Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_76


__ADS_3

Rey yang kebetulan baru saja bertemu dengan klien di luar, berniat untuk pergi ke rumah yang kemarin Juna kunjungi.


Juna memang menyuruh Rey untuk menggantikannya bertemu klien. karena dia sedang banyak pekerjaan.


Rey sudah sampai di depan gerbang rumah itu. dia membuka kaca jendela mobilnya karena akan berbicara kepada satpam yang sedang berjaga.


"Pak, bisakah saya masuk?" tanya Rey


"Tuan siapa yah? ada kepentingan apa datang kesini?" Satpam itu bertanya kepada Rey.


Hm, aku cari alasan apa yah agar bisa masuk ke dalam." Rey tampak memikirkan ide agar


di perbolehkan masuk.


Rey mengambil ponsel miliknya.


"Saya adiknya Juna, ini fotonya." Rey memperlihatkan foto Juna kepada satpam itu.


Satpam itu memang mengenal Juna. karena Juna sendiri yang merekrutnya untuk bekerja dirumah itu.


"Baiklah, Tuan boleh masuk." lalu satpam itu membukakan gerbang.


Rey memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang cukup luas. lalu dia segera turun sambil melihat sekelilingnya.


"Cukup mewah rumah ini. kira-kira rumah siapa yah." Rey masih memperhatikan rumah yang cukup mewah di depannya.


Rey memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah itu.


Tok tok


Beberapa menit kemudian, Bi Darmi membukakan pintu.


"Maaf Tuan cari siapa?" tanya Bi Darmi


"Saya cari pemilik rumah ini." kata Rey


"Kalau begitu, silahkan masuk Tuan. biar saya panggilkan majikan saya dulu." ujar Bi Darmi lalu Rey mengikuti Bi Darmi masuk ke dalam.


Bi Darmi memanggil Rara yang berada


di kamarnya. memang tadi Rara sedang menidurkan Baby Zie.


Tok tok


"Nyonya, di depan ada tamu yang mencari nyonya." ucap Bi Darmi dari arah luar.


Rara membuka pintu kamarnya.


"Tamu siapa Bi?" tanya Rara

__ADS_1


"Saya tidak tahu, saya tidak menanyakan namanya."


"Baiklah, kalau begitu Bibi jagain Baby Zie.


Rara takut jika nanti dia kebangun."


"Baik Nyonya" Bi Darmi masuk ke dalam kamar untuk menjaga Baby Zie yang baru tertidur karena takut terbangun.


Rara berjalan menuju ke ruang keluarga dimana tamu itu berada. dia melihat lelaki yang sedang duduk membelakanginya.


"Maaf, apakah Tuan mencari saya?" tanya Rara kepada lelaki itu.


Karena mendengar suara Rara, Rey menoleh ke belakang.


"Loh, Rara? kamu sekarang tinggal disini Ra?" tanya Rey


"Iya Mas Rey, kok Mas Rey tahu tempat tinggal Rara?"


"Iya Ra, maaf jika kedatanganku ini mengganggumu."


"Tidak sama sekali, malah Rara senang bisa bertemu dengan Mas Rey lagi."


"Kemarin aku melihat Kakakku masuk


ke rumah ini. jadi sekarang aku datang kesini untuk mencari tahu Kakak itu bertemu dengan siapa."


"Juna Dirgantara"


"Jadi Mas Juna Kakaknya Mas Rey?" Rara kaget mendengar kebenaran itu. selama ini dia tidak tahu mengenai keluarga Juna. terakhir kali yang dia ingat, Juna pernah berkata jika keluarganya sudah meninggal dan dia sebatang kara.


"Kamu kenapa kaget?" tanya Rey yang melihat ekspresi wajah Rara.


"Tidak kok, Rara hanya baru tahu jika Mas Rey adiknya Mas Juna."


"Kok kamu panggil dia Mas? memangnya kalian ada hubungan apa?" Rey bertanya kepada Rara karena dia tahu jika yang dipanggil Mas oleh Rara biasanya orang terdekat atau sahabat.


