Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_63


__ADS_3

Rara sudah kewalahan untuk menenangkan Baby Zie. dia terus menangis sejak tadi. Rara sudah coba untuk memberinya Asi namun Baby Zie masih saja menangis. dia tidak menelan Asi itu.


"Cup cup sayangnya Mamah kok jadi cengeng gini sih sayang." Rara terus menimang-nimang Baby Zie.


"Kenapa Baby Zie Ra?" tanya Pak Sam yang baru datang ke Mess karyawan karena akan mengambil kue goreng yang dibuat oleh Rara.


"Saya tidak tahu Pak, dari tadi Baby Zie menangis." ucap Rara


"Sepertinya dia kangen sama Papahnya Ra." ucap Pak Sam


"Saya tidak tahu Pak, lalu saya harus bagaimana Pak?" tanya Rara


"Tidak ada cara lain selain mempertemukan lagi mereka." ucap Pak Sam memberikan sarannya.


"Tapi saya takut Pak" Rara takut jika Luna mengetahui kebenaran bahwa Rara pernah menikah siri dengan Juna. dan dia juga takut jika mereka membawa anaknya.


"Pikirkanlah! itu juga untuk kebaikan Baby Zie." ucap Pak Sam lalu dia mengambil kue goreng dan segera pergi meninggalkan Mess.


Rara yang masih termenung memikirkan perkataan Pak Sam, sampai melupakan Baby Zie yang masih menangis.


Oek oek


"Aduh sayang, maafin Mamah, Mamah tadi melamun. cup cup cup sayangnya Mamah tidak boleh rewel, kalau rewel nanti Mamah tidak mau ajak Baby Zie bertemu Papah." ucap Rara untuk menenangkan Baby Zie.


"Besok kita temui Papah yah sayang." Rara hanya berucap untuk menenangkan Baby Zie.


tapi Baby Zie terdiam seketika setelah mendengar kata Papah.


Kamu merindukan Papahmu yah sayang." gumam Rara sambil menatap wajah cantik anaknya.


Kini Baby Zie sudah tampak tenang. Rara mencoba menimang-nimang Baby Zie lagi agar cepat tertidur. setelah tertidur, Rara merebahkannya di atas kasur yang berada di depan televisi. setelah itu Rara kembali ke dapur untuk mencuci perabot kotor bekas membuat kue. setelah selesai, Rara memilih untuk menyapu dan mengepel bagian dalam Mess.

__ADS_1


Ketika semuanya sudah beres, Rara tinggal bersantai Ria bersama Baby Zie sambil menonton televisi.


°°°


Sore harinya Pak Sam menjemput istrinya pulang kerja. dia juga berkata mengenai Baby Zie yang merindukan Papahnya. Bu Susan merasa prihatin kepada Baby Zie. dia akan ikut membujuk Rara untuk sesekali mempertemukan Baby Zie dengan Papahnya.


Kini keduanya sudah sampai ke Mess karyawan. Bu Susan segera menemui Rara yang sedang duduk sambil mengawasi Baby Zie.


"Ra..." Bu Susan memanggil Rara.


"Eh Ibu sudah pulang, sini Bu." Rara meminta Bu Susan untuk ikut duduk bergabung bersamanya.


"Bagaimana Baby Zie Ra? Apa dia masih rewel?" tanya Bu Susan


"Iya Bu, dia masih suka rewel."


"Ra, apa tidak sebaiknya kamu pertemukan saja Baby Zie dengan Papahnya." ucap Bu Susan dengan berhati-hati.


"Maksud kamu Luna istrinya Pak Juna?" tanya Bu Susan


"Iya Bu, Rara tidak mau jika Rara menemui Mas Juna, nanti dikira merebut suami orang."


"Kamu tenang saja Ra, sebentar lagi Pak Juna menduda."


"Maksud Ibu?"


"Pak Juna dan Nona Luna akan bercerai. saya sih denger gosip-gosip di kantor. tapi tidak tahu itu bener atau tidak." ucap Bu Farah


"Memang bercerai karena apa?" tanya Rara penasaran. karena yang Rara lihat mereka terlihat saling mencintai.


"Nona Luna berselingkuh dan sedang mengandung. makannya Pak Juna ingin menceraikannya." jelas Bu Farah

__ADS_1


"Ibu yakin?"


"Kalau dari gosip yang saya dengar sih seperti itu Ra."


Rara mulai memikirkan lagi perasaannya yang masih menyimpan rasa cinta untuk Juna.


Apa kini saatnya untuk dia memiliki Juna sepenuhnya. ditambah lagi sudah ada Baby Zie diantara mereka. tapi, apakah Juna akan mau kembali kepadanya. mengingat dulu dia tidak pernah sedikitpun prihatin. apalagi saat mengetahui jika Rara sering berjalan kaki saat hendak berangkat bekerja. dan apakah dia juga mencintainya." pikir Rara


Rara tidak mau memaksa perasaan. jika memang Juna tidak mencintainya dan masih tidak menginginkannya.setidaknya dia sudah berbuat benar dengan mencintai lelaki yang merupakan ayah dari anaknya. dia tidak akan memaksa Juna kembali kepadanya dengan alasan sudah ada Baby Zie diantara mereka. biarlah dia bahagia dengan pasangan yang dia pilih nantinya. Rara tidak boleh egois dengan mengekang perasaan orang lain. biarlah dia yang merasakan sakit karena rasa cintanya tidak terbalaskan. dan hanya bisa berandai-andai saja dalam mimpinya.


Bu Susan yang melihat Rara melamun langsung menegurnya.


"Ra, *Ra*ra....kenapa melamun?" tanya Bu Susan


"Ra" panggil Bu Susan sedikit keras.


"Eh iya, Ibu memanggil saya? ada apa Bu?" tanya Rara


"Saya hanya penasaran, dari tadi kamu memikirkan apa?"


"Tidak kok Bu, saya tidak memikirkan apa-apa."


"Jika ada masalah apapun, kamu cerita saja kepada saya. saya siap kok untuk mendengarkan keluh kesahmu." ucap Bu Susan


"Iya Bu, Rara akan cerita jika memang butuh solusi atau masukan dari Ibu."


"Oke, saya tunggu, ya sudah saya pulang dulu Ra. takut kemaleman dijalan." Bu Susan berpamitan untuk pulang.


"Iya Bu, hati-hati di jalan." ucap Rara lalu Bu Susan segera pergi meninggalkan Mess.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2