
Pagi ini Eza bangun lebih awal. bahkan dia sudah berpakaian rapih dan wangi. Eza sengaja berpakaian rapih supaya Lina terpesona dengan ketampanannya.
Eza berjalan keluar dari kamar. dia melihat Lina yang sedang mengelap meja.
"Ekhm, pagi sekali sudah datang Lin," ucap Eza kepada Lina.
"Iya Kak," jawab Lina ramah.
"Kak Zie dimana?" tanya Eza
"Sepertinya masih di kamar, aku sejak tadi di sini tidak melihatnya," jawab Lina
Eza segera ke kamar atas untuk memanggil Zivana.
Tok tok
Eza mengetuk pintu kamar namun Zivana tidak keluar juga.
Astaga, masa Kakak belum bangun," gumam Eza lalu dia kembali mengetuk pintu kamar itu.
Zivana yang sedang tidur merasa terusik karena mendengar ketukan pintu. dia mengerjapkan matanya dan langsung beranjak dari atas tempat tidur.
Zivana membuka pintu kamar itu.
Cklek
Dia melihat Eza sedang berdiri dengan pakaian yang sudah rapih bahkan wangi.
"Tumben kamu sudah bangun?" Zivana menatap aneh kepada adiknya yang tidak biasa bangun pagi.
"Iya dong mulai sekarang Eza harus bangun lebih awal karena ada bidadari cantik," jawab Eza
"Emang Kakak sudah cantik dari dulu," ucap Zivana lalu mengibaskan rambut panjangnya.
"Ishhhhh Kakak apa-apaan sih, yang aku maksud bidadari itu Lina bukan Kakak," ucap Eza kepada Zivana
"Astaga, dasar adik durhaka," gumam Zivana lalu menutup kembali pintu kamarnya.
"Kak, kok di tutup?"
"Memangnya kamu mau ngapain kesini?" Zivana kembali membuka pintunya saat mendengar Eza berbicara.
"Hehe tidak sih, Eza cuma mau ajak Kakak jalan-jalan menghirup udara segar di luar," ucap Eza sambil cengengesan.
"Malas Za, kamu saja sanah sama Lina!"
"Memangnya boleh kalau aku ajak Lina?"
"Boleh tapi tunggu Lina selesai kerja," ucap Zivana
"Makasih Kak, tapi---" Eza membuka telapak tangannya di bawah.
"Kamu mintanya uang mulu," gumam Zivana lalu dia masuk ke dalam kamar dan mengambil dompet miliknya.
Zivana mengambil uang dua ratus ribu dan memberikannya kepada Eza.
"Kok cuma segini?" Eza melihat uang yang menurutnya kurang.
"Eza, kamu itu mau ajak Lina jalan, terus ngapain kamu bawa uang banyak-banyak? lagian Lina itu sepertinya bukan cewek matre yang sukanya menghabiskan uang jajanmu. beda seperti mantan-mantanmu itu." ucap Zivana
"Iya deh," akhirnya Eza menerima uang itu.
Zivana kembali menutup pintu kamarnya setelah dia melihat Eza pergi dari sana.
Tring
Zivana mendengar notif dari ponsel miliknya. dia berjalan mendekati meja tempat dia menyimpan ponselnya. Zivana mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari Aldo.
Ngapain Kak Aldo telfon? apa dia mau main? ah mending aku angkat dulu saja." gumam Zivana lalu dia segera mengangkat panggilan telfonnya.
📞"Hallo Kak," ucap Zivana
📞"Hallo Nona Zie, lagi sibuk yah?"
📞"Tidak juga sih, ada apa Kak Lado nelfon pagi sekali?"
📞"Cuma mau mengatakan jika aku mau ngajakin kamu ke danau," ucap Aldo
📞"Sekarang?"
📞"Iya, nih aku ada di jalan," ucap Aldo
📞"Baiklah, aku mau siap-siap dulu," jawab Zivana
Zivana segera membersihkan diri. setelah selesai, dia memilih pakaian terbaik yang pantas dia kenakan. namun dia bingung mau memakai yang mana.
