Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 28


__ADS_3

Zivana menatap Alvin yang berjalan di belakangnya. namun Alvin seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Mas Alvin kenapa?"


"Tidak apa-apa kok," jawab Alvin


Zivana kembali mengalihkan arah pandangnya.


Kini keduanya sudah ada di parkiran. mereka segera masuk ke dalam mobil.


"Mau pulang kemana? ke rumahku atau rumah orang tuamu?"


"Ke rumah orang tuaku saja, aku tidak mau sama Mas Alvin, terlalu memaksa," ucap Zivana


"Oh iya hampir lupa, sejak tadi aku memikirkan ini loh," sejenak Alvin menjeda perkataannya. "Itu anak siapa?"


Zivana tak habis fikir jika Alvin akan bertanya seperti itu.


"Anakku lah, memangnya anak siapa lagi?" ucap Zivana sedikit jutek.


"Ayahnya?"


"Ayahnya itu orang nyebelin, tidak tahu diri, tidak peka, dan semaunya sendiri," jawab Zivana


Alvin sedikit mengeryitkan keningnya. dia tampak berfikir siapa lelaki dengan ciri-ciri seperti itu.


"Cepat jalan!" ucap Zivana menyuruh Alvin yang sejak tadi belum mengemudikan mobilnya.


Alvin langsung tancap gas dan mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Zivana terlihat memikirkan sesuatu. dia baru saja berpacaran dengan Aldo. namun sekarang dia malah sedang hamil. jika Aldo tahu pasti sangat kecewa.


Apa ini artinya jika aku dan Kak Aldo tidak di takdirkan bersama," batin Zivana


Tak terasa sudah cukup lama mengemudi. sekarang Alvin sudah sampai di kompleks perumahan ke dua orang tua Zivana. tinggal melewati beberapa rumah lagi, mereka akan sampai.


Alvin menghentikan mobilnya karena dia sudah sampai di depan rumah Pak Juna.


"Zie," Alvin memanggil Zivana namun Zivana terlihat sedang melamun.


Alvin menepuk bahu Zivana dan barulah Zivana tersadar.

__ADS_1


"Eh, ada apa?" Zivana menoleh menatap Alvin.


"Kita sudah sampai," ucap Alvin


"Eh iya maaf," Zivana menatap ke luar mobil dan memang saat ini sudah ada di depan rumahnya.


"Mau kemana?" Zivana melihat Alvin yang juga ikut keluar dari dalam mobil.


"Mau ikut masuk, memangnya tidak boleh?"


"Boleh sih," ucap Zivana lalu dia mengikuti Alvin yang terlebih dahulu berjalan mendahuluinya.


Saat ini Alvin berdiri di depan pintu. dia mengetuk pintu itu.


Kebetulan pintu rumahnya di buka oleh Bu Rara.


"Tumben kalian datang bersama," Bu Rara menatap Zivana dan Alvin yang kini sedang berdiri di depan pintu masuk.


"Iya Mah, Alvin mau menginap di sini boleh tidak?"


"Bagaimana yah, tapi Zivana ini kekasih Aldo. dan juga status pernikahan kalian ini tidak jelas, kalau menurut Mamah sih sudah tidak sah. karena kamu juga tidak pernah menafkahi anak saya," kata Bu Rara


"Tidak sah? berarti tadi kita---" Zivana menutup mulutnya karena dia telah berzina dengan Alvin.


"Tadi kita melakukan hubungan suami istri Mah," ucap Alvin kepada Bu Rara.


Astaga Mas Alvin bisa-bisanya bicara seperti itu, lemes banget mulutnya," batin Zivana


"Kalian harus menikah!" ucap Bu Rara


"Tidak mau!" jawab Zivana


"Saya mau Mah, lagian Zivana juga sedang hamil," ucap Alvin


Ya, walaupun aku masih ragu jika itu anak siapa," lanjut Alvin berucap dalam hati.


"Hamil? itu benar Zie?" Bu Rara terlihat senang saat mengetahui jika anaknya sedang hamil.


"Iya Mah, Zie hamil," jawab Zivana


"Ayo masuk! Mamah mau bicara sama kalian," ucap Bu Rara

__ADS_1


Alvin dan Zivana mengikuti Bu Rara masuk ke dalam rumah. kini mereka bertiga duduk saling berhadapan.


"Mamah senang mengetahui kabar gembira ini. sebaiknya kalian menikah lagi, tapi setelah anak itu lahir, kalian juga harus nikah lagi secara agama." ucap Bu Rara


"Mamah masih mau menerima saya sebagai menantu?"


"Demi cucu Mamah, tapi Mamah minta jika kamu perlakukan Zivana dengan baik," pinta Bu Rara


"Mah, bagaimana dengan Kak Aldo?" tanya Zivana


"Jadi anak itu anaknya Aldo," sahut Alvin sambil menatap Istrinya.


Zivana menghela nafas kasarnya.


"Sudahlah Mah, Zie mau ke kamar dulu," Zivana pergi begitu saja meninggalkan Bu Rara dan Alvin.


"Mah, dia kenapa?" Alvin bertanya kepada Bu Rara.


"Marah sama kamu, sepertinya dia itu hamil anak kamu bukan anaknya Aldo," ucap Bu Rara


Benarkah itu anakku, berarti aku akan menjadi seorang ayah," batin Alvin yang merasa senang.


"Lalu Alvin harus bagaimana?"


"Kamu pulang saja Nak, besok kembali lagi. saat ini mood Zivana sedang tidak baik."


"Baik Mah," jawab Alvin


Alvin berpamitan kepada Bu Rara. lalu dia segera pergi dari rumah itu.


Zivana yang sudah ada di kamar melihat ponsel miliknya.


Kok mati sih, memangnya tadi aku mematikan ponselnya yah," gumam Zivana lalu dia mencoba mengaktifkan lagi ponsel miliknya.


Zivana mulai melihat pesan masuk dari ponselnya. dia melihat banyak pesan yang di kirimkan oleh Aldo.


Astaga, aku lupa menghubungi Kak Aldo. terakhir kali kan aku pergi begitu saja karena di paksa Mas Alvin." gumam Zivana lalu dia mencoba mengirimkan pesan kepada Aldo.


Aldo yang baru menerima pesan dari Zivana langsung menelfonnya.


Zivana masih bingung mengatakan jika dirinya sedang hamil. dia akan mengatakannya di waktu yang tepat. tapi bukan sekarang, karena Aldo terlihat sedang panik karena tadi Zivana pergi begitu saja.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2