
Juna dan Rara sedang berada di Dealer mobil. dia berniat menjual mobil miliknya. dia akan membeli motor matic untuk dia gunakan sehari-harinya. karena memang mobil yang dia pakai selalu di parkirkan di sembarang tempat karena dirumah Rara tidak ada garasinya. kalau pakai motor tentu bisa dimasukan ke dalam rumah.
Setelah mendapat kesepakatan harga, akhirnya mobil milik Juna terjual juga. walaupun tidak sesuai dengan harga yang seharusnya, bagi Juna yang dia butuhkan sekarang adalah uang. mau dapat penghasilan berapapun dari penjualan mobil, baginya tidak masalah. yang penting untuk saat ini dia mempunyai modal untuk usaha dan merenovasi rumah Rara yang sudah reot.
Juna dan Rara sedang menunggu ojek. mereka pulang dengan menggunakan ojek menuju ke rumahnya. sedangkan motor yang baru dibeli akan diantarkan nanti dengan menggunakan mobil pick up.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah. Rara menggendong Baby Zie yang sudah terlelap sejak tadi. mungkin karena lelah menangis akhirnya terlelap juga. Baby Zie menangis karena tidak ingin turun dari mobil Papahnya saat di Dealer tadi. makannya dia nangis terus.
"Kamu cape yah sayang?" Juna bertanya kepada istrinya.
"Tidak kok Mas, ayo kita istirahat saja Mas." Rara mengajak suaminya untuk beristirahat.
Juna mengikuti Rara yang berjalan memasuki kamar.
"Ra...." Juna hendak mengatakan sesuatu namun Rara menyuruhnya diam dengan kode menaruh jari telunjuknya di bibir.
Juna akhirnya diam saja. dia tak berani berkata sesuatu karena takutnya akan mengusik Baby Zie yang sedang tidur.
Juna membisikan sesuatu kepada Rara. dan dibalas anggukan olehnya. lalu Juna segera keluar dari kamar itu.
Rara keluar kamar dan menghampiri suaminya.
"Tadi kamu mau bicara apa Mas?" tanya Rara kepada suaminya.
"Mas lagi berpikir, kira-kira usaha apa yang cocok untuk kita rintis bersama." Juna masih memikirkan idenya.
"Bagaimana jika berjualan kue keliling pakai motor. jika Mas Juna jualan keliling, maka kue yang Rara buat akan lebih banyak dan cepat terjual." ujar Rara memberikan sarannya.
"Tapi berjualan kue hasilnya tidak seberapa Ra." Juna berkata kepada istrinya.
"Mas, Rara itu tidak menginginkan uang yang berlimpah. cukup untuk bisa kita pakai sehari-hari saja sudah alhamdulilah."
"Terimakasih yah sayang, Mas bangga sekali punya istri sepertimu." Juna bersyukur mempunyai istri yang tidak terlalu menuntut. bahkan untuk meminta uang beli skincare saja tidak pernah.
"Iya Mas, Rara berusaha untuk menjadi istri yang baik dan pantas untuk Mas Juna."
"Kamu sudah lebih dari pantas sayang." Juna memegang kedua tangan Rara dan menciumi punggung tangannya.
"Mas, Rara mau masak dulu yah." ucap Rara
__ADS_1
"Kenapa tidak nunggu nanti saja sayang? nunggu kompor yang kita beli datang."
"Kelamaan Mas, keburu kelaperan." ucap Rara lalu dia bergegas pergi ke dapur.
Memang tadi Juna dan Rara juga membeli beberapa perabot dapur dan kasur. karena kasur yang mereka tiduri sudah tidak layak pakai. dan juga Juna kasihan melihat istrinya jika terus-terusan memasak menggunakan kayu bakar.
Setelah ditinggal pergi oleh Rara ke dapur, Juna memilih untuk pergi ke kamar. dia merebahkan diri di samping Baby Zie yang sedang tidur.
Rara yang baru selesai memasak, mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya. Rara segera menuju ke depan untuk melihat.
ternyata itu mobil yang membawa prabot dapur dll yang merupakan barang yang dibeli oleh Juna. Rara segera keluar dan mempersilahkan dua karyawan toko yang mengantar barang itu untuk masuk ke dalam rumah. dua karyawan itu membawa masuk barang yang tadinya ada di mobil.
"Tarimakasih Mas, mari duduk sebentar biar saya buatkan minum." Rara menawarkan untuk membuatkan minum.
"Tidak usah Mba, kami masih harus mengantar barang ke tempat lain." ucap salah satu dari mereka. lalu mereka berpamitan untuk segera pergi lagi.
Rara kembali menutup pintu rumahnya. dia berjalan memasuki kamarnya. dia melihat suaminya yang sudah terlelap di samping anaknya dengan posisi berpelukan.
Rara tersenyum melihat keduanya yang tampak tidur pulas.
Tin tin.......
Tok tok
Dia juga mendengar seseorang yang sudah mengetuk pintu rumahnya.
"Iya sebentar" ucap Rara lalu dia membuka pintu rumahnya.
"Selamat siang Nona, saya mengantarkan motor milik Pak Juna." ucapnya
"Emm iya Mas, mari masuk dulu! biar saya panggilkan suami saya. " ucap Rara
Rara segera berjalan menuju ke kamarnya. dia membangunkan Juna yang sedang tidur.
"Mas Juna, ayo cepat bangun Mas." Rara menupuk-nepuk pipi suaminya.
"Eugh...ada apa sih?" Juna mengucek kedua matanya.
"Di depan ada yang nganterin motor. ayo cepat Mas Juna keluar dulu!" pinta Rara
__ADS_1
"Hm" Juna beranjak dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar. Rara ikut keluar untuk menuju ke dapur. dia berniat untuk membuatkan minuman untuk tamunya.
Rara membawa nampan berisi dua cangkir kopi untuk tamuya.
"Silahkan diminum" ucap Rara mempersilahkan.
"Loh, kok Mas tidak dibuatkan?" tanya Juna yang melihat istrinya hanya membuat dua cangkir kopi.
"Mas Juna makan siang dulu baru boleh ngopi." ucap Rara
"Hm iya deh" Juna menuruti apa kata istrinya. memang Rara sangat perhatian sekali mengenai pola makan suaminya.
Rara tidak membiarkan suaminya makan sembarang dengan keadaan perut yang masih kosong.
Setelah menyerahkan kunci motor beserta surat-suratnya, kedua karyawan dealer itu langsung beranjak pergi. mereka hanya menyeruput kopi buatan Rara dua tegukan lalu langsung berpamitan.
Rara mengajak suaminya untuk makan siang. keduanya tampak diam tak bersuara. Juna makan sangat lahap. apalagi masakan Rara sekarang merupakan menu favoritenya.
Uhuk uhuk uhuk
Juna yang sedang makan tampak terbatuk.
"Pelan-pelan dong makannya Mas." ucap Rara
"Takut kehabisan sama kamu." ucap Juna yang masih melahap makanannya.
"Kalau habis ya tinggal bikin lagi. lagian sekarang sudah ada kompor baru." kata Rara
"Berarti mau dong buatin makanan untuk suamimu yang sedang mengidam."
"Memangnya siapa yang hamil, kok pakai ngidam segala."
"Kamu sayang, sebentar lagi akan Mas bikin hamil anak kembar." ucap Juna
"Mas Juna apaan sih?" Rara tampak malu mendengar perkataan suaminya.
°°°
Mohon maaf telat UP☺ telat banget malahan😣
__ADS_1