
"Kamu lihatin apa Ra?" tanya Dimas yang kebetulan lewat depan Rara."
"Ah tidak Kak, tadi Rara hanya melihat seseorang yang Rara kenal."
"Oh seperti itu, ya sudah ayo lanjut kerja lagi." Dimas mengajak Rara mengerjakan pekerjan lainnya karena pekerjaan yang Rara lakukan saat ini sudah selesai.
Waktu istirahat karyawan telah tiba begitupun dengan Rara dan teman-temannya. sekarang mereka akan menikmati makan siangnya di dapur kantor. mereka makan makanan yang sudah disediakan Caffetaria perusahaan. mereka makan dengan posisi duduk melingkar di atas lantai.
Tring (telpon yang ada di dapur berbunyi.)
Bu Susan mengambil gagang telponeL dan mengangkat panggilan itu.
"Hallo" ucap Bu Susan
"Bawakan satu cangkir kopi dan es lemon tea ke ruangan saya." perintahnya dari balik telpon.
"Siap Pak akan saya bawakan." lalu panggilan berakhir.
"Siapa Bu? "tanya Dimas saat melihat Bu Susan sudah mengakhiri panggilannya.
"Itu bos minta di buatkan minuman, sepertinya kekasihnya sedang datang. tadi bos minta di buatkan 2 jenis minuman."
"Ya sudah biar Dimas yang buatkan Bu, kebetulan Dimas sudah selesai makannya."ucap dimas
"Baiklah" ucap Bu Susan lalu kembali menyelesaikan makan siangnya sedangkan Dimas segera cuci tangan lalu membuatkan minuman untuk atasannya.
Setelah makan siang mereka membereskan kotak maman siang mereka lalu kembali melakukan pekerjaan.
"Loh Ra kok kotak nasinya di bungkus lagi?" tanya Bu Susan.
"Iya Bu, ini ayamnya tinggal setengah mau Rara bawa pulang untuk makan nanti. kasihan mubadzir kalau di buang."
"Ya sudah" Bu Susan hanya tersenyum ke arah Rara lalu berjalan ke ruang istirahat karyawan.
Rara menyusul kepergian Bu Susan untuk menaruh bungkusan kotak makan siangnya disana.
Rara melihat Dimas berjalan ke arahnya. dari wajahnya kelihatan tegang sekali seperti habis melihat sesuatu yang mengejutkan.
"Kak Dimas kenapa?" tanya Rara yang melihat wajah tegang Dimas.
__ADS_1
"Tadi aku lihat adegan live Ra, bos sama kekasihnya sedang eoeo." sambil memperagakan kedua tangannya yang saling bersentuhan.
"Apa itu maksudnya?" Rara tidak memgerti dengan bahasa tubuh.
"Kamu polos atau memang tidak tahu Ra?
itu loh Ra mereka sedang ber*ci*uman." jelas Dimas sambil memegang bibirnya.
Rara kaget mendengar kata itu, menurutnya itu sesuatu yang di larang agamanya untuk pasangan yang belum sah menikah.
"Apa mereka sudah menikah?" tanya Rara
"Belum Ra mereka baru tunangan." ucap Dimas
"Ya sudah Ra ayo lanjut kerja lagi tidak usah di pikirkan." lalu keduanya kembali melaksanakan pekerjaan mereka.
°°°
Jam pulang karyawan sudah berakhir. Rara dan teman kerja lainnya sedang di ruang istirahat untuk mengambil barang-barang mereka. mereka berjalan ke arah pintu keluar bersama-sama. Rey yang dari tadi menunggu rRara langsung memanggil namanya.
"Rara" teriak Rey dan semua teman kerja Rara menoleh ke sumber suara.
"Ciehhh" goda mereka
"Apaan sih Bu" Rara tampak malu-malu.
Rara menghampiri Rey yang sedang berdiri di dekat pintu keluar.
"Ada apa mas Rey?" tanya Rara
"Pulang bareng yuk" ajaknya
"Tapi Rara tidak enak sama Mas Rey nanti malah merepotkan. lagian rL4ara akan pulang naik Bus." tolaknya secara halus
"Ayolah Ra, saya akan mentraktir kamu masa kamu tolak sih. jarang-jarang loh saya baik.
"Em gimana yah Mas" Rara tampak berfikir
"Ya sudah Mas tapi kali ini saja." ucap Rara karena merasa tak enak hati kepada Rey yang sudah sangat baik kepadanya.
__ADS_1
"Ya sudah ayo" Rey mengajak Rara memasuki mobilnya yang sudah terparkir di depan.
Kebetulan saat Rey masuk ke dalam mobilnya, Juna tidak sengaja melihat itu. tapi dia tidak melihat wajah wanita yang dia lihat karena Juna melihatnya dari arah belakang.
Juna segera melajukan mobilnya ke tempat dia dan Luna sudah janjian.
Tak terasa kini Juna sudah sampai tempat tujuan. dia masuk ke dalam restoran dan melangkah ke tempat kekasihnya berada.
"Sudah lama?" tanya Juna lalu mendudukan dirinya di kursi depan Luna.
"Tidak kok sayang, aku juga baru datang." ucap Luna
"Mas mau pesan apa?" tanya Luna yang sedang melihat daftar menu.
"Samain saja sama kamu" jawab Juna lalu Luna memanggil waitress untuk mencatat pesanannya.
Sambil menunggu pesannya Luna dan Juna berbincang-bincang seputar pekerjaan mereka. tak sengaja Luna menoleh ke arah samping dan melihat seseorang yang di kenalnya.
"Mas lihat deh itu bukannya adik kamu. "ucap Luna
"Mana?" tanya Juna lalu Luna menunjukan keberadaan Rey.
"Sepertinya dia sedang bersama kekasihnya." ucap Luna karena melihat seorang perempuan yang bersama Rey.
"Tidak kelihatan mukanya" Juna penasaan dengan perempuan yang duduk membelakanginya.
"Ayo kita samperin" ajak Luna namun dia urungkan karena pesanan mereka sudah datang.
"Permisi Tuan, Nona, ini makanannya." sambil menghidangkan makanan di meja mereka.
"Terimakasih" ucap Luna lalu waitress itu pergi dari hadapan mereka.
°°°°°
Jangan lupa
VOTE
LIKE
__ADS_1
KOMEN
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