Tok tok
Zivana mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.
Siapa sih yang ketuk pintu?" batin Zivana lalu dia membukakan pintu kamarnya.
Zivana melihat Lina berdiri di depan kamarnya.
"Ada apa Lin?" Zivana bertanya kepada Lina.
"Itu di bawah ada yang mencari Kak Zie, namanya Kak Aldo," ucap Lina
"Tolong bilangin yah suruh tunggu sebentar," kata Zivana
"Baik Kak," jawab Lina lalu dia hendak melangkah pergi.
"Lin," Zivana memanggil Lina dan dia kembali menoleh ke belakang.
"Ada apa Kak?" tanya Lina
"Kamu tidak usah masak yah pagi ini biar nanti beli makan di luar saja, nanti kamu temani Eza keluar yah, dia itu tidak faham jalan daerah sini," ucap Zivana
__ADS_1
"Baik Kak," jawab Lina
Lina segera pergi dari sana setelah selesai berbicara dengan Zivana.
Setelah selesai berganti pakaian dan sedikit memoles wajah, kini Zivana langsung bersiap untuk pergi. dia keluar dari kamar dengan membawa tas slempang miliknya.
Aldo melihat Zivana yang sedang berjalan menuruni tangga. dia begitu terpesona melihat kecantikan Zivana yang luar biasa.
"Kenapa Kak? kagum yah?" tanya Eza yang sedang duduk di sebelah Aldo.
"Cantik sekali dia, apa dia sudah punya pacar?" Aldo bertanya kepada Eza.
"Punya suami Kak, lebih tepatnya calon janda," ucap Eza sedikit berbisik.
"Benarkah?" Aldo merasa terkejut saat mengetahui status Zivana.
"Iya Kak, nanti Kakak tanya sendiri saja deh," Eza melihat Zivana yang semakin mendekat ke arah mereka. dia menyudahi untuk berbicara dengan Aldo.
"Kak Zie, selamat bersenang-senang," ucap Eza kepada Zivana.
"Pasti Za, kamu juga cepat pergi! nanti malah keburu siang."
"Nanti nunggu Lina selesai kerja," jawab Eza
Mau perawan atau janda asal dia Zivana sih aku yes." batin Aldo
"Ayo Kak!" ucap Zivana sambil menatap Aldo.
Aldo langsung beranjak dari duduknya. dia berjalan keluar dari Vila itu mengekor Zivana yang sudah keluar terlebih dahulu.
Zivana berhenti tepat di depan mobil Aldo.
"Ayo silahkan masuk!" Aldo membukakan pintu mobil untuk Zivana.
"Tidak perlu repot-repot Kak, aku bisa sendiri kok," ucap Zivana
"Saya sama sekali tidak merasa di repotkan," ucap Aldo
Zivana langsung masuk ke dalam mobil.
saat ini Aldo juga sudah masuk ke dalam mobil. dia langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari Vila itu.
"Kita cari makan dulu yah, kebetulan saya belum sarapan," ucap Aldo
"Baik Kak, Zie juga belum sarapan," Zivana menurut ajakan Aldo.
"Kok kita sehati," ucap Aldo dan Zivana menoleh menatap Aldo.
"Mungkin kebetulan," ucap Zivana
Aldo mengajak Zivana untuk membeli bubur ayam di pinggir jalan. Zivana yang baru pertama kalinya makan di pinggir jalan merasa senang. karena ternyata makan di pinggir jalan lebih nikmat. apalagi harga bubur yang mereka beli cukup murah.
Setelah selesai sarapan, Aldo mengajak Zivana ke danau yang terkenal di daerah sana. mereka saling berfoto mengabadikan momen mereka. Aldo juga banyak tanya kepada Zivana. termasuk bertanya mengenai status Zivana saat ini. namum Zivana sama sekali tidak menutupi apapun kepada Aldo. dia bercerita layaknya kepada sahabat sendiri.
