
Zivana sudah kembali lagi ke Vila. hanya dua jam dia menghabiskan waktu bersama Aldo. Zivana memilih bersantai di ruang depan sambil menonton televisi. sesekali dia memainkan ponselnya melihat foto-foto dirinya saat berada di danau.
Zivana melihat satu foto yang menurutnya sangat lucu. yaitu foto dirinya dan Aldo dengan gaya so jelek. dia memilih mengunggah foto itu di instagram miliknya dengan caption Some one. kebetulan Alvin sedang on dan melihat unggahan Zivana bersama lelaki lain. lalu dia melampirkan di kolom komentar. yaitu foto pernikahannya bersama Zivana.
dia menulis caption My wife di foto itu.
Zivana melihat komentar Alvin. dia yang merasa tak suka segera menghapus lagi unggahan fotonya.
Mas Alvin apa-apaan sih," gumam Zivana lalu dia menaruh ponselnya ke atas meja.
Zivana melihat Eza dan Lina yang baru pulang.
"Dari mana saja Za?" Zivana bertanya kepada Eza.
"Hanya jalan-jalan keliling saja Kak," jawab Eza
Eza melanjutkan lagi langkahnya menuju ke kamarnya. sedangkan Lina hendak ke dapur untuk menyiapkan makan siang.
Tring
Zivana mendengar notif dari ponsel miliknya. ternyata itu panggilan masuk dari Alvin. Zivana langsung menggeser tombol merah karena malas untuk mengangkat panggilan telfon itu. Zivana langsung menonaktifkan ponsel miliknya. lalu dia kembali melanjutkan untuk menonton televisi.
Zivana menyudahi menonton televisi saat dia menghirup aroma makanan yang sangat menggugah selera. Zivana menghampiri Lina yang sedang menata masakannya di meja makan.
"Lin, kamu masak apa?" tanya Zivana
"Ini Kak, cuma masak ayam kecap," jawab Lina
"Wah sepertinya enak nih, tolong dong kamu panggilin Eza untuk makan bareng," pinta Zivana
"Baik Kak," Lina segera pergi dari sana. dia hendak memanggil Eza yang ada di kamarnya.
Saat ini Eza sudah berada di ruang makan. dia duduk di depan Zivana.
"Wah enak ini kayaknya," ucap Eza dan langsung memasukan nasi dan ayam kecap ke dalam piring.
Zivana melihat Lina yang hendak kembali ke dapur.
"Lina, kamu mau kemana?" tanya Zivana
"Mau beres-beres dapur Kak, tadi masih berantakan," jawab Lina
"Mending kamu makan dulu saja bareng kami," ucap Zivana
"Tidak usah Kak," ucap Lina yang merasa tidak pantas jika dia makan bersama dengan majikannya.
Lina hendak melangkah pergi namun Eza menahan tangannya.
"Ada apa Kak Eza?" tanya Lina
__ADS_1
"Kamu makan yah, kalau tidak mau nanti aku cium," ucap Eza menggoda Lina.
"Eza, kamu kalau ngomong di jaga dong, nanti Lina malah takut sama kamu. baru kenal kok main nyosor saja." ucap Zivana kepada Eza.
"Siapa yang main nyosor Kak? belum kali," ucap Eza
Lina terlihat malu karena Eza terlalu blak-blakan kalau bicara.
"Iya Lina mau," ucap Lina lalu dia duduk di sebelah Zivana.
Lina terpaksa mau menerima tawaran itu karena takut Eza bicara macam-macam lagi.
Setelah Lina bergabung, mereka melanjutkan lagi makan siangnya.
Selesai makan siang, Zivana memilih untuk beristirahat. sedangkan Eza mengantar Lina pulang. karena kebetulan Zivana menyuruhnya kerja setengah hari saja.
°°°
Sudah beberapa hari ini Zivana dan Aldo cukup dekat. karena Aldo juga selalu datang berkunjung ke vilanya. namun hari ini hari terakhir Aldo di sana karena besok dia harus kembali ke Ibu kota untuk mengurus bisnisnya. niatnya di hari terakhir ini dia ingin mengungkapkan perasaannya kepada Zivana.
