
Alvin dan Zivana sudah bersiap untuk pergi. mereka di antar oleh supir menuju ke bandara. kebetulan jam terbang mereka sebentar lagi. mereka sengaja berangkat mepet jam terbang pesawat.
Baru juga lima menit duduk di kursi tunggu, kini semua penumpang keberangkatan New York sudah di suruh untuk cepat masuk. Alvin dan Zivana langsung menuju ke pesawat.
Alvin menatap Istrinya yang sejak tadi menyenderkan kepalanya sambil melihat ke arah luar.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Sedikit pusing kepalanya," ucap Zivana tanpa mengalihkan arah pandangnya.
Alvin memegang kening Istrinya lalu dia mulai memijatnya. Zivana tertidur setelah mendapat pijatan yang lumayan lama. Alvin menyenderkan kepada Zivana ke bahunya. Alvin memandang wajah polos Zivana saat tidur.
Alvin ikut memejamkan kedua matanya. dia juga tertidur selama di perjalanan.
Beberapa kali Alvin membuka kedua matanya karena dia tak bisa tidur dengan posisi duduk. namun Alvin melihat Istrinya yang masih tenang tidur di posisi seperti itu.
"Sayang, bangun dulu," Alvin menepuk pelan pipi Istrinya.
"Emm ada apa sih?" Zivana mengerjapkan kedua matanya. dia menatap Alvin dengan posisi yang masih sama.
"Makan dulu, kasihan debaynya nanti lapar," Alvin menyingkirkan rambut Istrinya yang sedikit menutupi pipinya.
"Makan apa?"
"Burger sama cemilan ringan, tadi aku sudah pesan, sebentar lagi datang."
Dan benar saja, makanan yang di pesan oleh Alvin sudah datang.
Zivana berbinar melihat menu makanan yang dia lihat. dia langsung mengambil burger itu tanpa fikir panjang. setelah menghabiskan burger miliknya, dia menatap satu burger lagi yang masih utuh. Zivana menatap Alvin dengan tatapan memelas. Alvin merasa gemas melihat wajah Istrinya.
"Mau nambah?"
__ADS_1
Zivana hanya menganggukan kepalanya.
"Makanlah!"
Zivana mengambil burger itu dan langsung melahapnya habis. sedangkan Alvin memakan sisa cemilan ringan yang ada.
Tak terasa, pesawat yang di naiki Alvin dan Zivana sudah lepas landas. keduanya keluar dari dalam bersama dengan yang lainnya.
"Tujuan kita saat ini kemana?" Zivana bertanya kepada suaminya.
"Mencari hotel terdekat," Alvin menggenggam erat tangan Istrinya. keduanya berjalan berdampingan menuju ke luar bandara.
°°
Kini keduanya sudah berada di sebuah hotel yang akan mereka tinggali untuk sementara. Alvin segera memesan kamar terbaik yang ada di hotel itu. setelah cek in, keduanya langsung menuju ke kamar mereka yang berada di lantai paling atas.
Alvin dan Zivana keluar dari dalam lift. mereka melangkah menyusuri lorong panjang menuju ke kamar mereka.
Saat ini keduanya sudah berada di depan kamar. Alvin membuka pintu kamar itu.
Setelah kamar itu terbuka, Alvin menyalakan lampu yang ada di dalam kamar.
"Waw ini sangat mewah," Zivana kagum melihat keindahan dan kemewahan kamar yang dia tempati. "Berapa harga sewanya Mas?" Zivana bertanya kepada suaminya.
"500 juta/ malam"
"Pantas saja kamarnya mewah."
"Kamu suka?"
"Suka Mas," jawab Zivana sambil tersenyum menatap suaminya.
__ADS_1
"Apa kamu lapar?"
"Belum Mas, tadi sudah makan burger loh," jawab Zivana
"Kalau lapar nanti kita pesan makan saja." Alvin menatap Istrinya yang sedang melepaskan jaket yang di pakainya.
"Nanti makan di luar saja Mas, aku tidak mau makan di kamar," kata Zivana sambil menaru jaket miliknya ke atas sofa.
"Tapi kita baru datang loh, nanti kamu lelah."
"Tidak Mas, Zie malah ingin melihat keindahan di luar," kata Zivana sambil mengibaskan rambutnya.
Alvin terpesona melihat Istrinya yang mengenakan pakaian atas sangat sexy. apalagi saat Zivana mengibaskan rambutnya, terlihat sexy sekali leher jenjangnya yang mulus itu.
Zivana menatap suaminya yang sedang menatapnya sambil terdiam di tempatnya berdiri.
"Kenapa lihatin aku?"
"Kamu sexy," ucap Alvin tanpa mengalihkan arah pandangnya.
"Dasar modus," ucap Zivana lalu dia mengambil handuk miliknya di dalam koper. Zivana melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama kemudian, Alvin melihat Istrinya keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya.
"Ngapain lihat-lihat? cepat mandi saja! nanti kita langsung cari makan di luar," ucap Zivana
"Jangan sekarang bumil, nanti kecapean loh. lagian kita ini baru sampai loh."
"Kalau Mas Alvin tidak mau ikut ya sudah, biar Zie sendiri yang pergi."
"Baiklah, baiklah, Mas mau mandi dulu," Alvin beranjak dari duduknya lalu dia pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Melihat suaminya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Zivana membuka lilitan handuk yang menutupi tubuhnya. lalu dia memakai pakaian yang menurutnya cocok. sekaligus dia menyisir rambutnya dan memoleskan make up tipis ke wajahnya.
°°°°