°°°
Pagi ini Eza bangun lebih awal. bahkan dia sudah berpakaian rapih dan wangi. Eza sengaja berpakaian rapih supaya Lina terpesona dengan ketampanannya.
Eza berjalan keluar dari kamar. dia melihat Lina yang sedang mengelap meja.
"Ekhm, pagi sekali sudah datang Lin," ucap Eza kepada Lina.
"Iya Kak," jawab Lina ramah.
"Kak Zie dimana?" tanya Eza
"Sepertinya masih di kamar, aku sejak tadi di sini tidak melihatnya," jawab Lina
Eza segera ke kamar atas untuk memanggil Zivana.
Tok tok
Eza mengetuk pintu kamar namun Zivana tidak keluar juga.
Astaga, masa Kakak belum bangun," gumam Eza lalu dia kembali mengetuk pintu kamar itu.
Zivana yang sedang tidur merasa terusik karena mendengar ketukan pintu. dia mengerjapkan matanya dan langsung beranjak dari atas tempat tidur.
Zivana membuka pintu kamar itu.
Cklek
Dia melihat Eza sedang berdiri dengan pakaian yang sudah rapih bahkan wangi.
"Tumben kamu sudah bangun?" Zivana menatap aneh kepada adiknya yang tidak biasa bangun pagi.
"Iya dong mulai sekarang Eza harus bangun lebih awal karena ada bidadari cantik," jawab Eza
"Emang Kakak sudah cantik dari dulu," ucap Zivana lalu mengibaskan rambut panjangnya.
"Ishhhhh Kakak apa-apaan sih, yang aku maksud bidadari itu Lina bukan Kakak," ucap Eza kepada Zivana
"Astaga, dasar adik durhaka," gumam Zivana lalu menutup kembali pintu kamarnya.
"Kak, kok di tutup?"
"Memangnya kamu mau ngapain kesini?" Zivana kembali membuka pintunya saat mendengar Eza berbicara.
"Hehe tidak sih, Eza cuma mau ajak Kakak jalan-jalan menghirup udara segar di luar," ucap Eza sambil cengengesan.
"Malas Za, kamu saja sanah sama Lina!"
"Memangnya boleh kalau aku ajak Lina?"
"Boleh tapi tunggu Lina selesai kerja," ucap Zivana
"Makasih Kak, tapi---" Eza membuka telapak tangannya di bawah.
__ADS_1
"Kamu mintanya uang mulu," gumam Zivana lalu dia masuk ke dalam kamar dan mengambil dompet miliknya.
Zivana mengambil uang dua ratus ribu dan memberikannya kepada Eza.
"Kok cuma segini?" Eza melihat uang yang menurutnya kurang.
"Eza, kamu itu mau ajak Lina jalan, terus ngapain kamu bawa uang banyak-banyak? lagian Lina itu sepertinya bukan cewek matre yang sukanya menghabiskan uang jajanmu. beda seperti mantan-mantanmu itu." ucap Zivana
"Iya deh," akhirnya Eza menerima uang itu.
Zivana kembali menutup pintu kamarnya setelah dia melihat Eza pergi dari sana.
Tring
Zivana mendengar notif dari ponsel miliknya. dia berjalan mendekati meja tempat dia menyimpan ponselnya. Zivana mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari Aldo.
Ngapain Kak Aldo telfon? apa dia mau main? ah mending aku angkat dulu saja." gumam Zivana lalu dia segera mengangkat panggilan telfonnya.
📞"Hallo Kak," ucap Zivana
📞"Hallo Nona Zie, lagi sibuk yah?"
📞"Tidak juga sih, ada apa Kak Lado nelfon pagi sekali?"
📞"Cuma mau mengatakan jika aku mau ngajakin kamu ke danau," ucap Aldo
📞"Sekarang?"
📞"Iya, nih aku ada di jalan," ucap Aldo
📞"Baiklah, aku mau siap-siap dulu," jawab Zivana
Zivana segera membersihkan diri. setelah selesai, dia memilih pakaian terbaik yang pantas dia kenakan. namun dia bingung mau memakai yang mana.