Tin
Terdengar klakson mobil di depan vila yang di tempati Zivana. Aldo sengaja datang tanpa memberitahu dulu. dia akan memberikan kejutan untuk Zivana.
Saat ini Aldo sudah berdiri di depan pintu.
Tok tok
"Silahkan masuk Kak aldo!" ucap Lina
"Terima kasih," jawab Aldo lalu segera masuk ke dalam.
"Sama-sama," ucap Lina
"Zivana dimana?" Aldo bertanya kepada Lina.
"Sepertinya masih tidur, biar Lina panggilin Kak," kata Lina
"Tidak usah biar saya saja yang memanggil Zivana," kata Aldo
"Baiklah," jawab Lina
Aldo berjalan menaiki tangga menuju ke lantai atas. dia sudah berdiri di depan kamar Zivana.
Tok tok
Aldo mengetuk pintu kamar itu. namun sekali mengetuk tidak ada jawaban juga. dia mengetuk pintu itu tiga kali barulah Zivana membukakan pintunya.
"Eza ada ap---" Zivana tak lagi melanjutkan perkataannya saat mengetahui jika yang berdiri di depan pintu itu Aldo bukan Eza.
__ADS_1
"Baru bangun?" tanya Aldo
"Iya nih Kak, aku mau mandi dulu yah,"ucap Zivana
"Silahkan! aku tunggu di bawah," setelah mengatakan itu Aldo segera pergi. namun sekilas dia menatap Zivana dari ujung kepala sampai kaki. baginya Zivana sangat sexy apalagi pakaian yang di kenakan sangat ketat sehingga memperlihatkan bagian tertentu.
Coba saja kalau kekasihku, lihat penampilan seperti itu pasti sudah di peluk." batin Aldo sambil berjalan menjauhi kamar itu.
Zivana baru menyadari jika pakaian yang dia kenakan saat ini sangat sexy.
Astaga, pakaianku seperti ini. pantas saja Kak Aldo tadi menatapku seperti itu." batin Zivana
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Zivana segera menghampiri Aldo.
"Kak, kita mau kemana?" tanya Zivana saat sudah berada di hadapan Aldo.
"Bagaimana jika kita ngobrol santai saja di pinggir danau yang pernah kita kunjungi," ucap Aldo memberikan saran.
"Baiklah," Zivana menyetujui ajakan Aldo.
Keduanya memilih untuk ke Danau yang sebelumnya pernah mereka kunjungi.
Saat ini keduanya sedang duduk di salah satu kursi yang ada di cafe dekat danau. karena tadi Zivana mengajak Aldo untuk ke cafe dulu. Zivana sangat lapar jadi dia berniat membeli makanan ringan yang di jual di cafe itu.
Aldo menatap sekelilingnya yang masih sepi. karena mereka satu-satunya pelanggan yang ada di cafe itu.
Sepertinya ini waktu yang tepat." batin Aldo
"Zie, aku mau bicara sesuatu," kata Aldo yang saat ini sedang menatap Zivana dengan tatapan serius.
"Bicara apa Kak?"
"Maukah kamu menjadi kekasihku," ucap Aldo
Zivana menghentikan aktivitasnya sejenak. dia tertegun mendengar penuturan Aldo.
"Kamu tidak usah jawab sekarang, aku kasih kamu waktu sampai kamu mau jawab. maaf jika ini terlalu cepat, tapi ini murni dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku mencintaimu." ucapnya lagi
"Tapi Kak, aku ini bukan seorang gadis," kata Zivana
Aldo memegang kedua tangan Zivana.
"Aku tahu, dan aku menerima itu, bagiku mau kamu gadis atau bukan aku tidak mempermasalahkannya," ucap Aldo
"Aku fikirkan dulu," ucap Zivana sambil melepas tangannya yang di pegang oleh Aldo.
"Aku tunggu saat itu, "ucap Aldo
Setelah Zivana menghabiskan makanannya, keduanya memilih untuk meninggalkan cafe itu. mereka akan ke danau untuk menikmati pemandangan di sana.
__ADS_1
°°°°