"Sebenarnya Rara mantan istrinya Mas Juna." ucap Rara


Rara berkata jujur kepada Rey karena jika dia berkata bohong juga pastinya Rey akan menyelidikinya sendiri.


"Mantan istri? apakah anak kamu itu anak Kak Juna?" tanya Rey


"Iya Mas Rey, Baby Zie itu anaknya Mas Juna."


Rey terkejut mengetahui kenyataan ini. semakin tidak ada kesempatan untuknya mendekati Rara. apalagi Rara adalah mantan istri dari kakaknya sendiri. jika mantan istri orang lain mungkin Rey tidak akan patah semangat untuk mengejar cinta Rara. walaupun dia seorang janda.


Jadi selama ini lelaki yang tidak bertanggung jawab dan menyia-nyiakan Rara adalah Kak Juna. atas dasar apa Kak Juna melakukan itu? dan juga kenapa harus Rara? kenapa bukan wnaita lain saja." Rey masih tidak rela mengetahui perbuatan Kakaknya. apalagi kepada wanita yang Rey cintai.


"Tapi kenapa dulu kamu tidak pernah memberitahuku jika lelaki itu adalah Kak Juna?"

__ADS_1


"Rara bingung mau bicara juga bicara apa. karena memang status pernikahan Rara tidak jelas. jika cerita juga Rara takut jika Mas Rey tidak percaya dengan apa yang Rara katakan."


"Hm, seperti itu yah. aku hanya tidak menyangka saja." Rey hanya tersenyum kecut.


"Ya sudah Ra, aku pamit dulu. takutnya dicariin orang kantor karena tadi niatnya hanya keluar bertemu klien saja."


"Ya sudah Mas Rey hati-hati. belum juga dikasih suguhan sudah mau pulang." ucap Rara


"Lain kali juga bisa Ra, jika aku datang kesini lagi."


Setelah berpamitan Rey segera pergi meninggalkan rumah itu dengan sejuta kekecewaannya. ingin sekali dia memberi pelajaran kepada Juna tapi dia tidak mau jika ada perseteruan antar saudara. apalagi hanya karena wanita.


Rey yang baru datang ke kantor langsung diminta Juna untuk ke ruangannya.


Kini dia sudah duduk berhadapan dengan Juna.


"Bagaimana pertemuannya Rey? apa klien kita menyetujui untuk memperpanjang kontrak kerja samanya?" tanya Juna


"Setuju Kak" Rey sedikit malas untuk berbicara dengan Kakaknya.


"Kenapa wajah kamu seperti itu? apa yang membuat kamu bad mood?" tanya Juna


"Tidak kok Kak, ya sudah Kak, Rey keluar dulu." ucap Rey lalu dia berjalan keluar meninggalkan ruangan Kakaknya.


Jam pulang kantor telah tiba, seperti biasa Juna bersiap-siap untuk pergi ke rumah Rara.


Rey melihat raut wajah Kakaknya terlihat bahagia. dia sudah mengira jika Kakaknya akan menemui Rara.


Setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu jauh, kini Juna sudah sampai di tempat tujuan.


"Assalamu'alaikum" Juna mengucapkan salam lalu mengetuk pintu.


"Waalaikum'salam" ucap Rara yang sedang bersantai dengan Baby Zie.


Rara membuka pintu itu dan mempersilahkan Juna untuk masuk.


"Sayang lagi ngapain?" Juna menghampiri Baby Zie yang sedang bermain boneka miliknya .


"Ain.. Apah.. ain.."Baby Zie menarik-narik tangan Juna.


"Baby Zie mau main sama Papah?" Juna bertanya kepada anaknya.


"Ain...apah...ain..apah" Baby Zie memberikan boneka miliknya kepada Juna.


"Iya sayang, ayo main sama Papah." lalu Juna ikut bermain bersama anaknya.


Seperti biasa, Juna menemani anaknya hingga dia tertidur. setelah anaknya tertidur, barulah dia pulang ke rumahnya. karena jika tidak seperti itu, Baby Zie akan rewel dan meminta Juna untuk tetap tinggal.


°°°

__ADS_1


__ADS_2