
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kini hubungan antara Bu Farah dan kedua menantunya semakin membaik. dia sadar jika tidak ada alasan untuk membenci mereka berdua. apalagi hanya karena traumanya dimasalalu. Rara memang anak seorang pelakor yang sudah merebut suaminya. namun dia tidak seperti Ibunya yang gila harta, dan mau melakukan apa saja demi uang.
Hari ini keluarga Dirgantara rencananya akan berlibur. mereka memilih untuk menginap di resort milik perusahaan.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, mereka sudah sampai di tempat tujuan. mereka langsung memilih untuk beristirahat. karena merasa begitu cape menempuh perjalanan yang lumayan lama.
"Zie mau sama Nenek" Baby Zie merengek ingin bersama Neneknya.
"Sayang, kamu itu jarang bareng sama Mamah loh. malam ini kamu tidur bareng Mamah sama Papah yah." Rara mencoba membujuk anaknya.
Baby Zie tetap menolak bujukan Rara. dia tetap ingin tidur bersama Neneknya.
"Memangnya Baby Zie tidak capek? Baby Zie istirahat disini saja yah sama Mamah." untuk yang kedua kalianya Rara mencoba membujuk anaknya.
"Nda mau, Zie mau baleng Nenek."
"Sudahlah sayang, biarkan Baby Zie bersama Mamah. lagian dia itu pengertian sekali loh sama kita. kita jadi bisa berduaan malam ini."
"Tiap malam juga berduaan Mas, bukan malam ini doang." ujar Rara
Akhirnya Rara mengantarkan Baby Zie ke kamar Bu Farah. setelah itu dia kembali ke kamarnya.
"Mas, Mamah itu terlalu memanjakan Baby Zie loh. Rara takut jika dewasa nanti Baby Zie tidak mandiri. Rara takut kalau semua keinginan yang Baby Zie mau harus terpenuhi." ujar Rara mengingat Bu Farah yang selalu memanjakan anaknya.
"Kamu cemburu sama Mamah karena Baby Zie lebih sering bersamanya?"
"Tidak Mas, bukan seperti itu. hanya saja Rara tidak ingin jika Baby Zie nantinya terus bergantung sama kita."
"Sudahlah sayang, jangan berfikiran yang tidak-tidak. lebih baik kita tidur saja." ucap Juna sambil memeluk Rara dari belakang.
"Iya Mas" Rara menerima pelukan suaminya. dia mencoba memejamkan matanya.
Keesokan harinya, semuanya berkumpul di taman yang ada di resort itu. mereka akan mengambil foto kebersamaan keluarga. karena selama ini mereka tidak memiliki foto keluarga.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau kemana?" Rara bertanya kepada anaknya yang sudah turun dari gendongannya.
"Zie mau duduk" ucap Baby Zie dengan ucapan yang belum begitu jelas.
"Ya sudah, Baby Zie duduk saja yah. jangan kemana-mana loh sayang." ucapnya agar anaknya menurut."
Baby Zie hanya menganggukan kepalanya. lalu dia berjalan menuju kursi panjang yang ada di taman itu.
Baby Zie duduk sendirian sambil menatap keluarganya yang masih belum selesai berfoto. kebetulan mereka sudah berfoto bersama Baby Zie juga. sekarang giliran foto khusus pasangan. Juna dan Rara, lalu Rey dan Ayu.
Seorang anak lelaki tampan menghampiri Baby Zie. dia duduk di kursi sebelah Baby Zie.
"Nama kamu siapa?" tanya anak yang berusia 6tahun itu.
"Zie" Ucap Baby Zie tanpa mengalihkan pandangannya.
Zie, nama yang aneh. kenapa dia tidak menatapku,hm." gumam anak itu
"Aku Alvin, kamu mau tidak jadi temanku." Alvin mengulurkan tangannya namun Baby Zie tidak menoleh ke arahnya.
"Huwa Mamah atit...huwwaaa..." Baby Zie menangis karena merasa sakit. kebetulan tangan dan lututnya sedikit lecet.
"Maaf, sini aku bantuin!"Alvin menggendong Baby Zie.
"Alvin, ini siapa?kenapa dia menangis?" tanya Mamahnya Alvin.
"Zie, dia tidak sengaja terjatuh karena Alvin." jawab Alvin
"Ya sudah sini biar Mamah yang gendong." lalu mengambil Baby Zie yang berada di gendongan anaknya.
Rara mendengar anaknya menangis. dia langsung berlari menghampiri Baby Zie. dia melihat anaknya sedang di gendong oleh Ibu muda yang usianya mungkin hanya beda beberapa tahun dengannya.
"Sayang, kenapa kamu menangis? sini sama Mamah saja." Rara mengambil Baby Zie yang ada di dalam gendongan wanita itu.
__ADS_1
"Maaf yah Mbak, tadi anaknya menangis karena anak saya." ucapnya
"Tidak apa-apa, namanya juna anak-anak." ucap Rara sambil memperlihatkan senyum manisnya.
"Kalau begitu saya permisi, sekali lagi mohon maaf." ucapnya lalu pergi dengan menuntun anaknya.
Juna menghampiri Rara yang sedang menggendong Baby Zie.
"Baby Zie kenapa sayang?" Juna bertanya kepada Rara.
"Tadi terjatuh Mas, lebih baik kita ke dalam saja, ayo!" Rara mengajak suaminya untuk kembali ke resort.
Rara langsung mengobati tangan dan lutut Baby Zie yang lecet.
-
Sudah tiga hari mereka berlibur, hari ini mereka memutuskan untuk pulang. karena Juna dan Rey harus segera bekerja.
"Sayang, semuanya sudah kamu masukin? tidak ada yang tertinggal, bukan?" tanya Juna kepada istrinya.
"Tidak ada Mas, tadi sudah Rara cek lagi."
"Ya sudah, ayo kita segera keluar. Mamah sama yang lainnya sudah menunggu kita." ucapnya lalu dia mengambil koper yang di pegang oleh istrinya.
Mereka segera bersiap untuk pulang. karena tidak mengajak supir, Juna dan Rey mengemudi secara bergantian.
"Kak Juna, Kakak mau ikut ke rumah dulu atau langsung pulang saja?" tanya Rey yang sedang mengemudi.
"Kita langsung pulang saja."
Rey terlebih dahulu mengantarkan Kakaknya pulang. baru dia mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
°°°°°
__ADS_1
Untuk semua pembaca novel ini, saya mau tanya.
"Jika saya akan menuliskan kisah Baby Zie, mau lanjut di novel ini atau nulis lagi dari awal. saya terserah pendapat kalian. itu juga kalau kalian masih ingin membaca novel saya.😁😁