya Rara kepadanya.
"Iya soalnya hanya kalian berdua perempuan cantik yang turun dari bus." ucapnya karena memang yang dia lihat kebanyakan penumpangnya orang yang usianya lebih tua dari Rara dan Putri.
"Ah bapak bisa saja." Putri sudah melayang saat di puji seperti itu.
"Kalian bisa panggil saya mang Ujang. saya pamannya Susan."
"Siap mang Ujang." ucap Putri
Mang Ujang mengajak Rara dan Putri untuk segera pergi dengan menaiki ojek.
karena jalan ke kampung tidak bisa di lewati oleh angkot dan hanya ojek saja yang bisa lewat sana. dan juga karena akses jalannya yang sudah rusak. belum ada perbaikan jalan lagi dan tidak ada tindakan dari pemerintah.
Mereka sampai juga di rumah sederhana yang temboknya hanya dari anyaman bambu.
"Aku sudah rindu tinggal di rumah seperti ini." Rara tersenyum senang saat melihat rumah dengan tembok anyaman bambu.
Putri melotot tak percaya saat melihat Rara.
"Kamu kok kelihatannya senang sekali Ra? aku malah ngerasa panas, pasti di dalam tidak ada AC." ucap Putri karena memang putri itu tinggal di kota dan baru pertama kalinya dia pergi ke desa.
"Rumah Rara di kampung juga seperti ini Put. malah lebih sejuk dan bikin tenang suasananya."
__ADS_1
"Nanti tidurnya dimana yah? ada televisinya tidak? terus kamar mandinya bersih tidak?" Putri bertanya-tanya dengan semua unek-unek yang ada di benaknya.
"Sudah Put jangan bicara sendiri, ayo kita masuk. nanti juga kamu bakalan tahu sendiri tempatnya seperti apa."
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah itu. mang Ujang sudah terlebih dahulu masuk dengan membawa barang-barang mereka.
"Assalamu'alaikum" ucap Rara dan Putri bersama-sama.
"Waalaikum'salam" jawab mang Ujang yang baru keluar dari salah satu kamar di dalam rumah itu.
"Kalian langsung saja masuk yah, ini kamar kalian berdua. saya mau pulang dulu ke rumah sebelah." ucap mang Ujang
"Terimakasih mang Ujang" lalu Rara dan Putri memasuki kamar itu.
"Puk puk puk" Putri menepuk-nempuk kasur dan bantal usang yang sudah keras itu.
"Sudahlah Put, kita syukuri saja karena sudah di perbolehkan menumpang disini."
"Kalau tahu akan seperti ini mending Putri bawa kasur dari mess kita."
"Ayo kita tidur saja." Rara mengajak Putri untuk segera tidur karena sudah lewat tengah malam.
Putri ikut merebahkan dirinya di samping Rara. beberapa saat kemudian Rara sudah tertidur pulas. sedangkan Putri tampak tidak bisa tidur dengan tenang karena dari tadi dia di gigitin nyamuk dan merasa kepanasan. di tambah lagi kasur yang di tiduri sangat keras.
Saat mendengar adzan subuh berkumandang, Rara bangun dari tidurnya. walaupun masih merasa ngantuk tapi dia tetap bangun. dia mencoba membangunkan Putri tapi Putri tidak bangun juga.
"Putri bangun Put" Rara menepuk pelan wajah Putri.
__ADS_1
"Nggrrkkk" Putri tidak bangun tapi malah ngorok.
"Astagfirullah" Rara kaget mendengar Putri yang tiba-tiba mengorok.
Akhirnya Rara mengurungkan niatnya untuk membangunkan Putri. Dia memilih untuk shalat subuh duluan.
Rara berjalan mencari keberadaan kamar mandi namun tidak menemukannya.
"Nek" Rara memanggil nenek tua yang sedang menyalakan api di tungku.
"Eh sudah bangun neng, ini nenek lagi menyalakan api." ucapnya sambil menunjuk ke arah api yang sudah menyala.
"Nek, Rara mau ke kamar mandi. kamar mandinya dimana yah?" Rara bertanya keberadaan kamar mandi.
"Iya ini apinya sudah menyala." jawab nenek
"Nek, kamar mandinya dimana?" Rara menanyakan lagi letak kamar mandinya.
"Ini api neng" ucapnya sambil menunjukan deretan giginya yang sudah tidak putih.
"Nek kamar mandinya dimana?" tanya Rara dengan suara agak meninggi.
"Ayo ikut nenek" Rara mengekor nenek sampai belakang rumahnya.
"Ini neng ada air dua ember, tadi nenek ambil dari sungai. bisa di pakai untuk berwudhu atau buang air kecil. kalau mau mandi neng harus ke sungai." Jelas nenek
"Iya nek "lalu Rara segera berwudhu dan nenek sudah kembali masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Harus ekstra sabar ngadepin nenek." Batin Rara saat masuk kembali ke dalam rumah.