
Di hari pertamanya bekerja Rara tampak semangat. dia disuruh untuk membantu karyawan yang bertugas membuat kue. tapi tiap kali mencium baunya, Rara langsung menutup hidungnya. dia merasa mual menghirup aroma kue.
"Kamu kenapa Ra dari tadi menutup hidung? "tanya
"Rara hanya mual saja.
"Ya sudah kalau mual mending kamu bantu Putri saja di depan melayani pelanggan. "ucap pak Leo suami bu susan.
"Maafkan Rara pak. "Rara merasa tak enak hati.
"Tidak usah sungkan, jangan lupa nanti pakai masker kalau masih merasa mual juga. soalnya bau kuenya pasti kecium juga sampai kedepan. "ucap pak Leo
"Iya pak terimakasih. "lalu Rara pergi ke arah depan untuk membantu Putri melayani pelanggan.
Karena masih merasakan mual, Rara akhirnya memakai masker yang dia beli di minimarket depan toko. pak Leo sudah menyuruhnya untuk istirahat saja tapi dia menolaknya. dia merasa tak enak jika hari pertamanya bekerja saja sudah absen.
"Kamu beneran tidak apa-apa Ra? "tanya Putri
"Tidak Put, nanti juga sembuh sendiri. "Rara bersikap baik-baik saja padahal kepalanya sudah sangat pusing sekali.
Rara memgambil air hangat yang ada di dispenser. dia berniat minum tapi gelas yang dia pegang keburu terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Rara memegangi kepalanya karena merasa pusing.
"Ra kamu kenapa? sini aku bantu. "Putri membantu memapah Rara.
"Ada apa ini? "tanya pak Leo yang baru kelyar dari arah dapur karena mendengar suara barang pecah.
"Ini pak Rara terjatuh saat mengambil minum. "ucap Putri yang masih memapah Rara.
"Ya sudah bawa dia ke mess untuk beristirahat. sepertinya dia sakitnya parah.
"Baiklah "Putri membantu memapah Rara hingga ke dalam mess yang mereka tinggali.
Putri membaringkan Rara di kamarnya. dia membuatkan teh hangat juga untuk meredakan rasa mual yang Rara alami.
"Tidak usah nanti juga sembuh sendiri. "Rara menolak untuk di periksa.
"Tapi Ra kamu terlihat lemas sekali loh, bukannya kepalanya juga pusing terus mual-mual juga? "tanya Putri saat melihat wajah Rara yang tampak pucat.
"Iya tapi aku tidak mau di periksa. "Rara langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
"Ya sudah kalau itu maumu, saya tinggal kerja dulu yah kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi toko dengan telepon yang ada disana. "sambil menunjuk ke arah telepon rumah yang tergeletak di atas meja.
__ADS_1
Putri pergi meninggalkan Rara karena dia harus bekerja lagi. setelah kepergian Putri, Rara mengambil obat miliknya yang dia kasih saat dia periksa di rumah sakit dua hari yang lalu. dia meminum obat itu karena dia baru ingat jika tadi pagi dia lupa meminum obatnya.
Putri yang sudah sampai di toko di tanyai oleh pak Leo.
"Bagaimana keadaan Rara? "tanya pak Leo kepada Putri yang baru datang.
"Dia masih terlihat lemas dan wajahnya juga pucat sekali pak. "Putri berbicara dengan fakta yang dia lihat.
"Apa kamu sudah panggilkan dokter? "tanyanya lagi
"Belum pak, Rara tidak mau diperiksa katanya.
"Saya tidak ingin sakitnya dia bertambah parah loh, ya sudah biar nanti saya suruh istri saya untuk membujuknya. karena yang saya lihat dia cukup dekat dengan istri saya.
kalau begitu kamu lanjut lagi kerjanya. "ucap pak Leo kepada Putri.
Bu Susan sudah berada di toko milik suaminya. dia begitu khawatir setelah mendapat kabar mengenai sakit yang Rara alami.
"Kalau begitu aku ke mess dulu yah sayang. "Pamit bu Susan kepada pak Leo setelah mereka selesai berbincang.
Bu Susan melangkah memasuki kamar Rara yang memang tidak di kunci. dia melihat Rara yang sedang tertidur. lalu arah pandangnya langsung mengarah ke atas meja dan rupanya ada obat-obatan disana. bu Susan melihat satu persatu jenis obat yang berada di kantong plastik berwarna putih itu.
__ADS_1
dia kaget setelah melihat obat itu. karena dirinya juga pernah meminum obat-obatan seperti itu saat hamil dulu.
Dia yang sudah sangat penasaran mencoba mengurungkan niatnya untuk bertanya. karena melihat Rara yang masih tertidur pulas.