Tok tok
Zivana mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.
Siapa sih yang ketuk pintu?" batin Zivana lalu dia membukakan pintu kamarnya.
Zivana melihat Lina berdiri di depan kamarnya.
"Ada apa Lin?" Zivana bertanya kepada Lina.
"Itu di bawah ada yang mencari Kak Zie, namanya Kak Aldo," ucap Lina
"Tolong bilangin yah suruh tunggu sebentar," kata Zivana
"Baik Kak," jawab Lina lalu dia hendak melangkah pergi.
"Lin," Zivana memanggil Lina dan dia kembali menoleh ke belakang.
"Ada apa Kak?" tanya Lina
"Kamu tidak usah masak yah pagi ini biar nanti beli makan di luar saja, nanti kamu temani Eza keluar yah, dia itu tidak faham jalan daerah sini," ucap Zivana
"Baik Kak," jawab Lina
Lina segera pergi dari sana setelah selesai berbicara dengan Zivana.
Setelah selesai berganti pakaian dan sedikit memoles wajah, kini Zivana langsung bersiap untuk pergi. dia keluar dari kamar dengan membawa tas slempang miliknya.
Aldo melihat Zivana yang sedang berjalan menuruni tangga. dia begitu terpesona melihat kecantikan Zivana yang luar biasa.
"Kenapa Kak? kagum yah?" tanya Eza yang sedang duduk di sebelah Aldo.
"Cantik sekali dia, apa dia sudah punya pacar?" Aldo bertanya kepada Eza.
"Punya suami Kak, lebih tepatnya calon janda," ucap Eza sedikit berbisik.
"Benarkah?" Aldo merasa terkejut saat mengetahui status Zivana.
"Iya Kak, nanti Kakak tanya sendiri saja deh," Eza melihat Zivana yang semakin mendekat ke arah mereka. dia menyudahi untuk berbicara dengan Aldo.
"Kak Zie, selamat bersenang-senang," ucap Eza kepada Zivana.
"Pasti Za, kamu juga cepat pergi! nanti malah keburu siang."
"Nanti nunggu Lina selesai kerja," jawab Eza
Mau perawan atau janda asal dia Zivana sih aku yes." batin Aldo
"Ayo Kak!" ucap Zivana sambil menatap Aldo.
Aldo langsung beranjak dari duduknya. dia berjalan keluar dari Vila itu mengekor Zivana yang sudah keluar terlebih dahulu.
Zivana berhenti tepat di depan mobil Aldo.
"Ayo silahkan masuk!" Aldo membukakan pintu mobil untuk Zivana.
"Tidak perlu repot-repot Kak, aku bisa sendiri kok," ucap Zivana
"Saya sama sekali tidak merasa di repotkan," ucap Aldo
Zivana langsung masuk ke dalam mobil.
saat ini Aldo juga sudah masuk ke dalam mobil. dia langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari Vila itu.
"Kita cari makan dulu yah, kebetulan saya belum sarapan," ucap Aldo
"Baik Kak, Zie juga belum sarapan," Zivana menurut ajakan Aldo.
"Kok kita sehati," ucap Aldo dan Zivana menoleh menatap Aldo.
"Mungkin kebetulan," ucap Zivana
Aldo mengajak Zivana untuk membeli bubur ayam di pinggir jalan. Zivana yang baru pertama kalinya makan di pinggir jalan merasa senang. karena ternyata makan di pinggir jalan lebih nikmat. apalagi harga bubur yang mereka beli cukup murah.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Aldo mengajak Zivana ke danau yang terkenal di daerah sana. mereka saling berfoto mengabadikan momen mereka. Aldo juga banyak tanya kepada Zivana. termasuk bertanya mengenai status Zivana saat ini. namum Zivana sama sekali tidak menutupi apapun kepada Aldo. dia bercerita layaknya kepada sahabat sendiri.
°°°