Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 78


__ADS_3

Alvin dan Zivana menyusuri keramaian ibu kota. Namun mereka belum juga menemukan anaknya. Zivana sengaja tidak memberitahukan orang tuanya mengenai hilangnya Baby Rayan. Hanya Eza yang di beritahu. Eza yang mendengar itu langsung ikut mencari keberadaan Baby Rayan.


Tring tring


Terdengar ponsel milik Zivana berdering. Namun Zivana hanya diam sambil menatap ke luar mobil.


"Sayang, itu ponsel kamu berbunyi loh. Siapa tahu ada yang penting," ucap Alvin yang sedang mengemudi.


Zivana langsung mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas.


"Nomor asing nih, siapa sih?"


"Angkat saja, sayang." kata Alvin.


Zivana menggeser tombol hijau.


📞"Hallo," ucap Zivana


📞"Hallo, jika anak anda ingin selamat, datanglah ke alamat yang akan saya kirim. Tapi ingat, datang sendiri saja. Jangan ajak suami, orang lain, apalagi polisi. Atau anak anda akan celaka." panggilan telfon itu langsung terputus begitu saja.


📞"Hallo....hallo.... Anda siapa? Zivana melihat layar ponselnya. Ternyata panggilan telfonnya di putuskan secara sepihak.


Tring


Terdengar notif pesan masuk dari ponsel milik Zivana. Dia langsung membuka pesan itu. Ternyata penculik itu mengirimkan lokasinya.


"Sayang, siapa yang menelfon?" tanya Alvin sambil menatap wajah panik istrinya.


"Ini tadi orang yang mennculik Rayan menelfon. Katanya Zie harus datang sendiri ke alamat yang dia kirim."


"Biar Mas saja yah yang pergi," kata Alvin.


"Tadi di suruhnya Zie pergi sendirian, bahkan Mas atau orang lain juga tidak boleh ikut. Dan juga tidak boleh menghubungi polisi." kata Zivana


"Ini aneh loh? kenapa harus kamu saja yang pergi? jangan-jangan penculiknya punya dendam pribadi sama kamu." ucap Alvin

__ADS_1


"Zie juga tidak tahu Mas, tapi Zie merasa jika tidak punya dendam dengan siapapun." ucap Zivana


Alvin menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Lalu, kamu mau pergi sendiri?" Alvin menatap Istrinya yang duduk di sebelahnya.


"Iya, Mas."


"Tapi itu sangat berbahaya loh," Alvin merasa cemas jika Istrinya pergi sendirian.


"Tenang saja, Zie bawa ini," Zivana mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya.


Alvin melihat Istrinya memegang botol kecil seperti parfum.


"Buat apa itu? bukankah itu parfum?"


"Bukan, Mas. Ini cairan yang khusus aku siapkan. Kalau kena mata bisa perih. Nanti aku semprotin ke mata penculik itu."


"Bagus juga ide kamu, sayang. Tapi Mas masih khawatir. Mas tetap ikut yah, nanti Mas nunggu kamu di luar. Sekalian nanti Mas minta Eza untuk ikut."


"Baik, sayang." Alvin kembali mengemudikan mobilnya. Dia akan pergi ke alamat tempat Baby Rayan berada.


Kini mobil yang di kendarai Alvin sudah berada di depan gedung kosong. Zivana turun dari mobil dan langsung masuk ke gedung itu. Sedangkan Alvin tetap menunggunya di dalam mobil.


Tring tring


Ponsel milik Zivana berbunyi. Dia menerima pesan dari penculik anaknya.


Sudah di bilang pergi sendiri, kenapa mengajak orang lain. Jangan berani mendekat kalau mobil itu masih terparkir di depan.


Sekiranya seperti itu isi pesan yang di kirimkan oleh nomor asing itu.


"Haiisss, apa sih maunya ini orang," Zivana kembali berputar arah. Dia keluar dari gedung itu untuk berbicara kepada suaminya.


Alvin membuka jendela mobilnya saat melihat Istrinya sedang melangkah mendekat.

__ADS_1


"Sayang, kok kamu kembali lagi?"


"Iya, kata penculiknya, Mas harus pergi. Penculiknya tahu jika Zie tidak pergi sendirian," kata Alvin.


"Lalu, bagaimana denganmu, sayang? Masa Mas pergi sih?"


"Sudahlah, lebih baik Mas Alvin pergi saja. Cepat Mas!" pinta Zivana


"Mas tidak tega kalau meninggalkan kamu sendirian, sayang."


"Mas," Zivana menatap suaminya dengan tatapan memohon.


"Baiklah, sayang." Alvin kembali menutup kaca mobilnya. Lalu dia mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Zivana kembali masuk ke dalam untuk menyelamatkan anaknya.


Tring


Zivana membaca pesan masuk. Dia di suruh untuk pergi ke lantai paling atas. Zivana menurutinya, dia melangkahkan kakinya manaiki tangga. Zivana melihat ke beberapa ruangan yang ada di lantai atas. Namun dia tidak melihat keberadaan anaknya. Dia terus melangkah hingga saat ini dia berada di ruangan paling pojok. Ternyata pintu ruangan itu tertutup. Zivana mencoba membukanya.


Cklek


Hal pertama yang dia lihat adalah anaknya sedang bermain mainan anak-anak. Namun di ruangan itu hanya ada anaknya dan seorang wanita muda seusianya yang memakai pakaian baby sister.


"Siapa kamu? kenapa kamu membawa anak saya," Zivana mendekati wanita itu.


Wanita itu menatap Zivana dengan ramah. Karena memang itu atas perintah bos yang menyuruhnya.


"Saya hanya menjalankan perintah atasan saya, Nona." ucap wanita itu.


"Siapa atasan kamu? saya ingin ketemu?" tanya Zivana.


Terdengar langkah kaki dari arah pintu. Zivana menatap ke belakang. Dia melihat seseorang yang dia kenal bersama dua orang body guardnya sedang berdiri di depan pintu.


°°°

__ADS_1


__ADS_2