
Terdengar tepuk tangan yang begitu meriah sehingga mengusik kegiatan Asisten Tio dan Desi. Keduanya melepaskan pangutan mereka. Lalu menoleh ke pintu lift yang sudah terbuka. Keduanya sangat malu melihat beberapa karyawan sedang menyaksikan kegiatan mereka.
Astaga, apa yang aku lakukan?' batin Desi lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ternyata Tio diam-diam menghanyutkan," ucap salah satu karyawan perempuan.
"Gawat nih, harus di nikahin," sahut karyawan lainnya.
Untuk menutupi rasa malu, Asisten Tio memencet tombol lift sehingga lift itu kembali tertutup. Tujuannya saat ini ke lantai paling atas.
Asisten Tio dan Desi saling tatap.
"Lupakan yang tadi, itu tidak sengaja kok." kata Asisten Tio
"Memangnya siapa yang mau mengingat-ingat," kata Desi.
Saat pintu lift terbuka, keduanya langsung keluar.
Alvin dan Zivana sudah kembali dari kantin. Namun mereka menghentikan langkahnya saat mendengar bisik-bisik karyawan. Alvin mendekati salah satu karyawannya dan bertanya. Ternyata dia mendapat berita yang mengejutkan. Padahal rencanya hanya mendekatkan Desi dan Tio dengan berada di lift yang sama. Namun yang terjadi lebih dari itu. Lift yang tiba-tiba berhenti, itu di luar rencananya.
"Mas, aku senang deh mendengar berita itu." ucap Zivana
"Iya, sayang. Mas juga suka tapi kasihan loh mereka pasti malu."
"Tidak usah memikirkan itu, yang penting rencana kita mendekatkan mereka sudah sukses."
"Bahkan di luar dugaan," ucap Alvin.
Kini keduanya melangkah memasuki lift menuju ke lantai paling atas.
Alvin dan Zivana melangkah berdampingan. Zivana langsung masuk ke ruang bermain untuk memberikan Baby Rayan. Sedangkan Alvin langsung masuk ke ruangannya.
Zivana melihat Desi seperti sedang salah tingkah.
"Kak Desi kenapa?" tanya Zivana sambil menatap Desi yang berada di depannya.
"Tidak, aku tidak apa-apa," kata Desi dengan sedikit malu-malu.
__ADS_1
"Astaga, baru dapat ciuman juga sudah salah tingkah, Apalagi kalau yang lain." batin Zivana
"Ya sudah Zie mau kerja dulu, titip Rayan yah," ucap Zivana sambil memberikan Baby Rayan kepada Desi.
"Iya, Nona." ucap Desi
Zivana kembali keluar dari ruang bermain anaknya.
Alvin melihat Istrinya yang baru masuk. Dia langsung mendekat dan memeluknya.
"Mas, Zie mau lewat nih. Kok malah di peluk-peluk segala?"
"Iya, sayang. Mas juga butuh energi. tadi Tio juga sudah dapat energi dari Desi, masa Mas tidak dapat dari kamu sih," ucap Alvin lalu melepaskan pelukannya.
Kini keduanya saling tatap.
"Mas Alvin tutup mata dulu deh," pinta Zivana.
"Baiklah, "Alvin menuruti perkataan istrinya untuk memejamkan kedua matanya.
"Sudah yah," Zivana langsung melangkah pergi dari hadapan suaminya.
Alvin membuka kedua matanya dan melihat istrinya sedang melangkah menjauh darinya.
"Kamu curang, sayang." kata Alvin sambil menatap istrinya.
"Biarin," ucap Zivana.
"Tunggu pembalasan Mas nanti malam," ucap Alvin.
Zivana hanya diam lalu dia duduk di kursinya. Dia memulai pekerjaannya.
°°°
Desi keluar dari ruangan bermain karena Baby Rayan rewel. Kebetulan Asisten Tio juga sedang di luar ruangannya. Dia melihat Desi sedang menggendong Baby Rayan. Asisten Tio menengok kanan kirinya. Ternyata ada seorang office girl cantik yang sedang mengepel. Asisten Tio mendekati wanita itu dan mengajaknya mengobrol. Tadinya wanita itu cuek, namun saat Asisten Tio memberinya uang, wanita itu langsung menanggapi semua yang Asisten Tio katakan.
Desi menatap Asisten Tio yang sedang asyik mengobrol.
__ADS_1
Dasar lelaki sama saja, playboy," gumam Desi
Pintu ruangan Alvin terbuka. Terlihat Zivana keluar dari ruangan itu. Zivana menghampiri Desi yang sedang menggendong anaknya.
"Uluh uluh anak Mamah kenapa nih?" Zivana mengambil Baby Rayan dari gendongan Desi.
"Sepertinya haus," ucap Desi.
"Masa sudah besar masih mimi saja sih tampan, malu loh sama anak gadis," kata Zivana sambil menatap anaknya.
"Kak Desi, Rayan aku kasih ASI dulu yah. Kamu bisa istirahat dulu di kantin. Kebetulan ini sudah jam makan siang." ucap Zivana
"Baik Nona," jawab Desi
Bagaimana mau ke kantin, yang ada nanti jadi tontonan semua karyawan, karena kejadian tadi pagi,' batin Desi
Desi memilih pergi, namun dia tidak akan ke kantin perusahaan. Niatnya dia akan membeli makan di luar. Padahal kalau makan di kantin gratis, tapi dia malu karena kejadian tadi pagi.
Zivana hendak masuk lagi ke ruangan suaminya. Namun dia tak sengaja melihat Asisten Tio sedang mengobrol bersama office girl cantik.
Apa Kak Tio itu playboy,' batin Zivana.
Saat ini Baby Rayan sudah tidur di gendongan Zivana. Zivana membawa Baby Rayan ke kamar pribadi yang ada di ruangan suaminya. Lalu dia kembali keluar kamar untuk bicara dengan suaminya.
"Mas, Zie makan siangnya go food saja deh. Kasihan tuh Rayan sedang tidur. Terus Kak Desi juga sedang istirahat.
"Baik, sayang. Nanti Mas pesankan makanan untuk kita." ucap Alvin
"Mas Alvin tidak akan keluar?"
"Tidak, sayang. Jika anak dan istri disini, ngapain Mas makan di luar segala."
"Baiklah,"
Alvin langsung memesan makanan kesukaan istrinya untuk makan siang mereka.
°°°
__ADS_1