Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 56


__ADS_3

Suasana kediaman Dirgantara terlihat ramai. Karena semua keluarga sedang berkumpul.


Alvin dan Zivana berpamitan dengan keluarganya. Mereka akan pindahan sekarang.


“Mah, Zie pergi dulu yah,” ucap Zivana sambil memeluk Ibunya.


“Kamu jaga kesehatan Nak, jangan kecapean,” Bu Rara mengusap punggung anaknya.


“Mah,” Kini Zivana melepaskan pelukannya. Matanya terlihat berkaca-kaca.


“Astaga, kamu kayak anak kecil saja.” Bu Rara mengusap air mata anaknya yang keluar dari sudut matanya.


“Zie sedih, Mah” ucap Zivana


Alvin menyingkirkan rambut Istrinya yang menutupi pipinya.


“Sayang, kan ada Mas yang selalu di samping kamu. Jangan sedih lagi dong.” Kata Alvin


“Tapi tetap saja aku sedih, Mas.” Ucap Zivana


“Sini Mamah peluk lagi biar tidak sedih,” Bu Rara kembali memeluk anaknya.


Zivana tersenyum setelah berpelukan dengan Ibunya.


“Sudah punya anak saja masih manja,” ucap Eza yang kini sedang menatap Zivana.


“Biarin,” jawab Zivana


Setelah berpamitan dengan Ibunya, Zivana dan Alvin juga berpamitan dengan yang lainnya. Zivana mengambil Baby Rayan yang ada di gendongan Pak Juna.


“Sayang, kita pergi sekarang yuk.” Ucap Zivana kepada anaknya.


“Kalian tidak mau menunda nanti malam saja perginya?” tanya Bu Rara yang memang masih merindukan cucunya.


“Sekarang saja Mah, kalau malam kasihan Rayan kedinginan di jalan.” Jawab Zivana


“Baiklah,” Bu Rara sedikit tidak rela harus berpisah dengan anak dan cucunya.


Kini semuanya mengantar Alvin dan Zivana hingga mereka masuk ke dalam mobil.


Alvin mulai menyalakan mesin mobilnya. Zivana terus menatap keluarganya dari balik kaca mobil.


“Mah, Pah, semuanya, kita pergi dulu.” Ucap Alvin lalu dia tancap gas.

__ADS_1


Bu Rara dan yang lainnya menatap mobil yang di kendarai Alvin hingga tidak terlihat lagi di pandangan mereka.


Alvin megendarai mobilnya melewati keramaian Ibu kota. Di sepanjang jalan dia bercerita dengan Istrinya.


Kini mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan rumahnya. Keduanya segera turun dari mobil. Zivana menggendong anaknya yang kebetulan sedang tidur.


"Mas, aku masuk dulu yah," ucap Zivana kepada suaminya yang sedang membuka bagasi mobilnya.


"Iya sayang," Alvin tersenyum menatap Istrinya.


Zivana sudah berada di depan pintu. Dia mengetuk pintu rumah.


Tok tok


Kebetulan Bi Salma yang sedang berada di dapur, mendengar ketukan pintu. Bi Salma bergegas ke ruang depan untuk membukakan pintu.


Cklek


Bi Salma melihat Zivana sedang berdiri di depan pintu.


"Neng Zie, Silahkan masuk! Maaf yah tadi Bibi lama bukain pintunya," ucap Bi Salma


"Iya Bi, tidak lama kok," ucap Zivana


Zivana melangkah masuk ke dalam kamar. Zivana menoleh ke belakang menatap Bi Salma.


"Sudah Neng, Saya membersihkannya setiap hari," jawab Bi Salma


"Baiklah, Kalau begitu Zie mau ke kamar dulu. Tolong Bibi bantuin Mas Alvin yah di luar."


"Baik Neng," Bi Salma bergegas melangkah keluar rumah untuk membantu Alvin membawa barang-barang.


Zivana sudah sampai di dalam kamar. Dia menidurkan Baby Rayan di atas kasur. Lalu mengambil bantal dan menaruhnya di pinggir ranjang.


Tok tok


Zivana mendengar pintu kamarnya di ketuk.


"Sebentar yah sayang, Mamah mau membuka pintu dulu," ucap Zivana kepada anaknya yang masih tidur.


Zivana berdiri di depan pintu. Dia membuka pintu dan melihat suaminya berdiri disana.


"Sayang, kita tempatin kamar atas saja yah," ucap Alvin

__ADS_1


"Iya Mas, tapi Rayan kamarnya disini saja," ucap Zivana


"Mas juga setuju, nanti Mas carikan Baby Sister untuk Rayan. Biar malam harinya bisa menemani Rayan tidur."


"Iya Mas, Zie juga setuju."


"Kalau begitu Mas ke atas dulu yah sayang, bawa barang kita."


"Baik Mas," ucap Zivana


Setelah Alvin keluar, pintu kamar kembali di ketuk oleh Bi Salma yang kebetulan membawa koper berisi pakaian milik Baby Rayan.


Zivana mengucapkan terima kasih kepada Bi Salma, sebelum Bi Salma kembali keluar dari kamarnya.


•••


Alvin membuka kamar Baby Rayan. Dia mau mengajak Istrinya untuk tidur di kamar atas. Namun ternyata Istrinya sudah tidur pulas.


"Maaf Tuan, sepertinya Neng Zie sudah tidur pulas," ucap Bi Salma yang saat ini ada di belakang Alvin. Memang Alvin sengaja menyuruh Bi Salma untuk menemani anaknya.


Alvin tidak tega jika harus membangunkan Istrinya.


"Bibi kembali saja ke belakang, saya tidak jadi menyuruh Bibi menemani Rayan."


"Baik Tuan," setelah mengatakan itu, Bi Salma segera pergi dari hadapan Alvin.


Alvin masuk ke dalam kamar. Dia menutup pelan pintu kamar itu agar anak dan istrinya tidak terusik. Alvin ikut berbaring di sebelah anaknya. Dia mulai memejamkan kedua matanya.


Menjelang tengah malam, Zivana mengerjapkan kedua matanya karena mendengar anaknya menangis. Dia melihat suaminya yang sedang tidur pulas di samping anaknya.


"Sayang, kamu haus yah? atau mungkin kamu kesempitan yah karena ada ayahmu." Zivana me*nyusui anaknya agar tidak menangis lagi.


Alvin terbangun dan melihat Istrinya sedang me*nyusui anaknya.


"Sayang, anak kita bangun?"


"Iya Mas, ini anak kamu kehausan." ucap Zivana


"Jatah Mas mana? jangan di habisin dong," ucap Alvin sambil menatap anaknya.


"Jatah kamu menemani Rayan saja Mas, Zie mau tidur lagi nih ngantuk sekali."


"Kok aku sih," Alvin menatap istrinya dengan tatapan memelas.

__ADS_1


"Stt, jangan keras-keras kalau bicara. Nanti Rayan menangis lagi." Zivana melihat anaknya yang kini sedang me*nyusu.


Niat nyamperin Istri mau ngajak tidur bareng, eh malas harus begadang jagain bocil.' batin Alvin


__ADS_2